RADARSOLO.COM – Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya unggahan struk pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menunjukkan harga keekonomian atau harga asli Pertalite tanpa subsidi.
Dalam unggahan yang viral tersebut, tercatat harga asli Pertalite (RON 90) mencapai Rp16.088 per liter.
Kemudian tertera keterangan subsidi pemerintah sebesar Rp6.088. Sehingga harga Pertalite per liter menjadi Rp10.000.
Angka ini memicu diskusi hangat di kalangan masyarakat.
Pasalnya, jika merujuk pada harga asli tersebut, nilai keekonomian Pertalite justru jauh melampaui harga jual BBM nonsubsidi dengan kualitas lebih tinggi seperti Pertamax (RON 92).
Seperti diketahui, saat ini harga Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter.
"Terus yang ron 92 lebih murah dong? itu kan non subsidi," tulis akun X @ono*****.
Baca Juga: 13 Desa/Kelurahan di Wonogiri Belum Punya Lahan untuk Bangun KDKMP
"Berarti pertamax dapet subsidi juga dong? Karena ROM nya lebih gede masa dibawah harga asli pertalite," komen @doo*****.
"Harga non subsidi 16.000 di subsidi jadi 10.000. Harga Pertamax 12.900 an tanpa subsidi...Bingung kan?" kata @Ucu*****.
Selisih Subsidi Capai Rp6.088 Per Liter
Selain itu, fenomena ini mengungkap besarnya selisih harga yang harus ditambal oleh anggaran negara melalui skema subsidi.
Saat ini, pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) masih mematok harga jual Pertalite di angka Rp10.000 per liter.
Jika benar harga aslinya menyentuh Rp16.088, maka terdapat selisih sebesar Rp6.088 per liter yang ditanggung oleh pemerintah demi menjaga daya beli masyarakat.
Besarnya selisih ini menjadi indikator beban fiskal yang cukup berat pada sektor energi.
Baca Juga: Stok Aman! Bulog Solo Distribusikan Minyakita ke 11 Pasar di Solo Raya, Pasar Legi Jadi Fokus Utama
Sebagai perbandingan, pada periode sebelumnya, harga asli Pertalite sempat berada di kisaran Rp10.449 per liter.
Kenaikan nilai keekonomian yang signifikan ini diduga dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah.
"Jadi penasaran. Subsidi pertalite skrng bikin APBN bengkak ga ya. Kalau engga berarti selama ini di prank pemerintah & pertamina dimana harusnya harga pertalite bisa 4-5k," cuit @mud*****.
"Apa ga jebol ya apbn, subsidi bbm, mbg," tulis @21e*****.
"Konsumsi pertalite di seluruh Indonesia 84 jt liter per hari. Jadi pemerintah keluarin duit 500 M per hari untuk subsidi..," kata @Wir***8*.
Ada juga netizen yang khawatir bahwa dengan kondisi ini, maka tak menutup kemungkinan jika kenaikan harga BBM subsidi, termasuk Pertalite pasti akan segera terjadi.
"Ini mah tinggal nunggu waktu gak sih," kata @car*****.
Update Harga BBM Pertamina per April 2026
Bersamaan dengan viralnya harga asli Pertalite, Pertamina juga telah melakukan penyesuaian harga pada sejumlah lini BBM nonsubsidi per Sabtu, 18 April 2026.
Beberapa jenis BBM mengalami lonjakan harga yang cukup drastis.
Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina terbaru untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:
Baca Juga: Sambut Hari Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Klaten Kampanye Sadar Bencana Bareng Disabilitas di CFD
BBM Subsidi (Tetap):
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
BBM Nonsubsidi:
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.400 per liter (Naik dari Rp13.100)
- Dexlite: Rp23.600 per liter (Naik dari Rp14.200)
- Pertamina Dex: Rp23.900 per liter (Naik dari Rp14.500)