Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Viral Halo Matahari Muncul di Langit Jogja, Benarkah Sebuah Pertanda? Ini Penjelasan dan Faktanya

Syahaamah Fikria • Rabu, 14 Januari 2026 | 17:52 WIB
Fenomena halo matahari di langit Jogja.
Fenomena halo matahari di langit Jogja.

RADARSOLO.COM - Fenomena halo matahari mendadak viral dan jadi perbincangan netizen setelah tampak jelas menghiasi langit Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Cincin cahaya yang mengelilingi matahari itu terlihat oleh warga Jogja pada siang hari dan memicu beragam spekulasi, mulai dari tanda perubahan cuaca hingga dikaitkan dengan pertanda tertentu.

Fenomena tersebut terekam dan diunggah melalui akun Instagram @merapi_uncover.

Dalam unggahan itu disebutkan, halo matahari terlihat dari kawasan Jalan Kaliurang, Kabupaten Sleman pada Rabu (14/1/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.

Menanggapi viralnya peristiwa tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa halo matahari merupakan fenomena alam yang lazim terjadi dan tidak berbahaya.

Penjelasan BMKG soal Fenomena Cincin Matahari

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, menjelaskan bahwa halo matahari terbentuk akibat proses optik di atmosfer, bukan karena faktor supranatural maupun gejala bencana alam.

“Fenomena ini terjadi ketika cahaya matahari dibiaskan dan dipantulkan oleh kristal es yang terdapat di awan tinggi, khususnya awan cirrostratus,” ujar Warjono.

Kristal es tersebut berbentuk heksagonal menyerupai prisma dan berada pada ketinggian sekitar 5 hingga 10 kilometer di atas permukaan bumi.

Ketika sinar matahari melewati kristal-kristal es itu, cahaya akan dibelokkan sehingga membentuk lingkaran cahaya dengan matahari berada di pusatnya.

Warjono menambahkan, kemunculan awan cirrus atau cirrostratus kerap terjadi sebelum atau saat mendekati perubahan cuaca.

Sehingga halo matahari sering dianggap sebagai indikator kondisi atmosfer, bukan penyebab cuaca ekstrem.

“Fenomena halo matahari menandakan adanya udara lembap di lapisan atmosfer atas dan tidak membuat suhu udara di permukaan menjadi lebih panas,” jelasnya.

Ia menegaskan, halo matahari tidak berkaitan dengan bencana alam, tidak memicu cuaca ekstrem, dan tidak berpengaruh terhadap suhu permukaan maupun kondisi laut.

“Ini murni fenomena optik atmosfer yang alami, biasa terjadi, indah, dan tidak berbahaya,” tegas Warjono.

Apakah Halo Matahari Pertanda Bencana?

Pandangan senada disampaikan Prof Dr Sudibyakto, MS, pengamat iklim dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ia menekankan bahwa halo matahari merupakan fenomena alam yang umum dan tidak ada kaitannya dengan gempa bumi atau bencana lainnya.

Menurut Sudibyakto, lingkaran yang terlihat mengelilingi matahari terjadi akibat pembelokan cahaya oleh partikel uap air dan kristal es di atmosfer.

Proses tersebut dipicu oleh dispersi butir es atau air pada awan sirrus yang berinteraksi dengan sinar ultraviolet matahari.

“Pada musim hujan, partikel uap air bisa naik hingga lapisan atmosfer yang sangat tinggi. Partikel inilah yang membiaskan cahaya matahari,” jelasnya, dilansir dari laman ugm.ac.id .

Karena fenomena ini terjadi pada siang hari saat matahari berada hampir tegak lurus terhadap bumi, kemampuan pembelokan cahaya menjadi lebih kecil.

Akibatnya, warna yang terlihat terbatas dan tampak seperti lingkaran gelap di sekeliling matahari.

Mirip Pelangi, Tapi Terjadi di Siang Hari

Sudibyakto juga menjelaskan bahwa proses terbentuknya halo matahari pada dasarnya mirip dengan pembentukan pelangi.

Bedanya, pelangi umumnya terlihat pada pagi atau sore hari setelah hujan, saat matahari berada pada sudut rendah.

“Pada pagi atau sore hari, pembiasan cahaya lebih kuat sehingga warna pelangi terlihat lebih lengkap,” ungkapnya.

Sementara pada siang hari, ketika posisi matahari tegak lurus, kemampuan pembiasan cahaya melemah.

Ditambah adanya debu di atmosfer, warna yang muncul menjadi lebih gelap dan tidak secerah pelangi.

Dengan demikian, para ahli menegaskan bahwa halo matahari bukan pertanda mistis atau bencana, melainkan fenomena alam biasa yang menunjukkan kondisi atmosfer di lapisan atas sedang lembap.

Bagi masyarakat, fenomena ini justru dapat dinikmati sebagai salah satu keindahan alam langit Jogja yang jarang terlihat, tanpa perlu rasa khawatir berlebihan. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#Halo matahari #viral #fenomena langka #jogja #UGM #BMKG #fenomena langit