Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dilantik Presiden Prabowo Jadi Kepala BGN di Istana Sore Ini, Ini 5 Kontroversi Nanik S Deyang yang Pernah Jadi Sorotan Publik

Nur Pramudito • Senin, 8 Juni 2026 | 13:23 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).(ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd)
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026).(ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd)

RADARSOLO.COM - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Kepresidenan, Senin (8/6/2026) sore.

Sosok Nanik kembali menjadi sorotan publik lantaran rekam jejak dan sejumlah kontroversi yang pernah mengiringi namanya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pelantikan pimpinan baru BGN akan digelar pukul 15.00 WIB di Istana Kepresidenan.

“Hari ini direncanakan akan ada pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo Hadi di Gedung DPR, Senin.

Selain melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, Presiden Prabowo juga akan melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan.

Menurut Prasetyo, Said Iqbal nantinya akan membantu Presiden Prabowo dalam menangani persoalan ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan buruh di Indonesia.

Dipilih Gantikan Dadan

Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru.

Pemerintah menilai Nanik memiliki karakter tegas dan disiplin dalam menjalankan standar operasional di lingkungan Badan Gizi Nasional.

“Kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas terhadap yang kemarin kami sampaikan, kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP,” ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Istana, Kamis (4/6/2026).

Pemerintah juga meyakini Nanik mampu menjaga kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, pengalaman Nanik sebagai Wakil Kepala BGN dinilai membuatnya sudah memahami pola kerja dan sistem di lembaga tersebut.

Sebelum dipercaya menjadi Kepala BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.

Di tengah kabar pelantikan sore ini di Istana, rekam jejak Nanik S Deyang kembali ramai dibahas publik.

Berikut lima kontroversi yang pernah membuat namanya jadi sorotan publik.

1. Terseret Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

Nama Nanik S Deyang pernah mencuat dalam kasus hoaks yang melibatkan aktivis Ratna Sarumpaet pada 2018 lalu.

Saat itu, Nanik menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dalam persidangan, Nanik dihadirkan sebagai saksi karena disebut mengetahui langsung cerita Ratna terkait dugaan penganiayaan yang kemudian terbukti tidak benar.

Nanik mengaku sempat meminta izin kepada Ratna sebelum mengunggah foto wajah lebam Ratna ke media sosial X setelah pertemuan tim BPN di Bogor pada 2 Oktober 2018.

Namun pernyataan tersebut dibantah Ratna Sarumpaet. Ratna bahkan menyebut Nanik tidak berkata jujur saat memberikan kesaksian di persidangan. Polemik itu pun sempat menjadi perhatian besar masyarakat.

2. Diangkat Jadi Kepala BGN Meski Bukan Ahli Gizi

Kontroversi lain muncul ketika Nanik dipercaya masuk jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional meski tidak memiliki latar belakang pendidikan di bidang gizi maupun kesehatan.

Nanik diketahui lebih banyak berkiprah sebagai jurnalis senior dan aktivis organisasi.

Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu memulai karier di dunia media sebagai jurnalis Tabloid Bangkit yang berada di bawah Kompas Gramedia Group.

Selain itu, ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis seperti Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024-2029, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), hingga Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

Meski berpengalaman di bidang komunikasi dan organisasi, penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN tetap menuai kritik karena dianggap tidak berasal dari kalangan ahli gizi.

3. Pernyataan soal Kritik Program MBG

Ucapan Nanik S Deyang terkait kritik terhadap program MBG juga sempat viral dan jadi sorotan publik.

Hal itu terjadi saat Nanik menghadiri acara BGN Goes To Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada Mei 2026.

Dalam forum tersebut, Nanik menyinggung derasnya kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Pokoknya MBG, MBG harus salah. Kalau gak salah, dicari salahnya. Jadi bisa dibayangkan enggak? Tiada hari tanpa MBG,” ujar Nanik.

Pernyataan itu kemudian memicu beragam reaksi dari masyarakat dan warganet di media sosial.

4. Menangis Minta Maaf Usai Kasus Keracunan MBG

Nanik juga pernah menjadi sorotan publik setelah menyampaikan permintaan maaf terkait kasus keracunan makanan MBG pada September 2025.

Saat itu, Nanik mengakui sebagian besar insiden terjadi akibat pelanggaran SOP internal, baik dari mitra maupun tim di lingkungan BGN.

“Kejadian belakangan 80 persen adalah karena SOP kita yang tidak dipatuhi, baik oleh mitra maupun tim kami sendiri dari dalam,” ujar Nanik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025).

Dalam konferensi pers tersebut, Nanik terlihat menangis saat meminta maaf kepada masyarakat atas kejadian yang menimpa sejumlah anak penerima program MBG.

“Tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit itu adalah menjadi tanggung jawab kami. Saya mohon maaf atas nama BGN dan berjanji tidak akan lagi terjadi,” ucapnya.

Momen tersebut sempat ramai dibicarakan di media sosial dan kembali mencuat menjelang pelantikannya sebagai Kepala BGN di Istana.

5. Rekam Jejak Politik dan Rangkap Jabatan

Sebelum masuk ke pemerintahan, Nanik S Deyang dikenal aktif di dunia politik.

Ia pernah menjadi Wakil Ketua BPN Koalisi Adil Makmur dalam tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Selain itu, Nanik juga aktif sebagai Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) yang didirikan Presiden Prabowo.

Kedekatan dan rekam jejak politik tersebut kembali menjadi sorotan publik setelah Nanik dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Kepala BGN.

Editor : Nur Pramudito
#Nanik S Deyang Dilantik Presiden Prabowo #Kepala BGN #nanik s deyang #Presiden Prabowo #kontroversi