RADARSOLO.COM — Penetapan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemerasan upeti pejabat daerah, memaksa jalannya birokrasi di Kota Makmur berganti kepemimpinan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi resmi menunjuk Wakil Bupati Eko Sapto Purnomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukoharjo.
Usai mendapat mandat, Eko Sapto pun meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak panik dan tetap fokus melayani masyarakat.
Di tengah perubahan peta politik di Kota Makmur, ada satu pertanyaan, Eko Sapto Purnomo ini sebenarnya dari partai apa?
Gabung Partai Sejak 2010
Eko Sapto Purnomo merupakan kader tulen dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Kiprahnya di bawah naungan partai besutan Prabowo Subianto ini terbilang sangat solid dan loyal.
Baca Juga: Bupati Etik Suryani Ditangkap KPK, Rute Kirab Pataka Perayaan Hari Lahir Sukoharjo Digeser
Eko tercatat resmi bergabung sebagai kader Gerindra sejak tahun 2010 silam.
Karier politik pria kelahiran Sukoharjo, 8 Maret 1985 ini melesat cukup tajam di internal partai.
Berkat loyalitas dan kecakapannya, alumnus program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini langsung dipercaya menduduki Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukoharjo.
Modal struktural parpol inilah yang kemudian mengantarkan Eko sukses menembus kursi legislatif.
Tak main-main, Eko langsung dipercaya menjabat posisi sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sukoharjo selama dua periode berturut-turut, yakni pada masa jabatan 2014–2019 dan 2019–2024.
Pada Pilkada 2024 kemarin, ia diusung Partai Gerindra untuk maju mendampingi Cabup Etik Suryani dari PDI Perjuangan.
Hingga akhirnya pasangaj tersebut menang mutlak melawan kotak kosong dan dilantik sebagai Wakil Bupati periode 2025–2030.
Di luar dunia politik praktis, bapak dua anak dari pernikahannya dengan Fitri Ernawati ini ternyata juga seorang wirausahawan.
Sejak lulus kuliah pada tahun 2007, ia aktif mengelola usaha perdagangan beras miliknya sendiri yang bernama PB Sri Mulyo di kawasan Mojolaban, Sukoharjo.
Editor : Syahaamah Fikria