Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kisah WNI di Kota Qom Iran Beberkan Detik-Detik Serangan Rudal ke Teheran

Alfida Nurcholisah • Selasa, 3 Maret 2026 | 18:42 WIB

Ismail Amin, WNI yang berada di Iran. (Ist)
Ismail Amin, WNI yang berada di Iran. (Ist)

RADARSOLO.COM - Pagi hari di akhir Februari 2026 menjadi catatan kelam bagi kawasan Timur Tengah. Ismail Amin, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tengah menetap di Kota Kum, Iran, membeberkan detik-detik saat suara ledakan memecah kesunyian Sabtu (28/2) pagi.

Meskipun Kota Qom dikenal sebagai kota suci yang tenang, getaran rudal yang menyasar titik-titik strategis di Iran terasa hingga ke saraf masyarakat sipil, termasuk para perantau asal Indonesia.

Ismail menceritakan bahwa serangan rudal terjadi secara mendadak antara pukul 08.00 hingga 10.00 waktu setempat. Targetnya tidak main-main, sejumlah titik vital di Teheran menjadi sasaran utama.

“Ledakan terjadi di lokasi penting, mulai dari sekitar kediaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, kantor Kementerian Pertahanan, hingga markas badan energi atom,” ujar Ismail saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo, Selasa kemarin (3/3).

Serangan ini mengejutkan banyak pihak lantaran terjadi di tengah proses mediasi selama 10 hari antara Iran dan Amerika Serikat yang awalnya dikabarkan menunjukkan perkembangan positif. Namun, negosiasi itu seolah menguap saat Iran melancarkan serangan balasan satu jam kemudian ke sejumlah pangkalan militer di kawasan regional.

Pasca serangan, Ismail mengaku sempat terjadi gangguan infrastruktur komunikasi. “Kemarin jaringan listrik dan internet kami sempat terputus,” ungkapnya.

Meski pemerintah setempat telah menetapkan libur nasional selama tujuh hari dan masa berkabung selama 40 hari, suasana di akar rumput relatif terkendali. Menariknya, tidak terlihat adanya kepanikan masal seperti penimbunan barang (panic buying). Masyarakat justru memilih memenuhi masjid-masjid untuk menggelar doa bersama dan majelis duka.

“Kebutuhan logistik masih terpenuhi. Harga bahan pokok stabil karena adanya subsidi pemerintah dan bantuan tunai bagi kelompok rentan,” tambahnya.

Meski demikian, sejumlah fasilitas publik seperti pasar, sekolah, hingga Rumah Sakit Gandi di Teheran dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Hingga saat ini, kabar baik datang dari pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran yang menyatakan belum ada laporan WNI yang menjadi korban langsung. Pertemuan daring secara berkala terus digelar untuk memantau kondisi ratusan warga Indonesia yang tersebar di Iran.

KBRI pun telah menetapkan protokol keamanan ketat sebagai langkah antisipasi. “Kami diimbau untuk selalu membawa dokumen penting saat bepergian, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan terus menjaga komunikasi dengan pihak kedutaan,” jelas Ismail.

Meskipun evakuasi belum dilakukan secara massal, skenario penyelamatan telah disiapkan jika eskalasi konflik memburuk. Bagi Ismail dan para WNI lainnya, kini hanya ada satu doa agar langit Timur Tengah kembali tenang dan ketegangan segera mereda. (alf/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#jaringan listrik #wni #militer #Teheran #Kawasan Timur Tengah #kota qom #konflik #iran #ledakan #Punic Buying