Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Terungkap! Kronologi Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK hingga Diterbangkan ke Jakarta

Nur Pramudito • Jumat, 10 Juli 2026 | 08:25 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani usai jalani pemeriksaan KPK di Polresta Solo selama 8 jam hingga Jumat (10/7/2026). (ANTONIUS C/RADAR SOLO)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani usai jalani pemeriksaan KPK di Polresta Solo selama 8 jam hingga Jumat (10/7/2026). (ANTONIUS C/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjadi sorotan nasional setelah terjaring OTT KPK dalam operasi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Kamis, 9 Juli 2026.

Penindakan tersebut dilakukan terkait dugaan praktik pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Kronologi OTT KPK terhadap Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Kronologi Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK bermula dari operasi senyap yang digelar tim penyidik KPK di wilayah Soloraya pada Kamis malam (9/7/2026).

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Diduga Lakukan Pemerasan terhadap Perangkat Daerah

Dalam operasi itu, Etik diamankan bersama beberapa pihak lain yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya operasi tangkap tangan tersebut

 Menurutnya, tim KPK mengamankan lima orang, termasuk Bupati Sukoharjo Etik Suryani.

"Konfirmasi bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tertangkap tangan di wilayah Soloraya, Jawa Tengah," ujar Budi, Jumat (10/7/2026).

Ia menambahkan bahwa salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Sukoharjo.

"Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah lima orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," katanya.

Setelah diamankan, Bupati Sukoharjo Etik Suryani bersama sejumlah pihak langsung dibawa ke Mapolresta Surakarta untuk menjalani pemeriksaan awal.

Pemeriksaan berlangsung hingga dini hari. Selama proses berlangsung, situasi di sekitar Mapolresta Solo terpantau kondusif tanpa pengamanan yang berlebihan.

Menjelang subuh sekitar pukul 04.21 WIB, petugas KPK terlihat mengangkut enam koper berwarna hijau dan satu bundel dokumen yang diduga berkaitan dengan penyidikan. Seluruh barang tersebut diamankan sebagai barang bukti.

Sekitar pukul 05.40 WIB, beberapa pihak yang ikut diamankan mulai keluar dari ruang pemeriksaan.

Baca Juga: Harta Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani Jadi Sorotan usai Terjaring OTT KPK, Nilainya Capai Rp 9,1 Miliar

Tidak lama kemudian, tepat sekitar pukul 05.43 WIB, Etik Suryani keluar dengan mengenakan kemeja putih, rompi hitam, serta masker.

Saat dicegat awak media, ia memilih tidak memberikan komentar.

Enam koper hijau beserta dokumen hasil penyitaan kemudian dimasukkan ke bagasi kendaraan yang telah disiapkan.

Dibawa ke Jakarta

Setelah seluruh proses pemeriksaan awal selesai, rombongan penyidik KPK bersama Bupati Sukoharjo Etik Suryani meninggalkan Mapolresta Solo sekitar pukul 05.43 WIB dengan pengawalan aparat kepolisian.

Rombongan selanjutnya menuju Bandara Internasional Adi Soemarmo sebelum diterbangkan ke Jakarta.

Menurut Budi Prasetyo, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK.

"Para pihak kemudian dilakukan pemeriksaan awal di Polresta Surakarta, dan pagi ini akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Diduga Melakukan Pemerasan

KPK mengungkapkan bahwa perkara yang menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan kewenangan berupa pemerasan terhadap perangkat daerah.

"Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," kata Budi.

Baca Juga: Penampakan Bupati Sukoharjo Etik Suryani Usai Diperiksa KPK 8 Jam di Polresta Solo Pasca OTT, Dikawal Ketat Menuju Jakarta

Profil Bupati Sukoharjo Etik Suryani

Sebelum terjaring OTT KPK, Etik Suryani dikenal sebagai kepala daerah petahana Kabupaten Sukoharjo yang berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Perempuan kelahiran Surakarta, 15 Maret 1963, itu pertama kali menjabat sebagai Bupati Sukoharjo pada periode 2021–2025.

Pada Pilkada 2024, ia kembali memenangkan pemilihan bersama Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo yang diusung Partai Gerindra.

Pasangan tersebut memperoleh lebih dari 66 persen suara sah dan mengalahkan kotak kosong sehingga kembali dipercaya memimpin Kabupaten Sukoharjo untuk periode 2025–2030.

Etik merupakan istri dari Wardoyo Wijaya, mantan Bupati Sukoharjo dua periode sekaligus Ketua DPC PDIP Sukoharjo.

Sebelum aktif di dunia politik, Etik berkarier di sektor perbankan hingga pernah menjabat sebagai kepala cabang.

Setelah itu, ia aktif dalam Tim Penggerak PKK Kabupaten Sukoharjo dan menorehkan sejumlah prestasi tingkat nasional, termasuk penghargaan di bidang TOGA dan Posyandu.

Karier Politik Etik Suryani

Sebagai kader PDIP, Etik dikenal melanjutkan berbagai program pembangunan yang telah berjalan di Kabupaten Sukoharjo.

Pemerintahannya fokus pada pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga bantuan bagi rumah tidak layak huni.

Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Sukoharjo juga beberapa kali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain itu, sejumlah proyek pembangunan seperti perbaikan jalan dan pembangunan Pujasera Alun-Alun turut menjadi bagian dari program pemerintah daerah.

Pada Februari 2025, Etik kembali dilantik sebagai Bupati Sukoharjo periode kedua oleh Presiden Prabowo Subianto.(np)

Editor : Nur Pramudito
#ott bupati sukoharjo #bupati sukoharjo ditangkap #kpk tangkap bupati sukoharjo #bupati sukoharjo #Etik Suryani