RADARSOLO.COM – Teka-teki mengenai keberadaan pengemudi taksi listrik berwarna hijau toska yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di Stasiun Bekasi Timur akhirnya terungkap.
Setelah sempat menjadi perbincangan hangat dan dicari oleh netizen di media sosial, pihak kepolisian memastikan bahwa sopir taksi Green SM Indonesia tersebut kini telah diamankan.
Keberadaan sang sopir sempat menjadi misteri pasca-beredarnya video amatir yang memperlihatkan dirinya tampak syok di pinggir rel sesaat setelah kendaraannya dihantam KRL.
Banyak pihak mempertanyakan apakah sang pengemudi melarikan diri atau mengalami luka serius dalam insiden yang menelan hingga 15 korban jiwa tersebut.
Sopir Diamankan di Polres Metro Bekasi Kota
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa pengemudi taksi listrik asal Vietnam tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Langkah ini diambil untuk menggali keterangan lebih dalam mengenai kronologi awal sebelum kecelakaan beruntun melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi.
"Pengemudi sudah diamankan di Polres Metro Bekasi Kota untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh Pak Kasat Lantas," ujar Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, Selasa (28/4/2026).
Penyebab Terungkap
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap bahwa insiden maut ini dipicu oleh gangguan teknis pada armada taksi listrik tersebut.
Mobil dilaporkan mengalami mati mesin mendadak tepat di tengah perlintasan kereta api Ampera.
"Kecelakaan ini diakibatkan dari korsleting atau permasalahan elektrik dari kendaraan taksi roda empat elektrik tersebut. Masalah itu terjadi tepat di perlintasan rel kereta api Ampera," jelas Kompol Sandhi.
Kondisi taksi yang mogok di tengah rel menyebabkan KRL jurusan Cikarang menabraknya hingga terhenti di jalur tersebut.
Tak lama berselang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi sekitar 110 km/jam menghantam bagian belakang KRL karena diduga adanya keterlambatan koordinasi informasi mengenai hambatan di jalur tersebut.
Data Korban dan Respons Perusahaan
Hingga saat ini, data kepolisian mencatat jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 15 orang.
Proses identifikasi jenazah masih terus berlangsung di RS Polri Kramat Jati dan beberapa rumah sakit lainnya di Bekasi.
Di sisi lain, manajemen Green SM Indonesia melalui akun resminya telah menyatakan duka cita mendalam dan komitmennya untuk bersikap kooperatif.
Mereka menegaskan telah menyerahkan seluruh data relevan kepada penyidik dan mendukung investigasi teknis mengenai kegagalan sistem elektrik pada armada mereka.
Proses hukum kini terus bergulir, sementara publik menanti hasil investigasi final dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menentukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kecelakaan paling berdarah di perlintasan kereta api awal tahun 2026 ini.
Editor : Syahaamah Fikria