FX Rudy Mundur dari Plt Ketua DPD PDIP Jateng, Aria Bima: Beliau Bukan Kader Ecek-Ecek, Keputusan Itu Pasti demi Kepentingan Partai
Damianus Bram• Jumat, 19 Desember 2025 | 18:08 WIB
Aria Bima saat memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ke Gen Z harus lewat konten digital kreatif & media sosial.
RADARSOLO.COM – Kabar mengejutkan datang dari internal PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah.
Tokoh senior asal Solo, FX Hadi Rudyatmo, resmi melayangkan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jateng per 17 Desember 2025.
Politisi senior PDIP, Aria Bima, menanggapi langkah tersebut dengan tenang.
Meski mengaku baru mengetahui kabar tersebut melalui grup WhatsApp, Aria Bima meyakini bahwa keputusan mantan Wali Kota Solo itu didasari oleh pertimbangan yang sangat matang dan jauh dari kepentingan pribadi.
"Terus terang, saya baru tahu kabar ini saat membaca WA grup. Dan saya belum ketemu Pak Rudi, yang pertama itu asli atau benar enggak? Saya belum bisa memastikan, karena belum bisa komunikasi juga. Kalau toh benar, tentu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai akan mensikapinya dengan bijak," jelas Aria Bima kepada RadarSolo.com, di Adem Ayem, Kamis (18/12/2025).
Aria Bima mengatakan kondisi Konfercab, Konferda yang batal ini sudah menjadi hal yang biasa bagi partai berlambang Banteng ini. Menurutnya PDIP adalah partai yang matang di berbagai situasi.
"Saya kira, Pak Rudi juga mempertimbangkan keputusan ini (mundur dari Plt DPD PDIP Jateng) dengan bijak, untuk kepentingan partai, kira-kira gitu," jelas Aria Bima.
Ditanya, apakah ada faktor lain atau kegagalan pelaksanaan konferda yang menjadi alasan kemunduran FX Rudy, Aria Bima mengaku tidak mengetahui hal itu secara pasti. Namun iya yakin, FX Rudy sudah mengambil keputusan yang tepat.
"Sekali lagi ya, partai ini sudah biasa menghadapi situasi, kondisi semacam itu. Dan Pak Rudi ini kan kader yang dewasa dan matang. Jadi pengambilan keputusan itu pasti dalam artian untuk sesuatu yang bukan dirinya sendiri. Untuk kepentingan partai, kepentingan yang lebih besar," jelasnya.
Untuk itu, Aria Bima mengajak semua kader PDIP untuk percaya pada langkah dan keputusan yang telah diambil oleh mantan Wali Kota Solo tersebut.
"Kita percayakan saja, Pak Rudy ini bukan kader ecek-ecek. Komunikasi beliau dengan Bu Mega itu 24 jam. Saya percaya ada pertimbangan matang yang dilakukan Pak Rudy untuk kepentingan partai yang lebih besar," tegas Aria Bima.
Alasan di Balik Pengunduran Diri
Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Rudy secara rendah hati menyebut ketidakmampuan menjalankan tugas organisasi sebagai alasan utama.
Namun, Plt Ketua DPC PDIP Solo, Teguh Prakosa, memberikan analisis lebih mendalam.
Teguh menilai langkah Rudy merupakan bentuk ketegasan terhadap keterbatasan wewenang posisi Plt.
Masa tugas Plt memang dibatasi hingga Desember, sementara agenda krusial seperti Konferensi Daerah (Konferda) sepenuhnya berada di bawah kendali penjadwalan DPP. Kondisi dilematis inilah yang diduga membuat Rudy memilih bersikap legowo.
DPC Solo Pasang Badan: Minta FX Rudy Jadi Ketua Definitif
Merespons surat pengunduran diri tersebut, DPC PDIP Kota Solo bergerak cepat menggelar rapat konsolidasi untuk menjaga soliditas akar rumput.
Hasilnya, kader Banteng Solo justru memberikan dukungan moral total kepada Rudy.
Teguh Prakosa meminta kader tidak terjebak isu liar karena saat ini Rudy sedang menjalankan tugas partai di Aceh.
Secara resmi, DPC PDIP Solo tetap mengajukan nama F.X. Hadi Rudyatmo kepada DPP agar ditunjuk sebagai Ketua DPD PDIP Jateng Definitif, bukan lagi sekadar Plt.
Dedikasi Rudy sejak tahun 1977 dan kepemimpinannya selama lima periode di Solo dinilai sebagai bukti nyata bahwa ia adalah figur paling stabil untuk memimpin Jawa Tengah.
Menunggu Keputusan Megawati
Saat ini, seluruh jajaran pengurus di tingkat daerah masih menunggu instruksi resmi dari DPP terkait nasib surat pengunduran diri tersebut.
Keputusan final dari pusat diperkirakan baru akan turun setelah momen Natal mendatang. Hingga saat itu, struktur partai di tingkat bawah diminta tetap fokus pada reorganisasi internal dan menjaga Solo tetap "Adem Ayem". (dam)