Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Gubernur Luthfi: Pembangunan Jateng Butuh Collaborative Government, Tak Cukup Hanya Andalkan APBD

Tri wahyu Cahyono • Kamis, 11 Desember 2025 | 01:34 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjadi narasumber acara Berita Satu Regional Forum 2025 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menjadi narasumber acara Berita Satu Regional Forum 2025 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (10/12/2025).

RADARSOLO.COM-Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pembangunan di wilayahnya membutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen.

Sebab itu, pendekatan pemerintahan kolaboratif (collaborative government) terus dijalankan untuk kemajuan provinsi ini.

Hal itu disampaikan gubernur  saat menjadi narasumber acara Berita Satu Regional Forum 2025 di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (10/12/2025).

Kolaborasi tersebut, lanjut dia, dilakukan dengan mengintegrasikan program antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Tidak cukup hanya itu, kolaborasi dengan instansi terkait serta seluruh potensi masyarakat, perguruan tinggi, dan pihak swasta lainnya juga diperlukan.

Sampai saat ini, Pemprov Jateng telah menjalin kerja sama dengan puluhan rektor perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Baca Juga: Peringati Hakordia, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tekankan Budaya Integritas

Kerja sama dengan universitas lain di luar Jawa Tengah juga sudah dilakukan dan akan terus dikembangkan.

"Kita gandeng dengan beberapa kampus dan seluruh potensi masyarakat. Collaborative government ini cara bersama-sama untuk membangun Jawa Tengah," katanya.

Apalagi, membangun daerah tidak akan cukup hanya mengandalkan APBN atau APBD saja, tetapi juga kontribusi dari sektor investasi.

Realisasi investasi Jateng sampai Triwulan III 2025 sudah mencapai Rp 66,13 triliun.

Maka dari itu, Luthfi mendorong dikembangkannya konsep aglomerasi dalam berbagai sektor.

Baca Juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Kirim Bantuan untuk Korban Bencana ke Sumatera Senilai Rp1,3 Miliar

Artinya, daerah-daerah di setiap eks karesidenan di Jawa Tengah perlu bekerja sama dengan daerah-daerah di sekitarnya, baik dalam hal ekonomi, pariwisata, maupun sektor lainnya.

"Di Jawa Tengah itu ada enam eks karesidenan. Kami dorong untuk adanya aglomerasi untuk menumbuhkan ekonomi baru," jelasnya.

Bahkan, kolaborasi tersebut juga dilakukan dengan provinsi-provinsi lain.

Misalnya Provinsi Jawa Tengah sudah menjalin kerja sama dengan Kepulauan Riau, Lampung, Maluku Utara, Jawa Timur, dan lainnya. Kerja sama tersebut mencakup investasi, UMKM, ketahanan pangan, dan BUMD. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#collaborative government #pembangunan jateng #apbd #Gubernur Jateng Ahmad Luthfi