RADARSOLO.COM - Perayaan Cap Go Meh merupakan bagian penting dalam rangkaian Tahun Baru China dan dikenal sebagai penanda berakhirnya perayaan Imlek 2026.
Tradisi ini digelar tepat pada hari ke-15 bulan pertama dalam kalender lunar Tionghoa.
Sebagai puncak perayaan Imlek, Cap Go Meh sarat dengan nilai budaya, spiritual, dan filosofi kehidupan.
Beragam tradisi khas Tionghoa turut mewarnai perayaan ini, mulai dari arak-arakan budaya hingga ritual doa.
Lantas, apa makna dan tujuan dari Cap Go Meh dalam rangkaian Imlek 2026?
Baca Juga: Tradisi Baju Baru di Imlek 2026: Simbol Keberuntungan Sambut Tahun Baru China
Apa Itu Cap Go Meh?
Istilah Cap Go Meh berasal dari bahasa Hokkien yang berarti “malam kelima belas”.
Kata Cap Go merujuk pada angka 15, sedangkan Meh berarti malam.
Dengan demikian, Cap Go Meh menandai perayaan yang berlangsung pada malam ke-15 setelah Tahun Baru Imlek.
Dalam tradisi Tionghoa, Cap Go Meh juga dikenal sebagai Yuan Xiao Jie atau Festival Lampion.
Sejak masa Dinasti Han, perayaan ini telah dijalankan sebagai bentuk penghormatan spiritual kepada Dewa Tertinggi, Thai Yi.
Kala itu, para biksu Buddha menggelar ritual dengan membawa lentera sebagai simbol cahaya dan doa.
Seiring waktu, Cap Go Meh berkembang menjadi perayaan terbuka yang dirayakan masyarakat luas.
Dalam konteks Imlek 2026, Cap Go Meh kembali menjadi simbol puncak sukacita sekaligus penutup rangkaian perayaan Tahun Baru China.
Di berbagai daerah, Cap Go Meh identik dengan pawai budaya, pertunjukan barongsai, hingga iring-iringan naga.
Tradisi ini juga diyakini sebagai ritual tolak bala untuk membersihkan lingkungan dari energi negatif dan roh jahat.
Makna dan Tujuan Perayaan Cap Go Meh
1. Penanda Akhir Rangkaian Imlek
Cap Go Meh menjadi hari terakhir dalam perayaan Imlek 2026, sekaligus momentum penutup yang dipenuhi doa dan harapan agar tahun berjalan membawa keberuntungan dan kesejahteraan.
2. Bentuk Penghormatan Spiritual
Perayaan Cap Go Meh mengandung nilai religius, termasuk ritual persembahan kepada leluhur serta doa kepada para dewa demi kesehatan, perlindungan, dan kelimpahan rezeki.
3. Simbol Kebersamaan Keluarga
Hidangan khas seperti tangyuan atau ronde, yang berbentuk bulat, melambangkan persatuan dan keharmonisan.
Cap Go Meh menjadi momen berkumpul keluarga untuk mempererat ikatan antargenerasi.
4. Wujud Harapan dan Doa Baru
Tradisi menyalakan dan menerbangkan lampion menjadi simbol pelepasan doa serta harapan agar tahun baru membawa kebahagiaan, kesuksesan, dan kehidupan yang lebih baik.
5. Pelestarian Warisan Budaya
Di Indonesia, Cap Go Meh dalam rangkaian Imlek 2026 juga tampil sebagai perayaan budaya yang unik.
Daerah seperti Singkawang, Pontianak, dan Medan dikenal dengan tradisi Tatung, yang memperkaya nilai budaya dan kearifan lokal.
Dengan filosofi mendalam tersebut, Cap Go Meh bukan sekadar penutup perayaan Imlek 2026, melainkan momentum refleksi, penguatan tradisi, serta simbol harapan akan masa depan yang lebih harmonis dan sejahtera.(np)
Editor : Nur Pramudito