RADARSOLO.COM - Kabar duka sekaligus viral datang dari dunia kesehatan Indonesia. Seorang dokter magang meninggal dunia, yakni Myta Aprilia Azmy, pada Jumat (1/5/2026), setelah sempat menjalani perawatan intensif di ICU.
Kasus ini menjadi sorotan luas karena diduga berkaitan dengan kerja tanpa libur dan tekanan selama menjalani program internship. dr Myta Aprilia Azmy diketahui menghembuskan napas terakhir di RSUP Mohammad Hoesin Palembang.
Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri), Achmad Junaidi, mengungkapkan bahwa almarhumah tengah menjalani tugas sebagai dokter magang di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.
“Tepat di Hari May Day, sejawat kami dokter magang meninggal dunia saat masih menjalankan tugas internship,” ujarnya dalam pernyataan resmi, Sabtu (2/5/2026).
Diduga Kerja Tanpa Libur dan Minim Pengawasan
Dari hasil penelusuran internal, muncul dugaan serius terkait sistem kerja yang dijalani dr Myta Aprilia Azmy.
Ia disebut bekerja tanpa libur selama tiga bulan, baik di bangsal maupun Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Tak hanya itu, ia juga diduga menjalankan tugas tanpa pendampingan dokter definitif, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam sistem pembelajaran dokter magang.
Padahal, sesuai regulasi Kementerian Kesehatan, dokter internship berstatus peserta pelatihan, bukan tenaga kerja penuh yang dibebani jam kerja ekstrem.
Kasus Viral, Alumni Desak Audit Menyeluruh
Kasus dokter magang meninggal dunia ini langsung viral dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak.
IKA FK Unsri mendesak Kementerian Kesehatan RI serta Komite Internship Kedokteran Indonesia (KIKI) untuk melakukan audit menyeluruh.
Mereka meminta evaluasi terhadap sistem pembimbing, serta menuntut pertanggungjawaban dari pihak rumah sakit.
Selain itu, perlindungan terhadap dokter magang lain yang masih bertugas juga menjadi perhatian serius.
“Kami tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum jika ditemukan unsur kelalaian yang membahayakan nyawa,” tegas Achmad Junaidi.
Bantahan Pihak Rumah Sakit
Di sisi lain, Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, membantah tudingan bahwa dr Myta Aprilia Azmy meninggal dunia akibat kerja tanpa libur atau perundungan.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhumah telah lama mengalami gangguan kesehatan berupa batuk dan sesak napas.
“Sudah lama sakitnya, masuk rumah sakit sejak 11 Maret,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada praktik bullying terhadap dr Myta, berdasarkan keterangan dari dokter dan komite medik di rumah sakit tersebut.
Sorotan Sistem Internship
Kasus viral ini kembali membuka diskusi soal sistem pendidikan dan perlindungan dokter magang di Indonesia.
Dugaan kerja tanpa libur yang dialami dr Myta Aprilia Azmy menjadi alarm keras bagi pembenahan sistem internship ke depan.
Publik kini menunggu langkah konkret dari pemerintah untuk memastikan kejadian serupa tidak kembali terulang.(np)
Editor : Nur PramuditoSumber : ANTARA, Jawa Pos