RADARSOLO.COM - Teks Khutbah Jumat 10 April 2026 dengan tema Bulan Syawal ini disusun sesuai rukun khutbah yang berlaku dan dapat menjadi referensi bagi para khatib dalam menyampaikan pesan keagamaan.
Teks Khutbah Jumat 10 April 2026 mengangkat momentum Bulan Syawal yang akan segera berakhir.
Hari Jumat, 10 April 2026, bertepatan dengan 21 Syawal 1447 Hijriah.
Bagi umat Islam, Bulan Syawal menjadi waktu yang sangat berharga untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas ibadah setelah menjalani Ramadhan.
Sebagai bulan yang datang setelah Ramadhan, Bulan Syawal memiliki keutamaan tersendiri.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 3 April 2026 Bulan Syawal Minggu Kedua, Refleksi Pasca Ramadhan
Pada masa ini, umat Islam dianjurkan untuk menyempurnakan ibadah, termasuk mengganti puasa Ramadhan yang tertinggal serta melaksanakan puasa sunnah Syawal yang dijanjikan pahala besar.
Selain itu, berbagai amal kebaikan lain juga sangat dianjurkan untuk terus diamalkan.
Dalam sebuah kesempatan, Rasulullah SAW pernah ditanya mengenai amalan yang dapat mengantarkan seseorang ke surga. Beliau bersabda:
تَعْبُدُ اللَّهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وَتُؤْتِى الزَّكَاةَ ، وَتَصِلُ الرَّحِمَ
Artinya: “Sembahlah Allah, janganlah berbuat syirik kepada-Nya, dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan sambunglah tali silaturahmi (dengan orang tua dan kerabat).” (HR. Bukhari no. 5983).
Melalui Teks Khutbah Jumat 10 April 2026 ini, jamaah diingatkan bahwa menjelang akhir Bulan Syawal merupakan kesempatan terakhir untuk memaksimalkan amal ibadah.
Waktu yang tersisa hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi, baik dengan keluarga, orang tua, maupun sesama.
Dengan demikian, Bulan Syawal tidak hanya menjadi penutup rangkaian ibadah Ramadhan, tetapi juga menjadi pijakan untuk menjaga konsistensi dalam beribadah di bulan-bulan berikutnya. Semoga semangat kebaikan yang telah dibangun tetap terjaga sepanjang waktu.
Khutbah I
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِطَرِيْقِهِ الْقَوِيْمِ، وَفَقَّهَنَا فِي دِيْنِهِ الْمُسْتَقِيْمِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُوَصِّلُنَا إِلىَ جَنَّاتِ النَّعِيْمِ، وَتَكُوْنُ سَبَبًا لِلنَّظْرِ إِلَى وَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ السَّيِّدُ السَّنَدُ الْعَظِيْمُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أُوْلِى الْفَضْلِ الْجَسِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَاۖ وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌࣖ
Hadirin salat Jumat yang berbahagia.............
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.
Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.
Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.
Jamaah shalat jumat yang dimuliakan Allah…
Khatib ingin mengajak bersama-sama untuk merenungi sebuah topik tentang jelang akhir bulan Syawal. Secara terminologi, "Syawal" berasal dari kata "syala (شَالَ)" yang berarti "irtafaa (اِرْتَفَعَ)" yakni "meningkatkan". Dalam hal ini, meningkatkan yang dimaksud adalah keimanan berupa ketaatan kepada Allah Swt.
Berangkat dari definisi tersebut, bulan Syawal dapat menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah. Di bulan Syawal ini pula, kita membersihkan hati dari dendam dan amarah.
Melalui rasa saling memaafkan, kita membuka lembar baru dalam hidup dengan hati yang bersih dan lapang. Dalam Al-Qur’an, sikap saling memaafkan ini termatub melalui surah Al-A'raf ayat 199:
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
khudzil-‘afwa wa'mur bil-‘urfi wa a‘ridl ‘anil-jâhilîn
Artinya:"Jadilah pemaaf, perintahlah (orang-orang) pada yang makruf, dan berpalinglah dari orang-orang bodoh."
Sebagai bulan peningkatan, Syawal memotivasi kita untuk terus mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini dapat dilakukan dengan menjauhi perbuatan yang dilarang syariat dan menunaikan ibadah yang diperintahkan.
Hal kecil yang luput dari perhatian dalam menjauhi perbuatan yang dilarang syariat yaitu ghibah atau menggunjing. Terkadang, kita tak sadar bahwa kita juga turut serta dalam obrolan yang tidak baik itu.
Di era maraknya media sosial, kita juga sering lupa untuk mengkondisikan jari. Berbagai unggahan lini masa yang berbeda dengan pandangan pribadi, kerap kali diberikan komentar yang sinis dan penuh amarah. Padahal, semakin luas ilmu yang dimiliki, maka sikap kita seharusnya semakin rendah hati. Tidak congak dan tidak arogan.
Perbuatan menjauhi larangan Allah tersebut diperintahkan dalam QS. An-Nisa ayat 14:
وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَيَتَعَدَّ حُدُوْدَهٗ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيْهَاۖ وَلَهٗ عَذَابٌ مُّهِيْنٌࣖ ١٤
wa may ya‘shillâha wa rasûlahû wa yata‘adda ḫudûdahû yudkhil-hu nâran khâlidan fîhâ wa lahû ‘adzâbum muḫîn
Artinya:"Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya serta melanggar batas-batas ketentuan-Nya, niscaya Dia akan memasukkannya ke dalam api neraka. (Dia) kekal di dalamnya. Baginya azab yang menghinakan."
Hadirin yang berbahagia……
Sejumlah amalan dianjurkan untuk dikerjakan di bulan Syawal. Amalan tersebut berupa mendirikan shalat malam. Lalu beriktikaf bagi yang tidak sempat melakukan di bulan Ramadhan. Umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah.
Umat Islam yang meninggalkan puasa Ramadhan karena uzur syar’i, maka dapat mengqadha puasa tersebut di bulan Syawal. Sebab, qadha puasa dalam Islam bersifat wajib.
Hal ini diterangkan dalam firman Allah QS. Al-Baqarah ayat 184
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
ayyâmam ma‘dûdât, fa mang kâna mingkum marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, wa ‘alalladzîna yuthîqûnahû fidyatun tha‘âmu miskîn, fa man tathawwa‘a khairan fa huwa khairul lah, wa an tashûmû khairul lakum ing kuntum ta‘lamûn
Artinya:"(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Hadirin shalat Jumat yang dimuliakan Allah....
Salah satu doa yang dapat dipanjatkan dibulan Syawal yaitu dengan meminta kemantapan dan keteguhan hati kepada Allah. Doa ini sering diamalkan oleh Rasulullah, yang berbunyi:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinika.
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Semoga dengan meningkatkan ibadah di akhir bulan Syawal, umat Muslim memiliki rasa iman dan takwa yang semakin kuat kepada Allah Swt. hingga menjadi salah satu dari golongan yang terselamatkan hingga yaumul qiyamah.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ،
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Editor : Nur Pramudito