RADARSOLO.COM – PDI Perjuangan Jawa Tengah bergerak cepat melakukan perombakan besar-besaran di tingkat akar rumput.
Tidak main-main, sebanyak 4.800-an kader dari 586 kecamatan di Jawa Tengah harus melewati proses penyaringan yang ketat selama hampir setengah tahun, demi berburu tiket kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Sumanto mengungkapkan, proses panjang ini sudah dimulai sejak Februari 2026 lalu.
Melalui mekanisme baru, partai berlambang banteng moncong putih ini tidak lagi menggunakan sistem pemilihan langsung konvensional, melainkan beralih ke seleksi berbasis kompetensi dan digitalisasi.
”Prosesnya diawali dari usulan masing-masing ranting (tingkat desa). Setelah itu, para calon pengurus wajib mengikuti tes tertulis secara online dan dilanjutkan dengan tahapan wawancara,” jelas Sumanto di sela-sela agenda Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak di Sragen, Kamis (21/5/2026).
Sistem seleksi ketat ini mengacu pada Peraturan Partai Nomor 01 Tahun 2025 tentang Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua PAC.
Melalui aturan baru tersebut, usulan tiga nama calon ketua bisa datang dari tingkat PAC, DPC, maupun DPD. Namun, semua calon wajib tunduk pada sistem verifikasi.
Baca Juga: Kasdam IV/Diponegoro Tutup TMMD Reguler Ke-128 di Sragen
”Aturannya tegas. Mereka yang tidak ikut tes tertulis online dan tidak hadir wawancara, otomatis langsung dicoret, tidak boleh (maju),” tegasnya.
Sumanto menilai dinamika dan pergantian pengurus dalam reorganisasi ini sebagai hal yang lumrah.
Melalui penyaringan ketat ini, DPD PDIP Jateng ingin memastikan bahwa nakhoda partai di tingkat kecamatan adalah sosok yang benar-benar teruji, bukan kader instan.
Sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai, syarat untuk menduduki kursi ketua PAC terbilang berbobot.
Baca Juga: Proyek Infrastruktur di Karanganyar Macet, Imbas Aspal Langka
Calon harus mengantongi kartu anggota minimal selama 5 tahun dan memiliki rekam jejak pengalaman di jajaran kepengurusan partai.
”Mereka sudah digodok melalui proses panjang hampir setengah tahun. Dengan begitu, pengurus yang muncul adalah mereka yang punya kemauan keras memperjuangkan hak-hak anggota, handal mengkoordinir massa, dan mampu mensolidkan partai,” urai Sumanto.
Pasca-rekomendasi tiga nama diturunkan oleh DPD dan ditindaklanjuti melalui arena musancab, masing-masing kecamatan kini resmi diperkuat oleh 11 personel pengurus PAC yang baru. Namun, Sumanto mengingatkan bahwa tugas berat langsung menanti di depan mata begitu mereka dilantik.
Baca Juga: Kunjungi Sragen, Menteri UMKM Sebut Rupiah Loyo Bukan Salah Fundamental Kita
Para pengurus PAC yang baru diwajibkan langsung tancap gas melakukan konsolidasi total ke bawah. Mereka diminta segera membentuk dan merapikan kepengurusan di tingkat ranting (desa) hingga anak ranting (dusun atau RW).
”Hitung-hitungannya, setiap PAC itu nantinya akan mengomandoi minimal sekitar 500-an kader struktural di wilayah kecamatannya. Pasukan inilah yang akan menjadi ujung tombak dalam mengawal dan memenangkan PDIP di Pemilu 2029 nanti, baik untuk pileg, pilkada, maupun pilpres,” tegas Sumanto. (din/adi)
Editor : Adi Pras