RADARSOLO.COM - Umat muslim di seluruh Indonesia mulai melaksanakan prosesi penyembelihan hewan kurban bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah yang jatuh pada hari Rabu (27/5/2026) ini.
Ibadah yang menjadi syariat peninggalan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS ini akan berlangsung selama empat hari hingga berakhirnya masa tiga Hari Tasyrik pada 13 Dzulhijjah.
Agar ibadah mulia ini sah dan sempurna di mata syariat, para jagal maupun mudhohi (orang yang berkurban) wajib memahami urutan doa serta tata cara penyembelihan yang benar.
Secara filosofis, ibadah kurban mengemban dua dimensi utama.
Pada dimensi vertikal (hablum minallah), kurban merupakan sarana taqarrub atau mendekatkan diri untuk meraih keridaan Allah SWT serta pelebur dosa.
Sementara pada dimensi sosial (hablum minannas), ibadah ini bertujuan untuk membagikan kebahagiaan kepada kaum fakir miskin melalui pembagian daging.
Merujuk pada khazanah fikih klasik, salah satunya kitab Tausyih ala Ibni Qasim karya ulama Syekh M Nawawi Banten, berikut adalah panduan lengkap urutan bacaan doa menyembelih hewan kurban dalam teks Arab, latin, arti, beserta tata caranya.
Baca Juga: Teks Khutbah Idul Adha 2026: Kurban, Indahnya Berbagi dan Menebar Kepedulian untuk Sesama
Urutan Bacaan Doa Menyembelih Hewan Kurban
Sebelum menggoreskan senjata tajam pada leher hewan kurban, juru sembelih dianjurkan melafalkan rangkaian zikir dan doa secara berurutan sebagai berikut:
1. Membaca Basmalah secara Sempurna
Langkah awal adalah mengagungkan nama Allah SWT dengan membaca basmalah secara utuh.
Bismillâhir rahmânir rahîm.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang."
2. Membaca Shalawat untuk Rasulullah SAW
Melantunkan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW agar prosesi penyembelihan mendatangkan syafaat dan berkah.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allâhumma shalli alâ sayyidinâ muhammad, wa alâ âli sayyidinâ muhammad.
Artinya: "Tuhanku, limpahkan rahmat untuk Nabi Muhammad SAW dan keluarganya."
3. Mengumandangkan Takbir dan Tahmid
Membaca kalimat takbir sebanyak tiga kali dan ditutup dengan satu kali kalimat tahmid.
Sebagai catatan, menurut Syekh Nawawi Banten, pembacaan takbir ini juga boleh diletakkan di awal sebelum membaca basmalah.
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلهِ الْحَمْدُ
Allâhu akbar, Allâhu akbar, Allâhu akbar, walillâhil hamd.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji bagi-Mu."
4. Membaca Doa Khusus Menyembelih Kurban
Tepat sesaat sebelum pisau digoreskan, bacalah doa pasrah berikut agar kurban diterima oleh Allah SWT:
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm.
Artinya: "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya hai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrubku."
(Catatan: Jika penyembelih bertindak atas nama orang lain, kata minnî (dari saya) dapat diganti dengan menyebut nama pemilik hewan kurban tersebut).
Baca Juga: Ini Link Alternatif Cek Posisi Desil DTSEN 2026 Paling Akurat, Anti Lemot dan Tak Makan Memori HP
Tata Cara Lengkap Menyembelih Hewan Kurban Sesuai Syariat
Selain membaca runtutan doa di atas, teknis perlakuan terhadap hewan kurban juga harus diperhatikan demi menjaga aspek kehalalan dan perikemanusiaan (ihsan terhadap binatang):
1. Menyiapkan Senjata yang Sangat Tajam
Rasulullah SAW melarang keras menyembelih menggunakan pisau yang tumpul karena dapat menyiksa dan menyakiti hewan kurban.
2. Menghadapkan Hewan ke Arah Kiblat
Posisi hewan kurban dibaringkan di atas lambung kirinya dengan bagian kepala dan leher dihadapkan ke arah kiblat.
Baca Juga: Guru Bersertifikat Habis, 55 Kepala SD Non Reguler di Karanganyar Dilantik
3. Memotong Tiga Saluran Utama
Penyembelihan harus dilakukan secara cepat sekali gores guna memutus tiga saluran penting sekaligus, yaitu saluran napas (hulgum), saluran makanan (mari'), serta dua urat nadi leher (wadajain).
4. Membiarkan Hewan Sampai Benar-Benar Mati
Jangan terburu-buru menguliti, memotong kaki, atau memindahkan hewan kurban sebelum dipastikan detak jantung dan aliran darahnya berhenti total.
Menerapkan urutan doa serta tata cara yang sah ini akan memastikan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat berstatus thoyyib (baik) dan bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
Editor : Syahaamah Fikria