RADARSOLO.COM – Memasuki periode puncak pencairan bantuan sosial (bansos) reguler Kementerian Sosial (Kemensos) pada Juni 2026, sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dikejutkan oleh perubahan data pada status kepesertaan mereka.
Saat melakukan pengecekan secara mandiri melalui HP, beberapa warga mendapati angka peringkat kesejahteraan ekonomi mereka mendadak melompat naik ke klasifikasi desil 5.
Pergeseran klaster data ini tak tentu berdampak signifikan.
Lantaran masyarakat yang naik menjadi desil 5, juga akan dicoret dari daftar penerima manfaat bansos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan angka desil bantuan sosial ini tiba-tiba merangkak naik ke desil 5 pada pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)?
Mengapa Angka Desil KPM Bisa Mendadak Naik ke Desil 5?
Sistem DTSEN bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan sistem penggolongan desil 1 sampai 10 untuk memetakan tingkat ekonomi masyarakat secara nasional.
Secara regulasi, kuota bansos PKH dan BPNT memang ditargetkan khusus untuk warga yang posisinya terkunci di dalam desil 1 (Sangat Miskin) hingga desil 4 (Rentan Miskin).
Ada beberapa variabel teknis yang menjadi penyebab utama mengapa posisi ekonomi sebuah keluarga dianggap mengalami peningkatan dan digeser ke desil 5 (Kelompok Hampir Sejahtera):
1. Hasil Geo-Tagging dan Foto Kondisi Rumah Terbaru
Petugas pendamping sosial secara berkala melakukan verifikasi lapangan dengan memotret kondisi fisik hunian KPM.
Perbaikan fasilitas rumah (seperti renovasi lantai, dinding, atau atap) yang terekam satelit otomatis menaikkan skor kelayakan ekonomi Anda di sistem pusat.
2. Sinkronisasi Data Aset dan Kendaraan (Samsat)
Sistem DTSEN kini terintegrasi secara otomatis dengan data Korlantas dan Samsat daerah.
Jika ada anggota keluarga dalam satu Kartu Keluarga (KK) yang kedapatan membeli atau memiliki kendaraan bermotor roda dua atau roda empat atas nama sendiri, sistem akan membaca bahwa daya beli keluarga tersebut telah meningkat.
3. Peningkatan Pendapatan atau Lolos BPJS Ketenagakerjaan
Adanya anggota keluarga yang mulai berpenghasilan tetap, mendapatkan pekerjaan formal, atau terdaftar aktif sebagai peserta jaminan sosial ketenagakerjaan berbayar, jadi pemicu otomatis naiknya angka desil ke tingkat yang lebih tinggi.
Baca Juga: Contoh Surat Lamaran PPPK Tendik Sekolah Rakyat 2026, Cek Aturan Unggah Dokumen Biar Tidak Gugur
Solusi dan Cara Ajukan Sanggah ke Operator Desa Jika Data Keliru
Bagi KPM yang merasa angka desilnya naik ke desil 5 akibat kesalahan sistem (error mismatch)—sementara kondisi ekonomi riil di lapangan kenyataannya masih sangat kekurangan—pemerintah menyediakan jalur peninjauan ulang.
Langkah yang dapat ditempuh oleh KPM agar bantuan tidak diputus secara permanen adalah sebagai berikut:
- Koordinasi dengan Pendamping Sosial
Temui petugas pendamping PKH atau BPNT kecamatan setempat untuk mengonfirmasi alasan spesifik mengapa desil keluarga Anda mengalami kenaikan.
- Ajukan Sanggahan di Musyawarah Desa (Musdes)
Datangi kantor kelurahan atau desa dengan membawa dokumen asli KTP, KK, serta bukti foto kondisi rumah terbaru. Mintalah operator desa untuk memasukkan nama Anda ke dalam draf agenda Musyawarah Desa berikutnya.
Baca Juga: Gelar Rakornas 2026 di Solo, Aslindo Fokus Benahi Tata Kelola dan SDM Lembaga Keuangan Mikro
- Pemberlakuan Fitur "Sanggah" Mandiri
Masyarakat juga bisa memanfaatkan menu "Usul-Sanggah" yang tersedia di dalam aplikasi resmi Cek Bansos Kemensos.
Melalui fitur ini, Anda dapat menyanggah penilaian sistem dan mengirimkan bukti sanggahan berupa foto kondisi ekonomi riil secara langsung ke pusat.
Jika dalam musyawarah desa terbukti bahwa kenaikan desil tersebut didasari oleh data yang tidak akurat, operator desa akan merevisi data Anda melalui aplikasi SIKS-NG.
Sehingga posisi angka desil diturunkan kembali ke batas aman penerima bantuan sosial.
Editor : Syahaamah Fikria