Lionel Messi.
RADARSOLO.COM — Langkah perkasa Timnas Argentina yang dikapteni Lionel Messi menembus babak final Piala Dunia 2026 ternyata tidak disambut tepuk tangan oleh semua pihak.
Sebaliknya, raksasa Amerika Latin ini justru panen kritik tajam hingga gelombang kebencian di media sosial.
Mulai dari pembagian jalur turnamen yang dianggap menguntungkan hingga tudingan perlakuan istimewa dari wasit. Mendengar timnya dicap sebagai "anak emas", sang kapten Lionel Messi akhirnya angkat bicara.
Pemain berjuluk La Pulga tersebut menepis keras segala narasi miring dan membuktikan bahwa keberhasilan Argentina murni lahir dari mental juara serta konsistensi tingkat tinggi.Lantas, bagaimana sebenarnya perasaan Messi menanggapi badai kritik tersebut?
Melansir laporan dari ESPN, peraih puluhan trofi bergengsi ini menegaskan bahwa apa yang diraih negaranya saat ini adalah buah dari kerja keras, bukan hadiah gratis dari siapa pun. Bagi Messi, menembus babak final Piala Dunia dalam dua edisi berturut-turut (2022 dan 2026) adalah pembuktian sahih yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir tim legendaris di dunia.
Argentina kini berpeluang menyamai rekor emas Brasil edisi 1958 dan 1962 sebagai tim yang sanggup mempertahankan gelar juara dunia. "Kami adalah tim terbaik dalam empat tahun terakhir, suka atau tidak suka. Apa pun yang orang katakan," cetus Messi.Baca Juga: Update Bursa Transfer Persik Kediri: Pemain Lama Gabung ke Madura United, PSIS Semarang, Semen Padang dan Persebaya SurabayaMessi juga menambahkan bahwa kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris di babak semifinal—di mana ia menyumbang dua assist krusial untuk gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez—menjadi pembungkam mulut para pengkritik. "Kalau kami kalah dari Inggris, pasti akan ada yang kembali melontarkan berbagai omong kosong. Untungnya kami tidak memberi mereka kesempatan," papar Messi.
"Sekali lagi kami membuktikan kami termasuk dua tim terbaik di dunia. Itu menunjukkan semua yang kami capai bukan kebetulan dan tidak ada satu pun yang diberikan begitu saja kepada kami," lanjut mantan ikon Barcelona itu. Gelombang kritik dan sinisme terhadap Argentina sebenarnya sudah memuncak sepanjang fase gugur Piala Dunia 2026.Baca Juga: Rekap Pemain Baru Persebaya Surabaya: Striker Timnas, dan Amunisi Baru Berkualitas Berdatangan di Bursa Transfer Liga 1Tim asuhan Lionel Scaloni ini memang harus jatuh bangun menghadapi perlawanan sengit dari tim-tim seperti Tanjung Verde dan Swiss yang memaksa mereka bermain hingga babak tambahan waktu.Mereka juga sempat terjebak laga melelahkan saat menang tipis 3-2 atas Mesir.Namun, hasil tersebut sempat menuai protes dan kontroversi atas dugaan kecurangan.Pelatih Swiss dan Mesir secara terbuka juga sempat mempertanyakan objektivitas keputusan wasit di lapangan.
Bahkan, arsitek taktik Mesir, Hossam Hassan, sempat melontarkan sindiran keras bahwa Argentina mendapatkan perlakuan khusus yang membuat mereka lebih dimudahkan. Narasi tersebut langsung digoreng netizen di media sosial hingga viral, dengan tuduhan bahwa FIFA sengaja mengatur skenario agar Messi bisa mengangkat trofi Piala Dunia sekali lagi sebelum pensiun.
Bahkan muncul petisi tolak Argentina di Piala Dunia 2026 yang telah mendapat lebih dari 10 juta tanda tangan.Merespons suasana panas di luar lapangan, pelatih kepala Argentina, Lionel Scaloni, memilih bersikap dingin.Ia enggan membuang energi untuk menanggapi tuduhan miring seputar kinerja wasit maupun konspirasi FIFA. Editor : Syahaamah Fikria