RADARSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, tradisi ziarah kubur kembali dilakukan oleh banyak umat Islam di berbagai daerah di Indonesia.
Aktivitas yang kerap disebut nyekar, sadranan, atau ziarah kubur ini menjadi momentum spiritual untuk mendoakan keluarga yang telah wafat sekaligus menyiapkan batin sebelum memasuki bulan puasa.
Dalam ajaran Islam, ziarah kubur bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan amalan yang memiliki landasan syariat.
Rasulullah SAW membolehkan ziarah kubur karena mengandung hikmah besar, terutama sebagai pengingat kematian dan kehidupan akhirat.
Sejumlah ulama menegaskan bahwa ziarah kubur dianjurkan selama dilakukan dengan niat yang lurus dan tata cara yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Tujuan Ziarah Kubur Menjelang Ramadan
Ziarah kubur menjelang puasa Ramadan umumnya dilakukan dengan beberapa tujuan utama, di antaranya:
- Mendoakan orang tua, keluarga, dan kerabat yang telah meninggal dunia
- Mengingat kematian sebagai sarana introspeksi diri
- Membersihkan hati dan menata niat sebelum menjalankan ibadah puasa
- Memperkuat kesadaran spiritual menghadapi bulan penuh ampunan
Rasulullah SAW bersabda bahwa ziarah kubur dapat mengingatkan manusia pada akhirat, sehingga dianjurkan bagi umat Islam yang ingin memperbaiki kualitas ibadahnya.
Tata Cara Ziarah Kubur Jelang Puasa Ramadan 2026
Agar ziarah kubur bernilai ibadah dan tidak keluar dari tuntunan syariat, berikut tata cara yang dianjurkan:
1. Meluruskan niat
Sebelum berangkat, niatkan ziarah semata-mata karena Allah SWT, untuk mendoakan ahli kubur dan mengambil pelajaran dari kematian, bukan untuk tujuan lain yang menyimpang.
2. Berwudhu sebelum berangkat
Meski tidak diwajibkan, berwudhu dianjurkan agar peziarah berada dalam keadaan suci dan lebih khusyuk saat berdoa.
3. Mengucapkan salam kepada ahli kubur
Setibanya di area pemakaman, disunahkan mengucapkan salam sebagai bentuk penghormatan:
Assalāmu‘alaikum yā ahlal qubūr, yaghfirullāhu lanā wa lakum, antum salafunā wa naḥnu bil-atsar.
Artinya:
“Salam sejahtera bagi kalian wahai penghuni kubur. Semoga Allah mengampuni dosa kami dan dosa kalian. Kalian telah mendahului kami dan kami akan menyusul kalian.”
4. Menghadap kiblat saat berdoa
Saat memanjatkan doa, dianjurkan menghadap kiblat.
Peziarah juga dianjurkan memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, dan takbir.
Doa Ziarah Kubur yang Dianjurkan Dibaca
Berikut doa yang dianjurkan dibaca saat ziarah kubur:
أَلسَّلَامُ عَلَى أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.
Artinya:
“Semoga keselamatan tercurah kepada para penghuni kubur dari golongan mukmin dan muslim. Sesungguhnya, jika Allah menghendaki, kami akan menyusul kalian. Aku memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kalian.”
Selain itu, doa khusus untuk ahli kubur juga sangat dianjurkan:
اللَّهُمَّ ٱغْفِرْ لَهُ وَٱرْحَمْهُ وَعَافِهِ وَٱعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَٱغْسِلْهُ بِٱلْمَاءِ وَٱلثَّلْجِ وَٱلْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ ٱلْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى ٱلثَّوْبُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَأَدْخِلْهُ ٱلْجَنَّةَ، وَنَجِّهِ مِنْ عَذَابِ ٱلْقَبْرِ وَعَذَابِ ٱلنَّارِ.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, berilah keselamatan dan maafkanlah dia. Muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa-dosanya sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda. Berilah dia rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, keluarga yang lebih baik, dan masukkanlah dia ke dalam surga. Lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa neraka."
5. Membaca istighfar dan Alquran
Peziarah dianjurkan memperbanyak istighfar, di antaranya:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astagfirullāhal ‘aẓīm alladzī lā ilāha illā huwal ḥayyul qayyūm wa atūbu ilaih.
Selain itu, dianjurkan membaca:
- Surat Al-Fatihah
- Surat Al-Ikhlas
- Surat Al-Falaq
- Surat An-Nas
- Surat Yasin
6. Tidak berlebihan dalam meratap
Islam melarang meratap secara berlebihan atau melakukan tindakan yang tidak sesuai syariat, seperti menangis histeris, meminta sesuatu kepada kubur, atau melakukan ritual yang tidak berdasar dalil.
7. Menyiram kubur dengan air
Menyiram kuburan dengan air dibolehkan dan disunahkan.
Hal ini dicontohkan Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud, saat beliau menyiram makam putranya, Ibrahim.
Makna Ziarah Kubur Menjelang Ramadan
Ziarah kubur menjelang Ramadan 2026 dapat menjadi sarana refleksi diri yang mendalam.
Selain mendoakan orang-orang tercinta yang telah wafat, ziarah juga membantu umat Islam mempersiapkan hati agar lebih tenang, bersih, dan siap menjalani ibadah puasa dengan penuh kesadaran.
Dengan memahami tata cara dan doa yang benar, tradisi ziarah kubur tidak hanya bernilai budaya.
Melainkan juga menjadi amalan ibadah yang mendatangkan pahala dan keberkahan menjelang bulan suci Ramadan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria