Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Angin Kencang Terjang Ngreden Klaten, Atap Parkir Masjid sampai Terbang lalu Terjun ke Sungai

Angga Purenda • Rabu, 25 Februari 2026 | 17:16 WIB

Penanganan atap tempat parkir masjid Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten yang terbang lalu terjebur ke sungai.
Penanganan atap tempat parkir masjid Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten yang terbang lalu terjebur ke sungai.

​RADARSOLO.COM-Cuaca ekstrem melanda wilayah Desa Ngreden, Kecamatan Wonosari, Klaten, Rabu (25/2/2026).

Meski hanya diawali hujan rintik-rintik, terpaan angin kencang yang berlangsung singkat  meluluhlantakkan atap tempat parkir Masjid Syifa'ul Qulub berbahan gavalum yang terangkat dan terbalik.

​Menurut kesaksian Sucipto, 73, takmir masjid, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 10.30.

Awalnya, kondisi cuaca tidak terlihat mengkhawatirkan, namun tiba-tiba berubah mencekam saat angin datang dari arah barat.

​"Tadi pukul 10.30 hujannya rintik-rintik. Setelah itu berhenti, lalu ada angin dari sebelah barat kencang sekali. Kejadiannya tidak sampai 5 menit, tapi saya lihat sendiri atap itu terangkat lalu terbang terbalik," ujar Sucipto, Rabu (25/2/2026).

​Kerusakan fatal menimpa struktur bangunan parkir aset masjid yang berdekatan dengan area makam.

Angin kencang tersebut menyapu bagian atap yang memiliki ukuran 21 meter x 5 meter.

"Saat kejadian berlangsung, area parkir dalam kondisi kosong sehingga tidak ada kendaraan jemaah yang tertimpa material bangunan parkir," ujarnya.

Rusaknya area parkir ini dipastikan bakal mengganggu kenyamanan jemaah yang ingin beribadah ke masjid.

​"Kalau belum diperbaiki ya tetap terkendala untuk parkir. Sementara ini nanti akan kami rembuk dan bicarakan dulu dengan pengurus untuk langkah perbaikan selanjutnya," tambah Sucipto.

​Sucipto menyebut, kerugian akibat atap tempat parkir itu disapu angin kencang mencapai sekira Rp 7 juta.

Salah satu warga Ngreden, Zafran, 28, menjelaskan selain tempat parkir masjid tersebut. Terdapat beberapa atap rumah warga yang juga terdampak angin kencang.

Baca Juga: Kuota Mudik Gratis Pemkab Sukoharjo 2026 Habis, 9 Bus Sudah Terisi Calon Pemudik Jakarta-Bandung

"Ada sekira dua rumah yang terdampak. Tapi sudah dikondisikan oleh warga secara swadaya," ujarnya.

Sementara itu, petugas Pusdalops BPBD Klaten Indiarto melaporkan bahwa dampak kerusakan tersebar di beberapa titik mulai dari wilayah barat hingga timur secara merata.

Selain di Kecamatan Wonosari juga terdapat di​Kecamatan Ceper, khususnya di Desa Ngawonggo terdapat empat rumah warga dan satu warung yang tertimpa pohon.

Begitu juga di ​Kecamatan Klaten Utara terdapat Sebuah baliho besar roboh di depan Kantor Pengadilan Negeri Klaten.

Titik kerusakan juga dilaporkan di Kecamatan Kebonarum (2 titik), Ngawen, Karanganom (Desa Soropaten), dan Juwiring.

​Indiarto menjelaskan, rata-rata kerusakan bangunan masuk dalam kategori ringan hingga sedang.

Menariknya, banyak atap yang terbang atau tersingkap adalah yang berbahan galvalum.

​"Rata-rata atap yang terbang itu galvalum karena penguatannya seringkali kurang sesuai, misalnya hanya menggunakan penyangga bambu. Namun, kami bersyukur tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini," jelas Indiarto.

​Tim Reaksi Cepat (TRC), relawan, BPBD, hingga Damkar telah diterjunkan untuk menangani pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan.

BPBD Klaten juga telah menyiapkan dukungan logistik dan material darurat.

​Mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlangsung hingga Maret, BPBD menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

​"Saat terjadi angin kencang, jangan berteduh di bawah baliho, pohon besar, atau bangunan yang kurang kokoh. Kejadian baliho roboh tadi membuktikan betapa fatalnya jika ada warga yang berteduh di sana," tegas Indiarto. (ren)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#angin kencang #bangunan rusak #Desa Ngreden #wonosari #BPBD Klaten #puting beliung