RADARSOLO.COM – Sebuah bangunan berlokasi di Gang Jati Asri, Kelurahan Wonolopo, Semarang digerebek polisi karena diduga digunakan sebagai pabrik ekstasi.
Informasi yang diperoleh, penggerebekan tersebut dilakukan oleh Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2026) pagi. Pihak kepolisian juga mengamankan seorang yang diduga ada kaitannya dengan kasus ini.
Ketua RT setempat Atok membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Pihaknya juga menyebut, penggerebekan dilakukan oleh pihak Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 08.00.
”Itu dari Polda Metro Jaya langsung datang ketempat lokasi nanya namanya Joni. Terus dari warga tidak ada yang kenal,” ungkapnya, Sabtu (11/4/2026).
Pihak orang tua dari pemilik gudang tersebut juga telah dikonfirmasi. Namun tidak mengenal nama Joni yang tak lain penyewa bangunan.
Dia menyampaikan rombongan dari kepolisian Polda Metro Jaya kembali mendatangi gudang tersebut pada Jumat (10/4/2026) malam.
Kepolisian juga telah mengamankan sejumlah orang diduga pelaku kaitannya kasus narkoba tersebut.
”Ceritanya saya juga kurang tau, kok tiba tiba orang dari Polda Metro Jaya langsung rombongan datang ke sini, ramai-ramai. Ternyata masalah narkoba itu,” jelasnya.
Atok menyebut, sejumlah orang diamankan kepolisian. Satu di antaranya merupakan warga setempat.
Diduga, salah seorang yang dibawa tersebut pemilik gudang dan berkaitan dengan Joni serta jaringan pembuatan narkoba ini.
”Ada tiga orang salah satunya warga sini, untuk yang dua orang itu saya belum pernah melihat tapi kayanya orang China,” bebernya.
Diakuinya, sempat melihat barang-barang kaitannya narkoba yang dibawa diamankan kepolisian. Di antaranya ada peralatan atau mesin yang digunakan sebagai pembuat narkoba.
Baca Juga: Sup Iga Bu Ugi Tawangmangu Karanganyar, Sajian Hangat Buruan Wisatawan Gunung Lawu
”Yang dibawa mesin pengolahan, mesin press, sama mesin, sama diduga bahan narkoba itu sendiri. Bentuknya ada yang masih serbuk terus ada yang sudah jadi bentuk pil. Jumlahnya kurang tahu,” jelasnya.
Atok juga mengaku kaget gudang tersebut digerebek terkait narkoba. Sebab tak ada aktivitas mencurigakan.
”Sebelumnya gudang ini kosong, malah dibuat senam ibu-ibu sama anak-anak. Kadang juga pintunya bukaan. Dan sebelum puasa (Lebaran tahun ini) itu gudang ini saya buat untuk mencacah pakan sapi, di dalam juga kosong tidak ada apa apa,” bebernya.
Atok menyebut, gudang tersebut dibangun kurang lebih sekitaran setahun. Menurutnya juga, tidak ada aktivitas mobil yang keluar masuk di dalam gudang tersebut.
”Aktivitas sehari-hari juga tidak ada orang yang terlalu lalu-lalang. Tahunya kok malah tiba-tiba ada barang sebanyak itu dan saya juga kurang tahu, tidak ada konfirmasi sama pihak yang terkait,” jelasnya.
Pihaknya menduga, pemilik gudang dan Joni melakukan aktivitas dan memasukan peralatan tersebut dengan cara memanfaatkan kelengahan warga yang sedang melakukan mudik Lebaran.
”Mungkin bisa jadi karena saya berhubungan mudik lebaran itu saya tidak ada dilokasi selama tiga hari. Ya mungkin bisa jadi dalam kondisi itu, material atau mesinnya pada waktu. Kebanyakan warga juga pada mudik apalagi disini juga sepi,” tandasnya. (mha)
Editor : Adi Pras