Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Heboh! Motor Listrik MBG Diklaim BGN Lokal, Desainnya Justru Mirip Produk China? Ini Fakta Lengkapnya

Nur Pramudito • Senin, 13 April 2026 | 11:54 WIB
Heboh! Motor Listrik MBG Diklaim BGN Lokal, Desainnya Justru Mirip Produk China? Ini Fakta Lengkapnya (Kolase Made-in-China dan EMMO Motorcycle)
Heboh! Motor Listrik MBG Diklaim BGN Lokal, Desainnya Justru Mirip Produk China? Ini Fakta Lengkapnya (Kolase Made-in-China dan EMMO Motorcycle)

RADARSOLO.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik, kali ini terkait penggunaan Motor Listrik MBG yang diklaim sebagai produk lokal.

Namun, muncul pertanyaan setelah desain salah satu unitnya disebut-sebut sangat mirip dengan produk China.

Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya menegaskan bahwa motor listrik yang digunakan dalam program ini memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mendekati 50 persen.

Klaim tersebut memperkuat narasi bahwa kendaraan ini merupakan hasil produksi dalam negeri.

Dalam implementasinya, terdapat dua model yang digunakan, yaitu Emmo JVX GT dengan tampilan motor trail, serta Emmo JVH Max yang mengusung desain skuter matik. Namun, perhatian publik justru tertuju pada model JVH Max.

Pasalnya, dari sisi desain, Emmo JVH Max dinilai sangat mirip dengan motor listrik yang diproduksi oleh pabrikan asal Zhejiang, China, yakni Tizhou Okla Automotive.

Kemiripan tersebut tidak hanya sekilas, tetapi terlihat hampir di seluruh bagian kendaraan.

Mulai dari tampilan depan seperti headlamp, windshield, hingga spatbor dan spion, keduanya tampak identik.

Bahkan pada bagian samping hingga belakang, kesamaan masih terlihat jelas, termasuk pada jok, behel, mudguard, hingga garis bodi yang nyaris sama persis.

Jika merujuk pada situs perdagangan internasional, model dari Okla tersebut dipasarkan sebagai motor listrik tanpa nama spesifik atau hanya disebut sebagai produk “low-cost scrambler electric motorcycle”.

Ini menguatkan dugaan bahwa unit tersebut merupakan produk “white label” yang bisa dijual ulang dengan merek berbeda.

Dari sisi harga, motor listrik asal China itu ditawarkan mulai USD 2.185 atau sekitar Rp37 jutaan.

Angka tersebut dinilai masih masuk akal jika kemudian dipasarkan di Indonesia dengan label Emmo JVH Max di kisaran Rp48 jutaan.

Sayangnya, informasi teknis dari produk tersebut masih sangat terbatas.

Namun diketahui, unit ini tersedia dalam skema impor utuh (CBU) maupun rakitan lokal (CKD), yang kerap menjadi celah dalam klaim kandungan lokal.

Di sisi lain, penelusuran juga menunjukkan bahwa desain industri Emmo JVH Max baru didaftarkan pada 17 Oktober 2025, sementara model JVX GT tercatat pada 22 Agustus 2025. Kedua desain tersebut diajukan oleh PT Adlas Sarana Elektrik.

Motor listrik ini sendiri dipasarkan oleh PT Yasa Artha Trimanunggal dan digunakan dalam operasional program MBG yang dikelola pemerintah.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya menegaskan bahwa penggunaan motor listrik ini merupakan bagian dari strategi mendukung industri nasional.

“Ini adalah bagian dari upaya kami untuk tidak hanya mendukung operasional program, tetapi juga mendorong industri dalam negeri melalui penggunaan produk dengan TKDN signifikan,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Meski begitu, munculnya fakta bahwa desain kendaraan ini sangat mirip dengan produk China menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik.

Apakah Motor Listrik MBG benar-benar hasil produksi lokal, atau hanya rebranding dari produk luar?

Hingga kini, belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai asal-usul penuh dari model JVH Max maupun JVX GT.

Terutama untuk model JVX GT, yang masih belum diketahui apakah juga memiliki kemiripan dengan produk sejenis dari luar negeri.(np)

Editor : Nur Pramudito
#motor listrik MBG #Emmo JVH Max #Motor MBG #motor listrik emmo #badan gizi nasional