Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gebrakan Pertama di Indonesia: Jateng Inisiasi Kurikulum Koperasi untuk Siswa SD hingga SMA

Kabun Triyatno • Selasa, 5 Mei 2026 | 18:34 WIB
Sekda Jateng Sumarno buka FGD terkait kurikulum pendidikan perkoperasian. (Humas Pemprov Jateng)
Sekda Jateng Sumarno buka FGD terkait kurikulum pendidikan perkoperasian. (Humas Pemprov Jateng)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melakukan langkah progresif dengan menginisiasi insersi kurikulum perkoperasian ke dalam jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Langkah ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia untuk membangkitkan kembali marwah ekonomi kerakyatan sejak dini.

"Ini mungkin baru yang pertama di Indonesia. Mudah-mudahan hasilnya bisa bagus untuk membangkitkan semangat ekonomi kerakyatan," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Finalisasi Insersi Kurikulum Pendidikan Perkoperasian di Kota Semarang, Selasa kemarin (5/5/2026).

Baca Juga: Hadapi Kemarau 2026, Pemprov Jateng Siapkan Cadangan 123 Juta Liter Air Bersih

Sumarno menegaskan bahwa koperasi memiliki esensi yang berbeda dengan konsep bisnis umum karena menggabungkan nilai sosial dengan kemandirian ekonomi.

"Koperasi adalah penggabungan antara konsep bisnis dengan nilai sosial. Di sana ada kebersamaan, gotong royong, dan kedaulatan anggota. Inilah yang harus kita pahamkan kembali kepada masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Dana Transfer Pusat Turun Rp 1,5 Triliun, Sumanto Minta Pemprov Mandiri dan Kreatif Gali Potensi PAD

Inisiasi ini juga menjadi langkah strategis Jawa Tengah dalam mendukung program Presiden RI terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Melalui internalisasi sejak masa sekolah (SD, SMP, dan SMA), diharapkan SDM pengelola koperasi masa depan benar-benar memahami ruh organisasi tersebut.

Gebrakan ini rencananya akan disampaikan langsung kepada Menteri Koperasi dengan harapan kurikulum dari Jawa Tengah dapat diadopsi menjadi standar nasional.

Baca Juga: Astrid Turun ke Lapangan, Suntikan Semangat untuk Persis Solo: Optimistis Terhindar dari Degradasi, dan Laskar Sambernyawa Sanggup Menang di 3 Laga Hidup Mati

Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Dwi Silo Raharjo menjelaskan, kurikulum ini akan menyasar seluruh sekolah di bawah naungan dinas pendidikan serta madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

Dwi mengakui, pendidikan ekonomi di sekolah selama ini cenderung bersifat umum dan kurang mendalami aspek perkoperasian secara spesifik, berbeda dengan era 1980-an di mana koperasi menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan.

Baca Juga: Apa Isi SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Sebenarnya? Ramai Isu Guru Non-ASN Dilarang Mengajar hingga Dirumahkan pada 2027

"Kami ingin mengangkat kembali pentingnya pendidikan perkoperasian. Tujuan FGD ini adalah menyempurnakan draf kurikulum agar selaras dengan kebijakan nasional dan menghasilkan modul yang aplikatif," jelas Dwi.

Kurikulum ini diproyeksikan mulai diimplementasikan pada tahun ajaran baru mendatang. FGD finalisasi ini berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan 40 ahli kurikulum serta praktisi lapangan.

Komposisi tim penyusun terdiri dari Kanwil Kemenag Jateng terdiri dari 12 orang (Tim MI, MTs, dan MA), lima orang dari Dinas Pendidikan Jateng (Tim SMA, SMK, dan SLB), delapan orang dari Dinas Pendidikan Kota Semarang (Tim SD dan SMP), dan tim ahli dari Dinas Koperasi dan UKM Jateng serta praktisi gerakan koperasi.

Dengan inisiatif ini, Jawa Tengah optimistis akan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki jiwa sosial dan semangat gotong royong dalam membangun ekonomi bangsa. (alf/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#kurikulum perkoperasian #ekonomi kerakyatan #koperasi #sekolah