Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Teks Khutbah Jumat Ramadhan 20 Februari 2026: Sambut Minggu Pertama Bulan Puasa

Nur Pramudito • Jumat, 20 Februari 2026 | 07:51 WIB

Teks Khutbah Jumat Ramadhan 20 Februari 2026: Sambut Minggu Pertama Bulan Puasa
Teks Khutbah Jumat Ramadhan 20 Februari 2026: Sambut Minggu Pertama Bulan Puasa

RADARSOLO.COM – Teks Khutbah Jumat Ramadhan 20 Februari 2026 untuk minggu pertama Bulan Puasa kini telah tersedia dan dapat dipelajari secara menyeluruh oleh para khatib yang mendapat amanah.

Materi Teks Khutbah Jumat bertema awal Ramadhan ini dapat dijadikan referensi utama bagi khatib dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada jamaah pada pekan pertama Ramadhan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menetapkan awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dengan penetapan tersebut, pelaksanaan Teks Khutbah Jumat Ramadhan 20 Februari 2026 bertepatan dengan 2 Ramadhan 1447 Hijriah.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Menyambut Ramadhan, 13 Februari 2026: Bekal Iman dan Takwa di Penghujung Syaban

Bagi umat Islam, Bulan Puasa Ramadhan merupakan momentum penuh keberkahan dan kemuliaan.

Pada bulan ini, Allah SWT membuka pintu ampunan seluas-luasnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menghidupkan Ramadhan dengan ibadah.

Tidak hanya itu, di dalam Bulan Puasa juga terdapat malam istimewa, yaitu lailatul qadar, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Karena keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan Ramadhan sejak hari pertama hingga akhir bulan.

Teks Khutbah Jumat Ramadhan 20 Februari 2026 minggu pertama ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi para khatib dalam menyampaikan khutbah yang relevan, menyentuh, dan penuh makna pada awal Bulan Puasa.

Khutbah 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ الْجَسِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah.............

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.

Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.

Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Hadirin salat Jumat yang berbahagia.............

Khatib ingin mengajak bersama-sama untuk merenungi sebuah topik yang sangat penting, yaitu persiapan minggu pertama Ramadhan dan awal puasa. Hari ini, kita semua telah berdiri di pintu rahmat. Kita adalah hamba-hamba pilihan yang diizinkan Allah untuk kembali menghirup aroma pengampunan-Nya.

Pada hari ini, kita telah memasuki hari kedua bulan Ramadhan. Bulan yang dinantikan kehadirannya oleh umat Islam di penjuru dunia. Dalam Islam, Ramadhan merupakan salah satu bukan yang dimuliakan Allah.

Pada bulan tersebut, Allah akan membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu neraka. Selain itu, Allah juga akan membelenggu setan-setan. Di bulan yang suci itu, Allah juga menjanjikan akan melipatgandakan amal ibadah bagi hambaNya yang melakukan kebaikan.

Salah satu ibadah di bulan Ramadhan yang diwajibkan bagi umat Islam ialah puasa. Puasa tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus. Puasa juga menahan diri dari perbuatan-perbuatan tercela dan haram.

Perintah puasa ini termaktub dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 yang berbunyi:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Puasa Ramadhan termasuk rukun Islam yang ketiga. Secara hukum, puasa Ramadhan wajib bagi setiap Muslim yang sudah baligh, berakal sehat, dan mampu secara fisik. Adapun tujuan puasa Ramadhan ialah mencapai derajat takwa. Fase seseorang menjadi lebih sadar akan kehadiran Allah dalam hidup.

Jamaah yang dirahmati Allah.............

Dalam hadis nabi disebutkan bahwa orang yang sedang berpuasa doanya akan diijabah oleh Allah. Rasulullah bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ

Artinya: Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya (HR Baihaqi).

Atas dasar hadis tersebut, umat Islam yang tengah berpuasa dianjurkan untuk memperbanyak doa dan amal kebaikan. Sebab, orang yang mampu menghidupkan bulan Ramadhan dengan beribadah, dosanya akan diampuni oleh Allah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari dan Muslim).

Ma’asyiral Muslimin.............

Selain beribadah untuk diri sendiri, puasa juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Dengan merasakan lapar dan haus secara sengaja, seorang Muslim diajak untuk merasakan penderitaan mereka yang kurang beruntung.

Para fakir miskin mungkin kelaparan bukan karena ibadah, tapi karena keadaan. Dengan merasakan penderitaan tersebut, umat Islam diharapkan tergugah untuk lebih dermawan dan peduli terhadap sesama.

Ramadhan juga dapat mempererat tali silaturahmi dengan menciptakan momen kebersamaan yang jarang terjadi di bulan-bulan lain. Kebersamaan itu dapat terjalin saat salat tarawih berjamaah atau saat buka puasa bersama.

Hadirin yang berbahagia.............

Dalam Ramadhan, semua orang baik si kaya maupun miskin, pejabat maupun rakyat biasa merasakan lapar yang sama. Tak hanya itu, semua orang juga menahan diri pada waktu yang sama, dan berbuka pada waktu yang sama. Hal ini meleburkan sekat-sekat kelas sosial dan mengingatkan bahwa di mata Allah, semua manusia adalah setara.

Ramadhan juga menjadi titik balik bagi kita, untuk memulai memperbaiki ibadah dan meningkatkan ketakwaan kita.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:

فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله

إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ

تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Editor : Nur Pramudito
#teks khutbah jumat 20 februari 2026 #bulan puasa #Teks Khutbah #khutbah jumat #ramadhan 2026 #20 Februari 2026