RADARSOLO.COM - Perayaan Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari 2026 semakin dekat.
Menjelang momen penting Tahun Baru China ini, berbagai tradisi khas kembali dilakukan oleh masyarakat Tionghoa, salah satunya adalah kebiasaan membeli dan mengenakan Baju Baru.
Dalam rangkaian tradisi Imlek, membersihkan rumah hingga menyiapkan pakaian baru menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Tradisi Baju Baru saat Imlek 2026 bukan sekadar urusan penampilan, tetapi sarat akan makna filosofis yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pada masa lalu, masyarakat China umumnya hanya memiliki satu atau dua set pakaian untuk digunakan sepanjang tahun.
Karena itu, datangnya Tahun Baru China menjadi momen istimewa untuk mengenakan Baju Baru sebagai simbol dimulainya kehidupan yang lebih baik.
Makna utama dari tradisi Baju Baru adalah harapan akan awal yang segar, meninggalkan kesialan di tahun sebelumnya, serta menyambut keberuntungan di tahun yang baru.
Pakaian baru dipercaya membawa energi positif seiring pergantian tahun dalam kalender Imlek.
Dahulu, tradisi ini identik dengan peran para ibu dan istri yang menjahitkan pakaian baru bagi seluruh anggota keluarga menjelang Imlek.
Namun seiring perkembangan zaman, kebiasaan tersebut kini lebih banyak dilakukan dengan cara berbelanja pakaian di toko atau pusat perbelanjaan.
Meski demikian, nilai tradisi Imlek 2026 tetap dijaga.
Mengutip China Highlights, pakaian baru sebaiknya dikenakan tepat pada hari raya Imlek, sementara baju tidur baru biasa dipakai pada malam pergantian tahun atau sehari sebelum perayaan Tahun Baru China.
Tak ada aturan khusus terkait model pakaian yang harus dipilih.
Namun satu hal yang wajib diperhatikan, Baju Baru yang dikenakan harus dalam kondisi baik, tidak sobek, dan tidak rusak, karena pakaian yang cacat dipercaya dapat membawa nasib buruk.
Pada masa lampau, masyarakat kerap mengenakan busana tradisional seperti qi pao, pakaian khas dari Dinasti Qing yang umumnya terbuat dari sutra dan berwarna cerah.
Hingga kini, warna pakaian masih memiliki peran penting dalam tradisi Imlek.
Warna merah sangat dianjurkan dalam Imlek 2026 karena dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kekuatan, dan penolak energi negatif.
Merah menjadi warna paling identik dengan perayaan Tahun Baru China.
Setelah perayaan Imlek berlalu, masyarakat kembali menggunakan pakaian sehari-hari.
Namun bagi mereka yang lahir di bawah shio yang sedang berkuasa pada tahun tersebut, yakni shio Kuda di Imlek 2026, dianjurkan untuk mengenakan unsur warna merah sepanjang tahun.
Baca Juga: Imlek 2026 Kian Dekat, Ini Makna Tridharma di Kelenteng Tien Kok Sie Kota Solo
Jika tidak ingin mencolok, warna merah dapat disematkan melalui pakaian dalam, kaus kaki, atau aksesori kecil.
Tradisi ini diyakini mampu membawa perlindungan serta keberuntungan bagi pemilik shio.
Selain merah, warna emas juga dianggap membawa energi positif.
Emas melambangkan kemakmuran, kekayaan, dan kejayaan, sehingga kerap menjadi pilihan dalam busana Baju Baru saat Imlek 2026.
Sebaliknya, ada warna yang sebaiknya dihindari. Hitam dan putih tidak dianjurkan dalam perayaan Tahun Baru China karena identik dengan duka dan kematian, serta dipercaya dapat mendatangkan kesialan.
Dalam kepercayaan masyarakat China bagian selatan, mengenakan sepatu baru saat Imlek juga dihindari karena diyakini membawa nasib kurang baik.
Selain itu, pakaian robek seperti jeans sobek yang sedang tren di kalangan anak muda sebaiknya tidak digunakan.
Busana yang rusak dianggap dapat menarik energi negatif sepanjang tahun
Oleh sebab itu, memilih Baju Baru yang rapi dan layak pakai menjadi bagian penting dari tradisi Imlek 2026.
Demikian makna dan filosofi tradisi Baju Baru dalam perayaan Tahun Baru China. Selamat menyambut Imlek 2026, semoga membawa keberuntungan, kesejahteraan, dan awal yang lebih baik.(np)
Editor : Nur Pramudito