Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Teks Khutbah Jumat Bulan Ramadhan 6 Maret 2026: Nuzulul Qur’an, Momen Mengenal Keagungan Al Quran

Nur Pramudito • Jumat, 6 Maret 2026 | 07:41 WIB

Ilustrasi khutbah Jumat
Ilustrasi khutbah Jumat

RADARSOLO.COM - Bulan Ramadhan menyimpan banyak keistimewaan bagi umat Islam, salah satunya adalah peringatan Nuzulul Qur’an, yaitu momentum turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup manusia.

Peristiwa Nuzulul Qur’an menjadi pengingat akan pentingnya wahyu Allah SWT dalam membimbing umat menuju jalan yang benar.

Dalam sejarah kenabian, Al-Qur’an diturunkan melalui dua tahap utama.

Pertama, Al-Qur’an diturunkan secara utuh pada malam Lailatulqadar dari Lauh Al-Mahfudz menuju Baitul Izzah di langit dunia.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadhan sebagai bagian dari kemuliaan Teks Khutbah Jumat Bulan Ramadhan 6 Maret 2026 yang mengangkat tema Nuzulul Qur’an.

Kedua, setelah berada di langit dunia, wahyu Al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 23 hingga 25 tahun.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Ramadhan 20 Februari 2026: Sambut Minggu Pertama Bulan Puasa

Proses penurunan bertahap ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an hadir untuk menjawab berbagai persoalan umat secara relevan dengan kondisi zaman.

Ayat pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang berisi perintah membaca, yaitu “Iqra” atau membaca.

Perintah membaca dalam Nuzulul Qur’an memiliki makna luas, tidak hanya membaca teks, tetapi juga membaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT di alam semesta.

Teks Khutbah Jumat Bulan Ramadhan 6 Maret 2026 ini mengingatkan bahwa Nuzulul Qur’an bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan momentum untuk meningkatkan keimanan dan memperkuat hubungan manusia dengan Al-Qur’an.

Bulan Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an.

Melalui peringatan Nuzulul Qur’an, umat Islam diharapkan mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan.

Teks Khutbah Jumat Bulan Ramadhan 6 Maret 2026 tentang Nuzulul Qur’an mengajarkan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan langkah awal menuju kehidupan yang lebih baik dan penuh berkah.

Teks Khutbah Jumat Bulan Ramadhan 6 Maret 2026 tentang Nuzulul Qur'an

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ الْجَسِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ

فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah…

Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.

Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.

Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.

Hadirin salat Jumat yang berbahagia.............

Khatib ingin mengajak bersama-sama untuk merenungi sebuah topik yang sangat penting, yaitu peristiwa Nuzulul Qur’an. Bagi umat Islam, Al-Qur’an adalah pedoman untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Hal ini termaktub dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝١٨٥

syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Menurut pendapat mayoritas ulama, Al-Qur'an turun secara sekaligus ke Bait al-'Izza. Setelah itu, kitab suci ini diturunkan kepada Nabi Muhammad saw secara berangsur atau bertahap selama sekitar 23 tahun. Turunnya Al-Qur'an kepada umat manusia sesuai dengan rangkaian peristiwa yang dialami Rasulullah sejak diangkat menjadi nabi hingga wafat pada usia 63 tahun.

Turunnya Al-Qur'an di bulan Ramadhan ini juga termuat dalam hadis riwayat Ibnu Hibban:

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "لَقَدْ رَأَيْتُ رَمَضَانَ كُلَّهُ، وَأُنْزِلَتْ فِيهِ الْأُمَّةُ كُلُّهَا حَتَّى يُرَى أَوْ يُسْمِعَ الرَّاكِبُ الشَّاحِنُ عَلَى إِنَاءِهِ، صَوْتُ الْمُؤْذِنِ وَالْمُنَادِي" (رواه ابن حبان).

Artinya: Nabi saw bersabda,"Sesungguhnya aku melihat bulan Ramadan secara keseluruhan dan umat (Islam) semuanya diberi wahyu (Al-Quran) pada bulan itu. Bahkan orang yang sedang naik kendaraan dan yang di belakangnya mendengar suara muadzin dan panggilan adzan," (HR. Ibnu Hibban).

Peristiwa Nuzulul Qur'an yang terjadi pada 610 M menandai bahwa sejak saat itu, Muhammad adalah nabi, utusan Allah yang ditugaskan untuk membawa pesan kepada umat manusia.

Mukjizat terbesar yang dimiliki Rasulullah saw bukanlah kemampuan untuk melakukan sesuatu di luar nalar manusia seperti nabi-nabi terdahulu. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw adalah Al-Qur'an.

Sejak pewahyuan surah Al-Alaq 1 hingga 5 kepada Nabi Muhammad saw., ayat demi ayat Al-Qur'an turun hingga total mencapai 114 surah dan lebih dari 6.000 ayat.

Wahyu pertama tersebut turun saat Nabi sedang uzlah di Gua Hira. Dalam kesendirian itu, Nabi Muhammad didatangi oleh malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu Surah Al-Alaq 1 hingga 5.

