RADARSOLO.COM – Nama Kepala Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, Hoho Alkaf, mendadak jadi sorotan publik usai mengunggah video klarifikasi sekaligus permintaan maaf
Meski mengaku jadi sasaran fitnah dan adu domba terkait kisruh lahan parkir yang terjadi pada malam Tahun Baru 2026 di Pasar Wisata Purwasaba, Hoho Alkaf memilih untuk tetap meminta maaf kepada warga.
Klarifikasi Hoho Alkaf disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @hoho_alkaff, pada Jumat (2/1/2026).
Dalam video tersebut, Hoho menyebut dirinya menjadi korban fitnah dan upaya adu domba yang membuat situasi desa memanas.
Permintaan Maaf Meski Merasa Difitnah
Dalam pernyataannya, Hoho mengungkapkan bahwa permintaan maaf yang ia sampaikan bukan karena mengakui kesalahan, melainkan demi meredam kegaduhan di masyarakat.
Ia menyebut permintaan maaf itu diminta oleh pihak yang justru tidak memiliki keterkaitan langsung dengan pengelolaan parkir Pasar Purwasaba.
"Ini video permintaan maaf yang di minta oleh orang yang bukan juru parkir di pasar Purwasaba tapi menuduh dan memfitnah saya tanpa dasar yang jelas, seolah lahan parkir itu sudah saya miliki dan ini perbuatan sangat tidak terpuji tolong jangan diulangi," kata Hoho Alkaf.
Kisruh bermula ketika sekelompok warga menghentikan hiburan malam Tahun Baru di Pasar Wisata Purwasaba.
Mereka menuding Hoho Alkaf menutupi keberadaan surat dari Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarnegara terkait penetapan pengelola parkir pasar.
Situasi semakin memanas setelah muncul klaim dari seorang warga bernama Warsito yang mengaku sebagai pemenang lelang lahan parkir Pasar Purwasaba.
Klaim tersebut memicu kemarahan warga dan pengelola parkir lama, yang kemudian menuding Kades Hoho tidak transparan.
Dishub Banjarnegara Tegaskan Tidak Ada Lelang
Di tengah simpang siur informasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara menegaskan tidak pernah mengeluarkan surat penetapan pemenang lelang lahan parkir di Pasar Wisata Purwasaba.
Dalam klarifikasinya, Kades Hoho Alkaf juga menunjukkan surat dari Dinas Perhubungan yang memang tidak tertera keterangan soal lelang pengelolaan parkir Pasar Purwasaba.
"Lokasi parkir Pasar Purwasaba tidak pernah dilelang oleh saya, dan tidak ada urusan saya ngumpetin surat," kata dia.
Penegasan ini sekaligus membantah tudingan yang dialamatkan kepada Hoho Alkaf dan memperjelas bahwa klaim kepemilikan atau kemenangan lelang parkir tidak memiliki dasar resmi.
Dukungan Netizen Mengalir
Usai video klarifikasi tersebut diunggah, kolom komentar akun Instagram Hoho Alkaf dipenuhi dukungan dari netizen.
Banyak yang menilai Hoho bersikap ksatria dengan memilih meminta maaf demi menjaga kondusivitas desa, meski merasa dirinya tidak bersalah.
Sebagian netizen juga mengecam pihak-pihak yang dinilai menyebarkan informasi tidak benar dan memprovokasi warga hingga menyebabkan acara masyarakat terganggu.
"Orang lain yg salah pak kades yg minta maaf...sungguh luar biasa pak hatimu sangat bijak," komen @and*****.
"Nek uwong apik mesti ono sing ra seneng pak @hoho_alkaff , panjenengan tiyang sae, disenengi masyarakat nya, tenang mawon pak, saya doakan njenengan sabar," tulis @agu******. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria