Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Apakah Boleh Mengganti Utang Puasa Seminggu Menjelang Ramadan? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya

Syahaamah Fikria • Senin, 26 Januari 2026 | 21:02 WIB
Kapan Puasa Tasua dan Puasa Asyura 2025? Simak jadwal lengkap, niat, dan keutamaan puasa sunnah ini di bulan Muharram
Kapan Puasa Tasua dan Puasa Asyura 2025? Simak jadwal lengkap, niat, dan keutamaan puasa sunnah ini di bulan Muharram

RADARSOLO.COM - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, tidak sedikit umat Muslim yang mulai mengecek kembali kewajiban ibadah yang belum tertunaikan, termasuk utang puasa tahun sebelumnya.

Pertanyaan yang kerap muncul adalah, apakah qadha puasa boleh dilakukan mendekati Ramadan, bahkan hanya beberapa hari sebelumnya?

Secara syariat, puasa qadha Ramadan merupakan kewajiban bagi Muslim yang meninggalkan puasa karena uzur tertentu, seperti sakit, bepergian jauh (musafir), hamil, menyusui, haid, atau nifas.

Kewajiban ini harus dipenuhi sebelum masuk Ramadan berikutnya.

Kewajiban Qadha Puasa Ramadan

Puasa qadha adalah puasa pengganti atas hari-hari puasa Ramadan yang ditinggalkan.

Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah karya Ruhyat Ahmad dijelaskan bahwa qadha puasa hukumnya wajib dan tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan syari.

Kewajiban tersebut berlandaskan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 184 yang memerintahkan penggantian puasa bagi orang yang sakit atau dalam perjalanan di hari lain di luar Ramadan.

Imam Nawawi dalam Al-Majmu Syarah Al Muhadzdzab menegaskan, seseorang yang menunda qadha puasa hingga masuk Ramadan berikutnya tanpa uzur dinilai berdosa dan tetap wajib menunaikan puasa Ramadan yang sedang berjalan.

Kapan Batas Waktu Qadha Puasa Ramadan?

Qadha puasa sudah bisa dilakukan sejak bulan Syawal hingga menjelang Ramadan tahun berikutnya.

Bulan Syaban atau sebulan jelang Ramadan adalah waktu terakhir bagi umat Islam untuk melunasi utang puasa Ramadan.

Hal ini diperkuat oleh riwayat dari Aisyah r.a. yang menyebutkan bahwa dirinya mengqadha puasa Ramadan di bulan Syaban.

“Sesungguhnya aku berkewajiban melakukan puasa Ramadan dan aku tidak mampu melakukannya hingga datang Syakban.” (HR. Abu Dawud)

Apakah Boleh Qadha Puasa Seminggu Sebelum Ramadan?

Terkait qadha puasa seminggu sebelum Ramadan, para ulama memiliki pandangan yang relatif longgar.

Meski terdapat hadis yang menyebutkan larangan puasa setelah pertengahan Syaban, hadis tersebut dinilai lemah oleh sejumlah ulama, termasuk Imam Ahmad dan Ibnu Ma’in.

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa mayoritas ulama membolehkan puasa setelah Nisfu Syaban, termasuk puasa qadha, dan menilai hadis larangan tersebut tidak kuat.

Dengan demikian, mengganti puasa satu minggu sebelum Ramadan masih diperbolehkan, khususnya untuk puasa wajib seperti qadha Ramadan.

Hukum Mengganti Puasa Sehari Sebelum Ramadan

Berbeda halnya dengan qadha puasa sehari sebelum Ramadan, yang bertepatan dengan hari syak (hari yang meragukan apakah sudah masuk Ramadan atau belum).

Mayoritas ulama melarang puasa pada hari syak, berdasarkan hadis dari Ammar bin Yasir r.a.:

“Siapa yang puasa pada hari syak maka ia terah bermaksiat kepada Abul Qosim [Nabi Muhammad] SAW.” (HR. Bukhari secara muallaq)

Ibnu Hajar menjelaskan bahwa hadis ini menjadi dasar keharaman puasa pada hari syak.

Namun, Imam Nawawi memberikan catatan penting.

Apabila seseorang baru ingat memiliki utang puasa dan tidak ada hari lain untuk menggantinya, maka qadha pada hari syak makruh tetapi sah.

Anjuran Menyegerakan Qadha Puasa

Meski diperbolehkan hingga menjelang Ramadan, para ulama sangat menganjurkan agar qadha puasa tidak ditunda.

Menyegerakan ibadah merupakan bagian dari kebaikan, sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Mu’minun ayat 61 tentang orang-orang yang berlomba dalam kebaikan.


اُولٰۤىِٕكَ يُسَارِعُوْنَ فِى الْخَيْرٰتِ وَهُمْ لَهَا سٰبِقُوْنَ ۝٦١

Ulâ'ika yusâri'ûna fil-khairâti wa hum lahâ sâbiqûn.

Artinya: "Mereka itu bersegera dalam (melakukan) kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang lebih dahulu memperolehnya."

Oleh karena itu, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa, sebaiknya segera menunaikannya sebelum memasuki hari-hari akhir Syaban agar dapat menyambut Ramadan dengan tenang dan sempurna. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#puasa #utang puasa ramadan #puasa qadha #puasa 2026 #bayar utang puasa #Qadha Puasa #Ramadan #Ramadan 2026 #utang puasa #bulan syaban