RADARSOLO.COM– PSIP Pemalang gagal memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sendiri pada pekan keempat Liga 4 Jawa Tengah 2025/2026. Menjamu Persibangga Purbalingga di Grup E, Rabu (14/1/2026), PSIP harus puas berbagi angka usai laga berakhir imbang 1-1.
Hasil ini datang di tengah perubahan besar di jajaran tim kepelatihan PSIP Pemalang. Manajemen sebelumnya melepas Coach Winaryo, Coach SanSan Susanpur, dan Coach Raka, lalu menunjuk M. Irfan sebagai pelatih kepala anyar.
Nama Irfan bukan sosok asing di sepak bola Jawa Tengah.
Dia pernah menukangi Persak Kebumen dan Persiku Kudus, serta memiliki latar belakang sebagai eks pemain PSIS Semarang, PSS Sleman, hingga PSIM Yogyakarta. Tak hanya itu, Irfan juga sempat mengemban tugas sebagai asisten pelatih Persekat Tegal.
Untuk menopang kinerja tim pelatih, manajemen PSIP turut menunjuk Bangun Setiadi sebagai asisten pelatih.
Bangun memiliki rekam jejak panjang bersama PSIP, mulai dari head coach PSIP senior pada 2022, pelatih PSIP U-17 2022/2023, hingga kembali dipercaya memegang PSIP U-17 pada 2023.
Sementara itu, laga lain di Grup E menghadirkan hasil positif bagi Persibas Banyumas.
Bermain di kandang sendiri, Persibas kembali menunjukkan konsistensi dengan menaklukkan PPSM Magelang lewat skor tipis 1-0. Gol semata wayang kemenangan Persibas dicetak oleh Aufa pada menit ke-26.
Baca Juga: Siapa Lolos? Rans Nusantara dan Persika Karanganyar Berebut Tiket Babak Berikutnya di Liga 3
Kemenangan tersebut membuat Persibas semakin nyaman di puncak klasemen Grup E. Tim asal Banyumas itu mencatatkan rekor sempurna dengan 12 poin dari empat laga, selalu menang sejak pekan pertama.
Di posisi kedua, Persibangga Purbalingga mengoleksi 7 poin, sementara PSIP Pemalang harus turun ke peringkat ketiga dengan 4 poin.
Nasib terberat dialami PPSM Magelang yang masih terpuruk di dasar klasemen tanpa satu poin pun, setelah selalu kalah dalam empat laga fase penyisihan.
Dengan dua pertandingan tersisa, persaingan Grup E masih terbuka lebar, terutama dalam perebutan posisi runner-up yang krusial untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. (nik)
Editor : Niko auglandy