RADARSOLO.COM - Penangkapan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menarik perhatian publik.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan, tim penyidik KPK mengamankan total 27 orang.
“Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap,” kata Budi kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).
Dalam operasi tersebut, tim penyidik KPK mengamankan total 27 orang.
Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pejabat penyelenggara negara hingga pihak swasta.
"Dari penyelenggara negara ASN dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swasta dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif," ujar Budi.
Adapun penangkapan Bupati Cilacap tersebut terkait dengan dugaan penerimaan atas sejumlah proyek di Kabupaten Cilacap.
Selain menyoroti kasus hukum yang sedang ditangani KPK, masyarakat juga menelusuri laporan harta kekayaan kepala daerah tersebut yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data LHKPN yang dilaporkan Syamsul kepada KPK pada 19 Januari 2026, total kekayaan Bupati Cilacap itu mencapai Rp12.039.790.782 atau sekitar Rp12 miliar.
Deretan Aset Tanah dan Bangunan Bupati Cilacap
Sebagian besar kekayaan Syamsul Auliya Rachman berasal dari aset tidak bergerak berupa tanah dan bangunan.
Dalam laporan LHKPN, tercatat terdapat dua bidang tanah dan bangunan yang berada di wilayah Cilacap, Jawa Tengah.
Total nilai aset properti tersebut mencapai Rp8.150.000.000 atau sekitar Rp8,1 miliar.
Nilai ini menjadi komponen terbesar dalam keseluruhan kekayaan yang dilaporkan.
Koleksi Kendaraan Pribadi
Selain properti, Syamsul juga memiliki sejumlah kendaraan pribadi. Dalam laporan LHKPN, ia tercatat memiliki dua unit mobil, yaitu:
- Toyota Mini Bus tahun 2021
- Toyota SUV tahun 2024
Total nilai dari dua kendaraan tersebut mencapai Rp1.400.000.000 atau Rp1,4 miliar.
Harta Bergerak hingga Kas
Selain aset properti dan kendaraan, laporan harta kekayaan juga mencatat beberapa komponen lain, di antaranya:
Harta bergerak lainnya: Rp360.000.000
Kas dan setara kas: Rp1.295.400.782
Harta lainnya: Rp1.050.000.000
Jika dijumlahkan, total harta sebelum dikurangi utang mencapai Rp12.255.400.782.
Namun dalam laporan tersebut, Syamsul juga tercatat memiliki utang sebesar Rp215.610.000.
Setelah dikurangi kewajiban tersebut, total kekayaan bersihnya menjadi Rp12.039.790.782. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria