RADARSOLO.COM – Nama John Herdman menjadi sorotan setelah media Kanada melaporkan bahwa pelatih asal Inggris itu bakal menukangi Timnas Indonesia mulai 2026.
Laporan tersebut pertama kali diungkap canadiansoccerdaily.com yang menyebut Herdman telah ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia putra.
Jika kabar itu benar, maka Herdman akan menjadi pelatih tetap pertama sejak dirinya mengundurkan diri dari Toronto FC usai kompetisi MLS 2024, menyusul polemik drone yang menyeret sepak bola Kanada.
Di sisi lain, di balik penunjukan tersebut, publik tak hanya menyoroti rekam jejak Herdman.
Melainkan juga besaran gaji yang dikabarkan jauh lebih kecil dibanding para pendahulunya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.
Herdman Gantikan Patrick Kluivert
Penunjukan John Herdman disebut sebagai bagian dari evaluasi besar PSSI setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026.
Herdman digadang-gadang bakal menggantikan Patrick Kluivert yang tidak melanjutkan kontraknya bersama skuad Garuda.
Tak hanya bertugas menangani tim senior, Herdman juga disebut akan memegang kendali Timnas Indonesia U-23.
Penugasan ganda ini diyakini menjadi strategi jangka panjang PSSI untuk mempercepat target tampil di Piala Dunia 2030.
PSSI Masih Tertutup Soal Pelatih Baru
Hingga kini, PSSI belum memberikan pernyataan resmi terkait penunjukan Herdman.
Dilansir dari Antara, Anggota Komite Eksekutif PSSI, Endri Erawan, sebelumnya hanya menyebut bahwa kandidat pelatih Timnas Indonesia tidak jauh dari nama-nama yang sudah ramai diberitakan media.
Sikap tertutup PSSI justru memicu spekulasi, terutama terkait nilai kontrak dan skema kerja sama yang akan diberikan kepada pelatih anyar tersebut.
Gaji John Herdman
Isu lain yang tak kalah menyita perhatian adalah soal gaji John Herdman.
Seorang jurnalis asal Amerika Serikat mengungkap bahwa PSSI dikabarkan menyodorkan gaji sekitar USD 40.000 per bulan kepada Herdman.
“John Herdman dilaporkan ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia dengan gaji USD 40.000 per bulan dan mulai bertugas pada 2026. Fokus awalnya adalah Piala Asia 2027,” tulis jurnalis tersebut di akun media sosialnya.
Jika dikonversikan ke rupiah, nilai tersebut setara sekitar Rp670 juta per bulan.
Dibandingkan Kluivert dan Shin Tae-yong
Angka tersebut terbilang jauh lebih kecil dibanding gaji Patrick Kluivert saat pertama kali direkrut PSSI.
Mengacu laporan Antara, Kluivert disebut menerima bayaran sekitar Rp1,3 miliar hingga Rp1,5 miliar per bulan, atau setara Rp18–36 miliar per tahun.
Besaran itu menempatkan Kluivert sebagai salah satu pelatih tim nasional dengan gaji tertinggi di Asia Tenggara.
Namun, nilai kontraknya berpotensi berubah setelah kerja sama diputus lebih cepat.
Sementara itu, gaji Shin Tae-yong bahkan berada di atas Kluivert. Pelatih asal Korea Selatan tersebut dikabarkan menerima bayaran sekitar Rp1,9 miliar per bulan, atau sekitar Rp23,6 miliar per tahun saat masih menangani Timnas Indonesia.
Artinya, terdapat selisih sekitar Rp1,2 miliar per bulan antara gaji Shin Tae-yong dan John Herdman.
Fokus Kinerja atau Efisiensi Anggaran?
Jika kabar ini benar, penunjukan Herdman bisa menjadi sinyal perubahan strategi PSSI.
Alih-alih menggelontorkan dana besar untuk gaji pelatih, federasi tampaknya mulai menitikberatkan pada efektivitas program jangka panjang, termasuk pembinaan pemain muda dan kesinambungan tim nasional.
Kini publik menanti kepastian resmi dari PSSI.
Benarkah John Herdman menjadi nakhoda baru skuad Garuda? Dan, apakah efisiensi gaji ini akan berbanding lurus dengan prestasi Timnas Indonesia di level Asia dan dunia?
Editor : Syahaamah Fikria