Dialog Nabi Muhammad dan malaikat Jibril diabadikan oleh oleh Ibnu Hisyam dalam kitab Sirahnya, jilid 1, halaman 220-221:

قَالَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَجَاءَنِي جِبْرِيْلُ وَأَنَا نَائِمٌ بِنَمَطِ مِنْ دِيبَاجٍ فِيْهِ كِتَابٌ فَقَالَ اِقْرَأْ قَالَ قُلْتُ: مَا أَقْرَأُ؟ قَالَ ‌فَغَتَّنِي ‌بِهِ ‌حَتَّى ‌ظَنَنْتُ ‌أَنَّهُ ‌الْمَوْتُ ثُمَّ أَرْسَلَنِيْ، فَقَالَ اِقْرَأْ قَالَ قُلْتُ: مَا أَقْرَأُ؟ قَالَ ‌فَغَتَّنِيْ ‌بِهِ ‌حَتَّى ‌ظَنَنْتُ ‌أَنَّهُ ‌الْمَوْتُ. ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ اِقْرَأْ قَالَ قُلْتُ: مَاذَا أَقْرَأُ؟ قَالَ ‌فَغَتَّنِيْ ‌بِهِ ‌حَتَّى ‌ظَنَنْتُ ‌أَنَّهُ ‌الْمَوْتُ ثُمَّ أَرْسَلَنِي، فَقَالَ اِقْرَأْ قَالَ فَقُلْتُ: مَاذَا أَقْرَأُ؟ مَا أَقُوْلُ ذَلِكَ إِلَّا افْتِدَاءً مِنْهُ أَنْ يَعُودَ لِي بِمِثْلِ مَا صَنَعَ بِي، فَقَالَ {اقْرَأْ بِاسْمِ رَبّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ} [العلق: 1 – 5] قَالَ فَقَرَأَتُهَا ثُمّ انْتَهَى، فَانْصَرَفَ

Artinya: Rasulullah saw bersabda," Jibril mendatangiku saat aku sedang tertidur dengan selimut yang terbuat dari sutera. Jibril tiba-tiba berkata, 'Bacalah!'.Aku menjawab, Apa yang akan aku baca? Ketika itu Jibril memelukku sehingga aku mengira bahwa ia adalah malaikat maut, setelah itu dia melepasku."

Selanjutnya Jibril kembali berkata, “Bacalah!” Nabi melanjutkan ceritanya, aku menjawab, “Apa yang akan aku baca?” Jibril memelukku lagi sehingga aku mengira bahwa ia adalah malaikat maut, setelah itu dia melepasku.

Setelahnya Jibril mengulangi perkataannya, “Bacalah!” Nabi melanjutkan, aku menjawab, “Apa yang akan aku baca?” Jibril memelukku lagi untuk yang sekian kalinya sehingga aku mengira bahwa ia adalah malaikat maut, setelah itu dia melepasku kembali.

Kemudian Jibril mengulang perkataannya untuk yang keempat kalinya, “Bacalah!” Nabi melanjutkan kisahnya dengan berkata, aku menjawab, “Apa yang akan aku baca?” Nabi berkata lagi, “Tidaklah aku mengatakan hal demikian, kecuali semata-mata untuk merespons apa yang Jibril lakukan kepadaku.”

Sehingga pada akhirnya Jibril berkata, “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmu-lah Yang Maha mulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1-5) Nabi bercerita, lalu aku mengikuti bacaan tersebut dan setelahnya Jibril pergi.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah.....

Melalui wahyu pertama tersebut, kita semua diperintah oleh Allah untuk membaca dengan perintah bacalah!. Membaca tidak hanya bersifat tekstual. Membaca juga dapat difahami dengan membaca keadaan sosial politik, membaca perilaku-perilaku yang dzolim, hingga membaca kesewenang-wenangan. Melalui bekal membaca, seseorang akan menemukan kebijaksanaan dalam sikap, yang diterapkan dalam hidup.

Melalui wahyu pertama, umat Islam diwajibkan untuk belajar, meneliti, dan memahami alam semesta serta penciptanya. Nuzulul Qur'an adalah mandat bagi umat Islam untuk menjadi umat yang berilmu dan tidak terjebak dalam kebodohan.

Tanpa Al-Qur'an, manusia ibarat pengembara tanpa peta di tengah padang pasir. Makna Nuzulul Qur'an adalah pengingat bahwa Allah tidak membiarkan manusia berjalan sendirian. Al-Qur'an hadir sebagai panduan hidup agar manusia tidak tersesat dalam mengambil keputusan, baik urusan dunia maupun akhirat.

Ma’asyiral Muslimin.............

Semoga dengan memahami makna dalam peristiwa Nuzulul Qur’an ini, kita menjadi hamba yang lebih taat. Hamba yang gemar untuk membekali diri dengan ilmu dan kebaikan. Semoga bulan Ramadhan menjadi titik balik untuk mulai memperbaiki ibadah dan meningkatkan ketakwaan.

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

Khutbah II

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ، وَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالبَشَرِ. اَللَّهُمُّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَاُذُنٌ بِخَبَرٍ , أَمَّا بَعْدُ:

فَيَاعِبادَ الله إِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى وَذَرُوْا الفَوَاخِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بطَنَ وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَخُضُوْرِ الجُمُعَةِ وَالجَمَاعَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلاَئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ العَالَمِينَ رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبادَ الله

إِنَّ اللهَ يَأمُرُ بِالعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى القُربَى وَيَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُم لَعَلَّكُم تَذَكَّرُوْنَ, فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكبَرُ

تَعَالىَ وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَااَيَّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وِسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ

Editor : Nur Pramudito
#6 Maret 2026 #teks khutbah jumat #al quran #bulan ramadhan #khutbah jumat #Nuzulul Qur'an