Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Manipulasi Dokumen Ekspor, 90 Ton Kratom Ilegal Berkedok Kopi Dibongkar di Tanjung Emas Semarang

Kabun Triyatno • Rabu, 25 Februari 2026 | 15:01 WIB

Wagub Jateng Gus Yasin apresiasi ketegasan petugas Bea Cukai Tanjung Emas Semarang yang gagalkan penyelundupan kratom. (Humas Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Gus Yasin apresiasi ketegasan petugas Bea Cukai Tanjung Emas Semarang yang gagalkan penyelundupan kratom. (Humas Pemprov Jateng)

RADARSOLO.COM – Skandal penyelundupan komoditas bernilai ekonomi tinggi kembali terbongkar di gerbang ekspor Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Bea Cukai Tanjung Emas yang berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal 90.200 kilogram kratom senilai Rp4,96 miliar yang sedianya dikirim ke India.

Baca Juga: Di Balik Jernihnya Umbul Pelem, Desa Wunut Gelar Pesantren Kilat Ramadhan: Padukan Wisata Alam dan Alquran

Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta Agus Yulianto memaparkan bahwa kasus ini terbongkar berkat kejelian intelijen yang mencium adanya ketidaksesuaian dokumen. Dalam dokumen pabean, pelaku mengeklaim barang tersebut sebagai "foodstuff coffee". Namun, pemeriksaan fisik mengungkap fakta berbeda.

Baca Juga: Bukan Sekadar Kota Bakso, Intip 6 Desa Kreatif di Wonogiri: Dari Kampung Dinamo hingga Seni Pahat Wayang

Petugas menemukan 3.608 tas berisi rajangan daun hijau yang mencurigakan. Setelah dilakukan uji laboratorium, barang tersebut dipastikan sebagai kratom (Mitragyna speciosa). Tak hanya memalsukan keterangan barang, para pelaku juga terindikasi memanipulasi dokumen pelengkap pabean demi meloloskan barang keluar dari Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Emas.

Buntut dari penyidikan ini, empat orang berinisial WI, AS, ME, dan MR telah ditetapkan sebagai tersangka. Berkas perkara mereka dinyatakan lengkap (P-21) dan kini telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Semarang.

Baca Juga: Surga Bahari yang Tersembunyi: Intip 10 Pantai Hidden Gem Wonogiri untuk Rehat dari Hiruk Pikuk Kota

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa penegakan hukum kepabeanan yang transparan adalah fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, besarnya volume barang bukti yang diamankan menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan perdagangan internasional di Jawa Tengah tidak bisa dikompromikan.

“Atas nama Pemprov dan masyarakat Jawa Tengah, kami mendukung penuh penegakan aturan kepabeanan. Transparansi dalam arus perdagangan internasional berpengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi kita,” ujar tokoh yang akrab disapa Gus Yasin tersebut saat konferensi pers di Tempat Penimbunan Pabean Bea Cukai Tanjung Emas, Rabu (25/2).

Baca Juga: Menepi Sejenak di Wonogiri: Inilah 10 Lokasi Eksotik, Dari Ubud Tersembunyi hingga Sensasi Negeri di Atas Awan

Gus Yasin mengingatkan bahwa meskipun kratom memiliki nilai ekspor yang menjanjikan, status hukum dan dampak kesehatannya masih berada dalam pengawasan ketat. Hingga saat ini, tata niaga kratom harus mengikuti regulasi ekspor-impor yang spesifik dan tidak boleh dijalankan secara ilegal atau manipulatif.

"Kratom memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi manfaat dan dampaknya harus melalui tahapan uji yang pasti. Karena itu, pengawasannya harus benar-benar diperkuat agar tidak mencederai citra perdagangan kita di kancah global," tegasnya.

Baca Juga: 7 Jenis Kurma Paling Populer Beserta Ciri-Ciri dan Manfaatnya

Meski menghadapi tantangan penyelundupan, Bea Cukai Tanjung Emas mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun anggaran 2025. Realisasi penerimaan menembus angka Rp2,32 triliun atau 111,78 persen dari target yang ditetapkan.

Prestasi ini sejalan dengan intensitas pengawasan yang meningkat, terbukti dengan terbitnya 598 Surat Bukti Penindakan (SBP) sepanjang tahun lalu dengan total nilai barang sitaan mencapai Rp87,43 miliar. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelayanan ekspor-impor yang cepat dan pengawasan yang ketat dapat berjalan beriringan guna menjaga integritas ekonomi Jawa Tengah.

Editor : Kabun Triyatno
#manipulasi dokumen #kratom #penyelundupan #skandal #ekspor #kopi