RADARSOLO.COM- Proses pencarian pesawat ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport yang hilang kontak di wilayah Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, masih terus dilakukan.
Pesawat dengan rute Yogyakarta-Makassar itu membawa 11 orang. Jumlah tersebut berdasarkan manifest awal.
Di sela-sela upaya ekstrakeras pencarian pesawat ATR 400, di media sosial beredar foto sejumlah benda di Puncak Bulusaraung.
"Kecelakaan pesawat Indonesia Air di Puncak Bulusaraung," tulis keterangan dalam foto tersebut.
Dalam unggahan itu juga terlihat sejumlah benda, namun tanpa keterangan jelas.
Lalu dimanakah letak Gunung Bulusarung? Gunung Bulusaraung berada di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung (TN Babul) Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Diberitakan sebelumnya, pesawat ATR 400 membawa 11 orang yang tercatat dalam manifest awal.
Data ini terdiri dari delapan kru penerbangan dan tiga orang penumpang.
Pihak maskapai dan otoritas terkait kini tengah melakukan verifikasi lanjutan di lapangan.
Daftar Manifes Kru dan Penumpang
Berdasarkan data yang diterima, berikut adalah nama-nama personel yang berada di dalam pesawat dengan nomor penerbangan tersebut:
Delapan Kru Penerbangan:
• Capt. Andy Dahananto (Pilot in Command)
• FO Yudha Mahardika (First Officer)
• Capt. Sukardi (XCU)
• Hariadi (FOO)
• Franky D. Tanamal (EOB)
• Junaedi (EOB)
• Florencia Lolita (Flight Attendant)
• Esther Aprilia (Flight Attendant)
Tiga Penumpang:
• Mr. Deden
• Mr. Ferry
• Mr. Yoga
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar Andi Sultan menjelaskan, fokus pencarian saat ini diarahkan ke koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.
Titik ini berada di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros, yang dikenal memiliki medan pegunungan karst dan hutan yang sangat rapat.
"Kami menyadari tantangan medan yang sulit, maka dari itu penggunaan drone untuk pemantauan udara menjadi krusial. Saat ini total 20 personel awal sudah di lokasi, dan tambahan 40 orang personel gabungan sedang dalam perjalanan untuk memperkuat penyisiran," jelas Andi Sultan.
Hingga saat ini, nasib ke-11 orang yang tercatat dalam manifes belum diketahui.
Pemerintah dan maskapai telah mendirikan Posko Terpadu di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebagai pusat informasi bagi pihak keluarga.
Pihak otoritas mengimbau agar keluarga dan masyarakat tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi (hoaks) dan hanya merujuk pada pernyataan resmi dari Basarnas serta Kementerian Perhubungan. (wa)
Editor : Tri wahyu Cahyono