RADARSOLO.COM - Lebaran Ketupat selalu menjadi momen yang dinantikan setelah Hari Raya Idulfitri, khususnya oleh masyarakat di Pulau Jawa.
Tradisi yang kerap disebut sebagai “Lebaran kedua” ini tak hanya identik dengan hidangan ketupat, tetapi juga sarat nilai budaya dan spiritual.
Lalu, Lebaran Ketupat 2026 tanggal berapa? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa?
Pertanyaan Lebaran Ketupat 2026 tanggal berapa? kerap muncul setiap tahun.
Secara tradisi, perayaan ini dilaksanakan satu pekan setelah Idulfitri, tepatnya pada 8 Syawal.
Jika merujuk pada kalender Hijriah, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Bulan Syawal 27 Maret 2026: Hikmah dan Keutamaan Puasa Sunah 6 Hari
Dengan demikian, Lebaran Ketupat 2026 akan diperingati pada Sabtu, 28 Maret 2026.
Sebelum sampai pada momen ini, umat Muslim biasanya terlebih dahulu menjalankan puasa sunnah Syawal selama enam hari sebagai bagian dari penyempurnaan ibadah setelah Ramadan.
Tradisi Lebaran Ketupat di Masyarakat
Lebaran Ketupat atau dikenal juga dengan istilah “Kupatan” telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Muslim di Indonesia, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Perayaannya identik dengan pembuatan ketupat dari anyaman janur, penyajian aneka lauk khas, hingga tradisi berbagi makanan dengan keluarga, tetangga, dan kerabat.
Suasana kebersamaan dan kehangatan menjadi ciri khas yang selalu terasa dalam perayaan ini.
Tak sekadar makan bersama, tradisi ini juga menjadi simbol rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan, sekaligus momentum mempererat tali silaturahmi.
Sejarah Lebaran Ketupat
Dalam sejarahnya, Lebaran Ketupat diyakini berkaitan erat dengan peran Sunan Kalijaga dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.
Beliau memanfaatkan tradisi lokal sebagai media dakwah yang lebih mudah diterima masyarakat.
Tradisi yang sebelumnya dipengaruhi budaya Hindu-Buddha kemudian diadaptasi menjadi sarana menanamkan nilai-nilai Islam, seperti sedekah, rasa syukur, dan kebersamaan.
Hasilnya, tradisi ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi bagian penting dari budaya Islam Nusantara hingga saat ini.
Makna Filosofis Lebaran Ketupat
Lebaran Ketupat mengandung banyak makna mendalam, baik secara spiritual maupun sosial.
Salah satu konsep yang dikenal dalam budaya Jawa adalah “laku papat”, yang mencerminkan empat tahapan setelah Ramadan:
- Lebaran: tanda berakhirnya puasa Ramadan
- Luberan: ajakan untuk berbagi rezeki
- Leburan: momen saling memaafkan
- Laburan: menjaga kesucian lahir dan batin
Selain itu, ketupat juga memiliki filosofi tersendiri. Anyaman janur yang membungkusnya melambangkan kompleksitas kesalahan manusia, sementara nasi putih di dalamnya menjadi simbol kesucian setelah saling memaafkan.
Bentuk ketupat yang segi empat juga berkaitan dengan konsep “Kiblat Papat Lima Pancer”, yang menggambarkan bahwa manusia pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.
Lebaran Ketupat bukan hanya sekadar tradisi kuliner, tetapi juga menjadi simbol perjalanan spiritual setelah Ramadan, sekaligus penguat nilai gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.(np)