RADARSOLO.COM — Publik, khususnya para pencinta alam, belakangan ini dihebohkan oleh beredarnya rekaman video dan foto yang memperlihatkan ramainya aktivitas pendaki di jalur Gunung Merapi via New Selo, Boyolali.
Narasi yang beredar menyebutkan bahwa jalur pendakian gunung api aktif tersebut akhirnya dibuka kembali secara mandiri oleh warga setempat setelah bertahun-tahun ditutup.
Salah satu unggahan yang viral di akun Instagram @laharbara bahkan memperlihatkan momen pertemuan warga yang menyepakati pembukaan rute pendakian secara swadaya dengan batasan hanya sampai di kawasan Pasar Bubrah.
Kabar ini tentu memicu perdebatan panas di platform TikTok hingga Threads, mengingat bahaya yang mengintai di zona rawan bencana.
Lantas, benarkah jalur pendakian Gunung Merapi sudah resmi dibuka kembali untuk umum?
Menanggapi kegaduhan dan maraknya konten ajakan mendaki tersebut, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) langsung mengeluarkan pernyataan sikap yang tegas.
Pihak otoritas memastikan bahwa jalur pendakian Gunung Merapi via New Selo sampai saat ini statusnya masih ditutup total bagi masyarakat umum.
Baca Juga: Merapi Kembali Bergejolak! Dua Awan Panas Guguran Meluncur hingga 2 Kilometer, Pagi Ini
Kepala BTNGM Heri Wibowo menjelaskan, keputusan untuk menutup pendakian didasarkan pada pertimbangan keselamatan jiwa dan kepatuhan terhadap rekomendasi instansi teknis kebencanaan, yakni PVMBG dan BPPTKG.
"Berkenaan dengan maraknya konten di media sosial, kami tegaskan bahwa pendakian Gunung Merapi sampai dengan saat ini masih ditutup hingga batas waktu yang tidak dapat ditentukan. Kebijakan ini semata-mata demi menjaga keselamatan semua pihak," tegas Heri.
Merapi Masih Berstatus Siaga (Level III)
Pihak BTNGM membeberkan penutupan jalur sudah berlangsung lama.
Larangan melintas bagi pendaki sebenarnya sudah direkomendasikan sejak 22 Mei 2018 ketika aktivitas Merapi naik ke Level II (Waspada).
Kondisi semakin berbahaya ketika pada 5 November 2020 hingga periode musim panas Juli 2026 ini, status Gunung Merapi ditetapkan berada di Level III (Siaga) karena tingginya aktivitas erupsi efusif dan suplai magma yang terus berlangsung.
Baca Juga: Pemkot Solo Siapkan Kebijakan Acara Resmi, MC Diminta Berbusana Sesuai Jenis Kelamin
Berdasarkan data pemantauan berkala, ancaman nyata berupa awan panas guguran dan lava pijar masih mengintai sektor selatan-barat daya serta tenggara.
Lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif pun sewaktu-waktu bisa menjangkau radius 3 kilometer dari arah puncak.
Zona Bahaya Jalur New Selo
Jika merujuk pada pemetaan jarak, rute pendakian via New Selo berada di lingkaran yang sangat berbahaya:
Pintu Gerbang: Berjarak 2,3 Km dari puncak
Pos I: Berjarak 1,64 Km dari puncak
Pos II: Berjarak 1,25 Km dari puncak
Pasar Bubrah: Berjarak 0,7 Km dari puncak
Melihat jarak spot Pasar Bubrah yang hanya berjarak 700 meter dari kawah aktif, rencana pembukaan mandiri oleh warga untuk membawa pendaki sampai ke titik tersebut dinilai sangat fatal dan mempertaruhkan nyawa.
Baca Juga: Sekolah Mangkrak di Sragen akan Dimanfaatkan untuk Pengembangan Tenis Meja
Harapan Ekonomi Warga vs Keselamatan Jiwa
Di sisi lain, video viral yang memperlihatkan musyawarah warga Selo mencerminkan adanya himpitan ekonomi yang dirasakan masyarakat lingkar Merapi.
Dalam narasi video tersebut, warga mengeluhkan penutupan jalur yang sudah berlangsung hampir sewindu (8 tahun) tanpa kepastian, sehingga mereka berinisiatif membuka rute demi mendongkrak kembali roda perekonomian lokal.
Pihak BTNGM mengaku memahami kondisi tersebut.
Sebagai alternatif penggerak ekonomi, pemerintah sebenarnya telah menyediakan alternatif wisata alam yang aman berupa jalur soft trekking di luar zona bahaya radius 3 km.
Salah satunya adalah Objek Wisata Alam (OWA) Kalitalang yang posisinya berada di aman pada jarak 3,3 Km.
Masyarakat dan para pelancong diimbau untuk tidak gegabah, tidak mudah tergiur oleh ajakan terbuka di media sosial.
Serta tetap mematuhi arahan resmi dari pemerintah daerah demi menghindari tragedi yang tidak diinginkan.
Editor : Syahaamah Fikria