Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Siapa Muhammad Jazir ASP? Tokoh Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang Berpulang, Ini Profil Lengkapnya

Nur Pramudito • Senin, 22 Desember 2025 | 19:27 WIB

Profil Muhammad Jazir ASP, tokoh Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang wafat 22 Desember 2025. Kiprah dakwah, pendidikan, dan sosialnya.
Profil Muhammad Jazir ASP, tokoh Masjid Jogokariyan Yogyakarta yang wafat 22 Desember 2025. Kiprah dakwah, pendidikan, dan sosialnya.

RADARSOLO.COM - Tokoh penggerak dakwah nasional sekaligus Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Muhammad Jazir ASP, meninggal dunia pada Senin (22/12/2025).

Almarhum mengembuskan napas terakhir di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan meninggalkan duka mendalam bagi umat Islam serta gerakan dakwah di Indonesia.

Sosok Muhammad Jazir ASP dikenal luas sebagai motor transformasi Masjid Jogokariyan.

Di bawah kepemimpinannya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi berkembang menjadi pusat pemberdayaan sosial, penguatan ekonomi umat, dan pendidikan masyarakat berbasis jemaah.

Kabar wafatnya Muhammad Jazir ASP juga mendapat perhatian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Baca Juga: Innalillahi, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta Muhammad Jazir Asp Meninggal Dunia

Almarhum tercatat menjabat Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jogokariyan dan dikenal aktif menggerakkan dakwah di tingkat akar rumput.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan belasungkawa mendalam.

Ia menilai almarhum sebagai kader persyarikatan yang tekun, gigih, dan penuh dedikasi dalam memajukan dakwah berbasis masjid.

“Almarhum adalah kader Muhammadiyah yang konsisten dan bekerja dengan sepenuh hati. Komitmennya menjadi teladan bagi pengelolaan masjid di Indonesia,” ujar Haedar Nashir di Yogyakarta, Senin (22/12/2025).

Transformasi Masjid Jogokariyan

Di tangan Muhammad Jazir ASP, Masjid Jogokariyan Yogyakarta mengalami perubahan besar.

Masjid diarahkan menjadi ruang hidup umat yang menyatu dengan persoalan sosial, ekonomi, dan pendidikan warga sekitar.

Gagasan memakmurkan masjid yang ia bangun sejalan dengan visi Muhammadiyah dalam membina umat secara holistik dan berkelanjutan.

Tak heran, Masjid Jogokariyan kemudian dikenal secara nasional sebagai model masjid berbasis jemaah, bahkan menjadi rujukan pengelola masjid dari berbagai daerah.

Profil Muhammad Jazir ASP

Dihimpun dari berbagai sumber, Muhammad Jazir ASP lahir di Yogyakarta pada 28 Oktober 1962.

Sejak muda, ia tumbuh dalam lingkungan religius dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pendidikan formalnya ditempuh di Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ia kemudian memperdalam keilmuan dengan melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.

Perpaduan latar belakang pendidikan keislaman dan hukum membentuk karakter Muhammad Jazir ASP sebagai figur moderat, sistematis, dan adaptif dalam mengembangkan dakwah sesuai kebutuhan zaman.

Selain aktif di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, almarhum pernah dipercaya menjadi tim ahli Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia juga menjabat Wakil Ketua Pengarah AYODYA, komunitas yang bergerak dalam penguatan nilai keistimewaan DIY.

Di bidang keumatan, Muhammad Jazir ASP mengemban amanah sebagai Presiden Direktur BKPAKSI (Badan Koordinasi Pendidikan Al Quran dan Keluarga Sakinah Indonesia), aktif di Komisi Dakwah MUI DIY, serta dikenal sebagai pemerhati sejarah, budaya, dan konsultan bisnis kuliner.

Baca Juga: Innalillahi, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta Muhammad Jazir Asp Meninggal Dunia

Perintis Pendidikan Al Quran

Komitmen Muhammad Jazir ASP terhadap pendidikan Al Quran telah terlihat sejak usia muda.

Pada 1986, ia merintis pendirian TK Al Quran dengan metode pembelajaran inovatif dan ramah anak.

Model pengajaran tersebut berkembang pesat dan diterapkan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan merambah ke sejumlah negara Asia Tenggara.

Atas dedikasinya, Presiden RI saat itu BJ Habibie menganugerahkan penghargaan Tokoh Perintis Gerakan Al Quran Tingkat Nasional.

Kepemimpinan Berbasis Kebersamaan

Dalam memimpin takmir Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir ASP menekankan pentingnya kebersamaan.

Ia memandang kepemimpinan bukan sebagai ajang “one man show”, melainkan kerja kolektif yang melibatkan seluruh jemaah.

Prinsip tersebut tercermin dalam berbagai program masjid yang selalu mengedepankan partisipasi warga.

Dengan pendekatan ini, Masjid Jogokariyan Yogyakarta tumbuh sebagai milik bersama dan menjadi pusat aktivitas umat.

Respons Sosial dan Kepedulian Kebangsaan

Semasa hidupnya, Muhammad Jazir ASP juga dikenal peka terhadap isu sosial dan kebangsaan.

Salah satu aksi yang dikenang adalah penggalangan dana pascatragedi tenggelamnya KRI Nanggala 402 pada 2021.

Bersama jemaah Masjid Jogokariyan, ia menginisiasi donasi untuk mendukung pengadaan alutsista TNI AL.

Dalam waktu sekitar sepekan, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp300 juta dan diserahkan kepada Danlanal Yogyakarta pada April 2021.

Gagasan dakwah lainnya terwujud melalui Kampung Ramadan Jogokariyan. Program ini tak hanya menjadi pusat kuliner Ramadan, tetapi juga ruang kajian dan dialog terbuka.

Sejumlah tokoh nasional, seperti Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, pernah hadir dalam kegiatan tersebut.

Kepergian Muhammad Jazir ASP menjadi pengingat akan peran strategis masjid dalam membangun peradaban.

Warisan pemikiran dan keteladanan yang ia tinggalkan di Masjid Jogokariyan Yogyakarta diharapkan terus menginspirasi generasi berikutnya dalam memakmurkan masjid dan umat.(np)

Editor : Nur Pramudito
#meninggal dunia #masjid jogokariyan #profil #Sosok #yogyakarta #Muhammad Jazir ASP