Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Combine Harvester Berapa Beratnya? Viral Gibran Bilang 'Kenapa Tak Digendong' ke Petani, Tuai Sorotan Tajam Netizen

Syahaamah Fikria • Minggu, 28 Juni 2026 | 19:17 WIB
Ilustrasi combine harvester. (JawaPos.com)
Ilustrasi combine harvester. (JawaPos.com)

RADARSOLO.COM — Sebuah potongan video dialog antara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan seorang petani bernama Rukamto di Gorontalo mendadak viral dan memicu gelombang perbincangan hangat di media sosial. 

Momen tersebut menuai sorotan tajam netizen setelah sang Wakil Presiden melontarkan pertanyaan tak terduga terkait pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan) modern combine harvester di lapangan.

Kejadian bermula saat Rukamto menyampaikan keluh kesah para petani di daerahnya. 

Baca Juga: Apa Itu Mirsani dan Nlesih Keris?

Meskipun bantuan alsintan, sepertu combine harvester alais mesin pemanen padi dari pemerintah dinilai sudah sangat mencukupi, mereka menghadapi kendala besar lain.

Yakni minimnya infrastruktur jalan usaha tani dan jembatan penghubung permanen. 

Akibatnya, alat-alat berat seperti jonder (traktor roda empat) dan combine harvester tersebut kesulitan masuk ke area persawahan.

"Yang kurang jalannya Pak. Jadi dari jalan menuju ke sawah itu komben atau jonder itu masih kesulitan," keluh Rukamto.

Baca Juga: 48 UMKM Solo Raya Dipertemukan dengan Buyer, BI Genjot Produk Lokal Naik Kelas

Mendengar hal tersebut, Gibran lantas menanyakan penyebab kendala di lapangan. 

Rukamto menjelaskan bahwa karena belum adanya jembatan kecil permanen (box culvert), petani terpaksa memutar otak dengan memboyong papan atau tangga kayu sebagai jembatan darurat. 

Untuk memindahkan titian kayu seberat itu dari satu petak sawah ke petak lainnya, dibutuhkan tenaga sedikitnya enam orang.

Mereka akan bergotong royong memikul jembatan darurat secara manual, sementara mesin pemanennya didorong pelan-pelan di atas titian.

Usai dijelaskan oleh Rukamto terkait sulitnya membawa alsintan seperti combine harvester ke sawah, namun respons yang diberikan oleh Gibran cukup mengejutkan. 

"Kenapa enggak digendong itu combine-nya?" tanya Gibran. 

Baca Juga: Pemkot Solo Genjot Event Tanpa APBD, Anggaran Dialihkan ke Program Prioritas

Pertanyaan tersebut seketika membuat Rukamto tertegun sejenak di depan mikrofon, kebingungan merespons ucapan sang Wapres.

Bagi masyarakat awam, mungkin banyak yang bertanya-tanya, sebenarnya combine harvester itu alat seperti apa, berapa ukurannya, dan mengapa pertanyaan tersebut dianggap tuai siritan tajam netizen?

Apa Itu Combine Harvester dan Fungsinya?

Combine harvester adalah mesin pertanian modern serbaguna yang dirancang untuk memotong, merontokkan, sekaligus membersihkan padi secara simultan langsung di tengah sawah.

Baca Juga: Puncak Semarak Kenduren 2026, Bupati Rober Christanto Tekan Nota Kesepakatan Digitalisasi UMKM

Kehadiran mesin ini mengubah pola pertanian tradisional menjadi mekanisasi yang efisien.

Sebab, mesin itu mampu memangkas waktu panen yang semestinya dikerjakan berhari-hari oleh puluhan orang, menjadi hitungan jam saja.

 

Seberapa Besar Ukuran dan Berat Combine Harvester?

Meringat fungsinya yang sangat kompleks, combine harvester bukanlah alat portable kecil. 

Berikut adalah gambaran umum spesifikasinya:

Dimensi Fisik: Secara visual, ukuran mesin pemanen padi ini setara dengan ukuran sebuah mobil minibus hingga truk berukuran sedang.

Bobot Mesin: Berat dari satu unit combine harvester bervariasi tergantung kapasitasnya. 

Baca Juga: MinyaKita "Rasa" Solar Menyebar di Soloraya: PT KMR Tarik 182 Ribu Liter dari 3 Kabupaten, sang Direktur Ungkap Dugaan Sumber Masalahnya

Untuk tipe mini atau small combine, bobotnya berkisar antara 800 kilogram hingga 1,5 ton. Sedangkan untuk varian besar (large combine), beratnya bisa mencapai 3 hingga 5 ton.

Sistem Penggerak: Mesin ini tidak menggunakan ban karet biasa, melainkan sistem roda rantai baja atau karet (crawler/track) seperti tank baja agar tidak ambles saat menerjang lumpur sawah.

Melihat spesifikasi tersebut, tentu mustahil bagi manusia untuk menggendong alat seberat ratusan kilogram hingga hitungan ton tersebut. 

Hal inilah yang membuat kalimat Gibran dinilai netizen kurang tepat sasaran di tengah penyampaian aspirasi yang serius.

"Ini petani nya yg bingung ato mas wapres nya yg bingung ngobrol nya...," tulis akun Threads @nau*****.

"Padahal tinggal tanya. Komben itu sebesar apa ya Pak? Nah nanti kan Bapak Petani akan menjelaskan dengan senang hati," kata @dar*****.

"Maisa banget dia Combine nya di pikul, udah di bilang tangga padahal...," komen @and*****.

Editor : Syahaamah Fikria
#combine harvester #viral #alsintan #gibran rakabuming raka