RADARSOLO.COM - Liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah usai.
Kehangatan bersama keluarga, teman, sahabat dan kolega menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Meskipun long weekend Nataru habis, masih ada libur panjang di pertengahan Januari 2026.
Ya, tepatnya pada Jumat (16/1/2026) yang merupakan tanggal merah alias libur nasional.
Hari itu merupakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad S.A.W. 1447 Hijriah.
Karena jatuh di hari jumat, maka libur akhir pekan bisa lebih panjang.
Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kembali healing bersama orang-orang terdekat.
Diketahui, Isra mikraj merupakan salah satu peristiwa yang penting dalam agama Islam.
Kala itu, Nabi Muhammad SAW memperoleh berbagai pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi dirinya umatnya serta alam semesta.
Pengertian dari isra sendiri adalah perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa sedangkan mi'raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Aqsa menuju sidratul muntaha atau langit ketujuh.
Dalam perjalanan Isra Mi'raj ini mengisahkan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam.
Peristiwa ini merupakan peristiwa penting bagi umat Islam Karena pada saat yang sama beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam.
Baca Juga: Traffic Light Simpang Empat Wahyu Sukoharjo Mulai Diaktifkan Senin Besok
Adapun perjalanan Rasulullah SAW saat Isra Mi'raj ini diabadikan dalam surat Al-Isra ayat [17]:1 yang artinya:
"Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
Para ulama menyatakan bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dalam keadaan tidak tidur atau masih terjaga, bukan sebuah mimpi, dengan mengendarai Buraq.
Baca Juga: Oknum Guru di Karanganyar Diduga Setubuhi Anak di Bawah Umur, Polisi Siapkan Penetapan Tersangka
Dalam perjalanannya bersama Malaikat Jibril, Nabi Muhammad SAW singgah dilima tempat, dan pada setiap tempat beliau singgah Nabi Muhammad SAW berhenti sejenak dan melaksanakan shalat 2 rakaat.
Adapun tempat yang beliau singgah antara lain yaitu:
Kota Madinah, karena malaikat Jibril menjelaskan bahwa tempat inilah kelak Nabi Muhammad SAW berhijrah.
Selanjutnya Kota Madyan, dimana tempat persembunyian Nabi Musa AS dari kejaran tentara Fir’aun.
Lalu tempat yang ketiga yaitu di Thuur Sina, dimana tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT.
Kemudian untuk keempat kalinya Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril berhenti sejenak dan melakukan shalat dua rakaat di Baitul Lahm, tempat Nabi Isa AS dilahirkan.
Adapun tempat yang terakhir yaitu Masjidil Aqsha.
Selama perjalanan Isra Mi'raj yang penuh keajaiban, Nabi Muhammad SAW dihadapkan dengan pilihan antara kebaikan dan keburukan.
Setelah shalat berjamaah di Masjid Al Aqsa, Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril melesat menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT.
Baca Juga: Motor Hantam Sambungan Genset, Ojol Alami Luka Serius di Jalan Ir Sutami, Kota Solo
Dalam perjalanan, mereka singgah di tujuh lapis langit, bertemu para nabi terdahulu, diantaranya:
- Langit pertama, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Adam AS
- Langit kedua, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yahya AS dan Nabi Ishaq AS
- Langit ketiga, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Yusuf AS
- Langit keempat Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Idris AS
- Langit kelima, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Harun AS
- Langit keenam, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Musa AS
- Langit ketujuh, Rasulullah SAW bertemu dengan Nabi Ibrahim AS
Setelah bertemu dengan nabi-nabi terdahulu, Rasul bersama Malaikat Jibril singgah untuk mengunjungi Baitul Makmur, tempat para malaikat beribadah.
Adapun hikmah dari perjalanan Isra Mikraj ini yang sangat berati salah satunya salah satunya adalah penetapan shalat lima waktu dalam sehari semalam memiliki makna yang dalam.
Shalat menjadi pengingat kewajiban muslim untuk senantiasa mengingat Allah SWT di tengah kesibukan sehari-hari.
Isra Mi'raj tidak hanya mengukuhkan pentingnya shalat, tetapi juga menegaskan kekuatan, keimanan, dan ketakwaan Nabi Muhammad SAW, serta menjadi bukti keajaiban dan kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono