RADARSOLO.COM – Memasuki minggu kedua Mei 2026, pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler untuk mendukung daya beli masyarakat.
Jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pun mulai menerima kucuran dana Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang cair secara bertahap pada Triwulan 2 April-Juni tahun ini.
Namun, di tengah kelancaran penyaluran bansos rutin tersebut, muncul tanda tanya di kalangan masyarakat mengenai keberlanjutan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat atau BLT Kesra sebesar Rp900.000.
Baca Juga: Kabar Bansos Hari Ini: 475 KPM Baru Masuk Daftar Penerima PKH-BPNT Mei 2026, Segera Cek NIK KTP Kamu
Apakah bantuan tersebut kembali disalurkan tahun ini?
Status BLT Kesra Rp900 Ribu Lanjut atau Berhenti?
Berdasarkan penelusuran kebijakan fiskal terbaru, pemerintah hingga saat ini belum memberikan lampu hijau terkait pencairan BLT Kesra untuk tahun anggaran 2026.
Program ini sebelumnya dikenal sebagai bantuan tambahan yang dirancang khusus untuk merespons kondisi ekonomi pada akhir tahun 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan sebelumnya mengisyaratkan bahwa program ini bersifat stimulan musiman.
Baca Juga: Viral Iming-Iming Link Video Full Guru Bahasa Inggris 6 Menit di TikTok, Waspadai Modus Minta DM!
"Ya tentu kita belum putuskan. Karena ini stimulan di akhir tahun," ungkap Airlangga (4/12/2025).
Hingga saat ini, belum ditemukan nomenklatur atau alokasi anggaran khusus dalam APBN 2026 untuk program dengan nama BLT Kesra.
Masyarakat diminta tetap waspada terhadap hoaks yang menjanjikan bantuan ini cair pada bulan Mei, dan selalu merujuk pada informasi resmi di situs Kementerian Sosial.
Rincian Besaran PKH dan BPNT yang Cair Mei 2026
Berbeda dengan BLT Kesra, bansos PKH dan BPNT dipastikan tetap aman karena merupakan program reguler nasional.
Penyaluran Mei 2026 dilakukan menggunakan basis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Berikut adalah rincian dana yang diterima KPM PKH per tahap (tiga bulan):
Ibu Hamil/Nifas: Rp750.000
Balita (0-6 tahun): Rp750.000
Anak SD: Rp225.000
Anak SMP: Rp375.000
Anak SMA: Rp500.000
Lansia dan Disabilitas Berat: Rp600.000
Korban Pelanggaran HAM Berat: Rp2.700.000
Sementara itu, untuk BPNT, masyarakat menerima Rp200.000 per bulan, atau biasanya dirapel per tiga bulan sebesar Rp600.000 melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Pastikan Status Desil
Kementerian Sosial mengingatkan bahwa status kepesertaan dalam DTSEN bersifat dinamis.
Penentuan kelompok desil (tingkat kesejahteraan 1–10) tidak hanya dilihat dari pendapatan, tetapi juga aset, daya listrik rumah, hingga jenjang pendidikan anggota keluarga.
Adapun penerima bansos reguler pemerintah adalah masyarakat yang berada pada kategori desil 1-4, dengan status ekonomi paling rendah (sangat miskin hingga rentan miskin).
Jika kondisi ekonomi keluarga memburuk namun belum masuk daftar, pemerintah membuka ruang pemutakhiran data secara mandiri.
Yakni melalui aparat desa, Dinas Sosial setempat, atau fitur "Usul Sanggah" di aplikasi Cek Bansos.
Cara Cek Penerima Bansos Online Pakai NIK
Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah nama mereka masih terdaftar sebagai penerima bansos Mei 2026, pengecekan dapat dilakukan secara mandiri melalui langkah berikut:
- Buka laman resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan wilayah (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa).
- Masukkan nama lengkap sesuai e-KTP dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
- Ketik kode captcha yang muncul di layar.
- Klik "Cari Data".
Sistem akan memunculkan informasi terkait jenis bantuan yang diterima (PKH/BPNT), periode pencairan, serta status keberadaan nama Anda dalam kelompok desil kesejahteraan keluarga.
Editor : Syahaamah Fikria