RADARSOLO.COM-Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia memberikan apresiasi kepada desa-desa yang berhasil mengelola kebudayaan sebagai sistem hidup yang berdampak sosial, ekologis, dan ekonomi.
Desa-desa ini merupakan bagian dari program Pemajuan Kebudayaan Desa, sebuah inisiatif strategis untuk menegaskan desa sebagai fondasi dan jantung kebudayaan nasional.
Program ini sejalan dengan visi pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam penguatan ketahanan nasional yang berakar pada kemandirian rakyat.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon menegaskan, desa memiliki posisi sentral dalam membentuk identitas dan karakter bangsa Indonesia.
“Desa-desa budaya adalah jantung dari identitas kebudayaan Indonesia. Di desa-desa inilah tradisi, adat istiadat, seni, dan kearifan lokal hidup dan berkembang. Budaya bukan sekadar simbol, tetapi merupakan kekuatan hidup yang menyatukan, menginspirasi, dan membangun karakter bangsa,” papar Fadli Zon.
Ia menekankan, di tengah arus modernisasi, desa budaya berperan sebagai benteng peradaban sekaligus ruang inovasi berbasis nilai-nilai lokal.
Pangan hingga Energi Terbarukan
Praktik pemajuan kebudayaan yang dilakukan desa-desa ini mengangkat berbagai tema krusial.
Seperti ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, serta pemanfaatan energi terbarukan berbasis kearifan lokal.
Sistem pertanian tradisional dan pengelolaan sumber daya alam berbasis adat menjadi bukti bahwa desa mampu menawarkan solusi konkret atas tantangan global.
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra menjelaskan, program yang berjalan sejak 2021 ini telah menyentuh lebih dari 500 desa di seluruh Indonesia.
“Desa adalah akar kehidupan budaya bangsa dan dapat dipandang sebagai museum hidup. Mengembangkan dan melestarikan budaya desa sebagai laboratorium hidup semestinya menjadi prioritas dalam pemajuan kebudayaan nasional,” jelas Ahmad Mahendra.
5 Penerima Apresiasi Desa Budaya 2025
Proses seleksi dilakukan secara komprehensif melibatkan dewan juri lintas disiplin, mulai dari akademisi, budayawan, hingga jurnalis. Penilaian mencakup komitmen kebijakan desa, inklusivitas warga (termasuk perempuan dan disabilitas), serta dampak ekonomi nyata.
Berikut adalah 5 desa yang terpilih menerima Apresiasi Desa Budaya 2025:
- Desa Cibaliung, Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Banten.
- Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
- Desa Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, Aceh.
- Desa Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
- Desa Tebat Patah, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi.
Baca Juga: Kementerian Kebudayaan Apresiasi Kiprah Jember Fashion Carnaval sebagai Fenomena Budaya Dunia
Suara dari Desa
Salah satu penerima apresiasi, Martinik (Daya Desa Tebat Patah, Jambi) menyampaikan, program ini memberi ruang bagi warga untuk kembali percaya pada kekuatan nilai budayanya sendiri.
“Apresiasi ini bukan hanya penghargaan, tetapi pengakuan atas kerja bersama kami sebagai warga desa. Budaya yang selama ini kami jalani dalam keseharian kini dilihat sebagai kekuatan untuk menghidupi desa, bukan sekadar peninggalan masa lalu,” ujarnya.
Melalui apresiasi ini, Kementerian Kebudayaan berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa kebudayaan desa adalah modal hidup untuk memperkuat daya tahan masyarakat, membangun kemandirian, serta merawat keberagaman Indonesia. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono