RADARSOLO.COM - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu yang sangat dinanti umat Islam.
Pada bulan inilah terdapat momentum agung berupa pelaksanaan ibadah haji dan perayaan Idul Adha yang jatuh setiap 10 Dzulhijjah.
Karena itu, khutbah Jumat 15 Mei 2026 dengan tema menyambut Dzulhijjah dan Idul Adha dapat menjadi pengingat bagi kaum Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah dan ketakwaan kepada Allah Swt.
Dzulhijjah termasuk salah satu bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah Swt.
Baca Juga: Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Bulan Dzulqa’dah, Larangan Berbuat Dzalim dan Keutamaan Menjaga Amal
Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, terutama pada sepuluh hari pertama yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah.
Berbagai amalan seperti puasa sunnah, berdzikir, bersedekah, hingga membaca Al-Qur’an sangat dianjurkan dilakukan selama bulan Dzulhijjah.
Selain itu, bulan Dzulhijjah identik dengan ibadah qurban pada hari raya Idul Adha. Qurban merupakan bentuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah Swt melalui penyembelihan hewan ternak sesuai syariat Islam.
Ibadah ini juga menjadi simbol keikhlasan dan pengorbanan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Khutbah Jumat 15 Mei 2026 tentang Dzulhijjah dan Idul Adha juga dapat mengingatkan jamaah agar mempersiapkan diri menyambut hari-hari istimewa tersebut dengan memperbaiki akhlak, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.
Momentum Idul Adha bukan sekadar perayaan, melainkan sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan.
Idul Adha juga sering disebut sebagai Lebaran Haji karena berlangsung bersamaan dengan puncak pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Oleh sebab itu, umat Islam yang tidak berhaji pun tetap dapat meraih keberkahan Dzulhijjah melalui amal ibadah dan pelaksanaan qurban.
Dengan hadirnya khutbah Jumat 15 Mei 2026 bertema Dzulhijjah dan Idul Adha ini, diharapkan para khatib dapat menyampaikan pesan-pesan keislaman yang menyejukkan dan menggugah semangat jamaah untuk menyambut bulan mulia dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.
Khutbah I
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ نَزَّلَ الْكِتَابَ تِبْيَاناً لِكُلِّ شَيْءٍ، وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِيْنَ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الدَّاعِى بِسُنَّتِهِ إِلَى السَّعَادَةِ وَالْأَدَبِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْهُدَاةِ الْمُخْلِصِيْنَ، وَالدُّعَاةِ إِلَى اللهِ الْمُرْشِدِيْنَ . أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ! اِتَّقُوْا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَتَزَوَّدُوْا بِالتَّقْوَى فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ
Segala puji bagi Allah Swt. yang telah melimpahkan berbagai macam kenikmatan, nikmat Islam, iman, hingga kesehatan, sehingga hari ini dapat memenuhi panggilan-Nya dan semoga senantiasa selalu menjauhi segala larangan-Nya.
Mari bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan sebenar-benar takwa, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah sebaik-baik bekal yang akan kita bawa untuk menghadap kelak.
Salawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan Nabi Muhammad saw, juga para keluarga, sahabat, serta kepada kita selaku umatnya. Aamiin ya Rabbal’alamin.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah…
Dalam hitungan hari, kita akan segera menyambut datangnya bulan Zulhijah. Bulan mulia tersebut patut kita isi dengan amal ibadah dan kebaikan. Beberapa ibadah yang dianjurkan pada bulan Zulhijah yaitu puasa sunah dan qurban.
Adapun waktu yang paling utama untuk memperbanyak ibadah di bulan Zulhijah yaitu pada 10 hari awal. Keutamaan 10 hari awal bulan Zulhijah diterangkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis dengan terjemahan berikut:
مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّام. يَعْنِي أَيَّامُ الْعُشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيءٍ
"Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Dzulhijjah). Lantas para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah? Rasulullah Shallalâhu Alaihi Wasallam menjawab: Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun (mati syahid). (HR. Al-Bukhari). (An-Nawawi, Riyadhus Shalihin, juz II, halaman: 77-78)
Dalam 10 hari pertama tersebut, terdapat hari Arafah yang jatuh pada 9 Zulhijah. Dalam tradisi Islam, hari Arafah mengandung pesan besar bagi peradaban dan kemanusiaan. Pada hari tersebut, jutaan umat manusia berkumpul di Padang Arafah untuk menunaikan wukuf sebagai salah satu rukun haji.
Secara terminologi, kata Arafah berasal dari akar kata Arab “‘arafa – ya‘rifu – ma‘rifah” yang berarti mengetahui, mengenal, atau menyadari.
Hari Arafah menjadi waktu bertemunya kembali Nabi Adam dan Hawa setelah diturunkan dari surga. Arafah juga menjadi waktu penting bagi umat Islam untuk kembali menyadari tugas dan misinya sebagai khalifah di muka bumi.
Dalam beberapa riwayat, ayat tentang penyempurnaan agama Islam juga turun di bulan Zulhijah saat haji wada’ di hari Arafah. Ayat tersebut yaitu Al-Qur’an surah Al-Maidah ayat 3.
".........Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu......"
Ma’asyiral Muslimin, jamaah Jumat rahimakumullah
Umat Islam juga dianjurkan untuk puasa Arafah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah. Keutamaan Puasa Arafah dijelaskan dalam hadis sahih yang diriwayatkan Abu Qatadah Ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda sebagai berikut:
“Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura [10 Muharram] menghapuskan dosa setahun yang lepas,” (HR. Muslim).
Salah satu perintah Allah kepada umat Islam yaitu berqurban. Qurban dianjurkan bagi Muslim yang memiliki kelapangan harta. Ibadah qurban disyariatkan untuk dilakukan pada hari raya Idul Adha (10 Zulhijah) dan hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Zulhijah).
Dalam Al-Qur’an, perintah qurban termaktub dalam Al-Hajj ayat 34 yang berbunyi:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَۙ ٣٤
wa likulli ummatin ja‘alnâ mansakal liyadzkurusmallâhi ‘alâ mâ razaqahum mim bahîmatil-an‘âm, fa ilâhukum ilâhuw wâḫidun fa lahû aslimû, wa basysyiril-mukhbitîn
Artinya:"Bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas binatang ternak yang dianugerahkan-Nya kepada mereka. Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa. Maka, berserahdirilah kepada-Nya. Sampaikanlah (Nabi Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang rendah hati lagi taat (kepada Allah)."
Hadirin yang berbahagia.....
Melalui perintah qurban tersebut, seseorang diharapkan dapat melawan rasa cinta terhadap harta, peduli, dan berbagi kepada fakir miskin dan duafa guna mendekatkan diri kepada Allah. Berqurban juga dapat menumbuhkan sifat kedermawanan, saling membantu, dan saling berkasih sayang.
Qurban juga menjadi simbol untuk membunuh sifat-sifat kebinatangan, menghilangkan sifat-sifat buruk, sikap egoisme, nafsu serakah, dan sifat individual.
Hal ini telah diperintahkan dalam Al-Qur’an surah Al-Hajj ayat 37 yang berbunyi:
لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ ٣٧
lay yanâlallâha luḫûmuhâ wa lâ dimâ'uhâ wa lâkiy yanâluhut-taqwâ mingkum, kadzâlika sakhkharahâ lakum litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum, wa basysyiril-muḫsinîn
Artinya: Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin.
Semoga kita dapat menjaga kesucian dan kehormatan bulan Zulhujah sebagai langkah awal untuk memperbaiki rasa hormat dan patuh kita akan perintah-perintah serta larangan-larangan Allah dan Rasul-Nya.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ،
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Editor : Nur Pramudito