RADARSOLO.COM – Jagat media sosial dihebohkan dengan pencarian sosok bernama Siti Mawarni.
Nama ini mendadak masuk dalam deretan Google Trends, setelah sebuah lagu sindiran mengenai peredaran narkoba viral di platform TikTok, Instagram, hingga Threads.
Lantas, siapa sebenarnya Siti Mawarni? Apakah nama tersebut memiliki kaitan dengan tema narkoba dalam lagu yang kini tengah viral?
Siapa Siti Mawarni? Antara Mitos dan Realitas
Baca Juga: Lirik Lagu Siti Mawarni Ya Incek Anak Labuhanbatu yang Viral, Siapa Pencipta dan Apa Maknanya?
Awal Mula Viral Lagu Siti Mawarni
Ketertarikan publik memuncak saat akun TikTok seperti @kementrian_kontroversi mengunggah lagu tersebut hingga akhirnya menjadi viral dan ditonton puluhan ribu kali.
Lagu yang menggunakan nada dasar "Siti Fatimah Ya Allah (Dendang Sahur)" ciptaan Kamil Tupamahu dan Yusri Mussa ini memicu rasa penasaran lantaran liriknya yang sangat berani menyentil para bandar dan "beking" sabu.
Menjawab keresahan publik, Amin Wahyudi Harahap, sosok yang mengaransemen lagu tersebut, akhirnya angkat bicara.
Baca Juga: Kata Polisi Soal Kabar Aksi Begal di Nguntoronadi Wonogiri
Amin menegaskan bahwa Siti Mawarni bukanlah seorang korban nyata maupun tokoh sejarah di dunia kriminal.
Dia menjelaskan bahwa Siti Mawarni ini adalah tokoh fiktif.
Amin menjelaskan, penggunaan nama fiktif ini didasari oleh pertimbangan etika dan penghormatan terhadap nilai-nilai agama.
Dalam lagu aslinya (Dendang Sahur), nama yang digunakan adalah Siti Fatimah.
Namun, menurutnya, tidak patut jika nama Siti Fatimah yang merupakan putri Rasulullah disandingkan dengan lirik yang membahas tentang narkoba.
"Oleh karena itu, saya ganti menjadi Siti Mawarni. Nama Solehudin yang disebut sebagai ayahnya dalam lagu itu juga merupakan tokoh karangan untuk mendukung rima dan lirik saja," ujar Amin.
Baca Juga: Dapat Sanksi KLH, Pemkot Solo Wajib Hentikan Praktik 'Open Dumping' di TPA Putri Cempo
Pemilihan nama Siti Mawarni sendiri dianggap mewakili identitas perempuan di wilayah Sumatera Utara (khususnya Labuhanbatu) yang seringkali menjadi bagian dari pantun-pantun tradisional Melayu.
Jadi Instrumen Kritik Sosial
Meskipun tokohnya fiktif, pesan yang dibawa dalam lagu Siti Mawarni sangatlah nyata.
Fenomena viralnya lagu ini mencerminkan kejenuhan masyarakat terhadap maraknya peredaran narkotika.
Penggunaan nama Siti Mawarni berfungsi sebagai "pintu masuk" atau kiasan bagi masyarakat untuk menyuarakan doa dan harapan agar wilayah mereka bersih dari narkoba.
Lirik yang menyebutkan "Anak Labuhanbatu" dan "Bintiya Solehudin" kini bukan lagi dianggap sebagai identitas personal, melainkan simbol perlawanan rakyat terhadap kemiskinan dan kerusakan moral akibat sabu.
Editor : Syahaamah Fikria