RADARSOLO.COM — Jagat media sosial dihebohkan oleh kabar kematian misterius pria yang bekerja sebagai penjaga atau Kepala Rumah Tangga (Karumga) rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Korban bernama Sumitro tersebut ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.
Peristiwa yang terjadi di tengah bergulirnya kasus korupsi yang menyeret nama Febrie Adriansyah tersebut memicu berbagai spekulasi publik.
Baca Juga: Kebakaran Hutan Di Sukoharjo Mengganas, Sebulan 30 Kejadian
Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan kini telah menerjunkan tim penyelidik untuk membongkar teka-teki di balik kejanggalan wafatnya Sutrimo.
Kronologi Kejadian: Berawal dari Telepon Mengeluh Sakit
Rangkaian peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis (23/7/2026).
Berdasarkan narasi yang beredar luas di media sosial serta laporan keterangan saksi, begini urutan kejadiannya:
Baca Juga: Berkas Penipuan CASN Oknum BUMD Dilimpahkan ke PN Karanganyar, Perantara Berinisial HS Diburu Polisi
Kamis, 23 Juli 2026: Sutrimo dikabarkan sempat mengontak kerabatnya via telepon untuk mengeluhkan kondisi fisiknya yang mendadak sakit.
Kondisi Berbusa di Halaman Klinik: Saat disusul ke lokasi, Sutrimo sudah ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di area halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tubuhnya tergeletak di tanah dengan kondisi hidung dan mulut mengeluarkan busa.
Dijemput Ambulans: Sebuah unit ambulans yang dipesan oleh tak dikenal datang menjemput tubuh Sutrimo yang sudah tak bergerak untuk dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring.
Tiba di RS Sudah Meninggal: Pihak rumah sakit mencatat bahwa saat tiba di fasilitas medis, Sutrimo sudah dalam keadaan mengembuskan napas terakhirnya.
Baca Juga: Sapi Perah Jadi Ladang Cuan Sekaligus Selamatkan Pedet di Bulukerto Wonogiri
Sederet Kejanggalan yang Jadi Teka-Teki
Kematian Sutrimo mendadak viral usai diunggah oleh sejumlah akun media sosial. Di antaranya @gianluigich dan @kementerian_kurangajar.
Berdasarkan informasi yang beredar, ada beberapa poin yang dinilai publik tidak lazim dalam peristiwa ini:
1. Diantar Empat Orang Tak Dikenal
Menurut keterangan petugas keamanan rumah sakit, jenazah Sutrimo diantar oleh empat orang pria asing yang bukan merupakan staf atau karyawan rumah sakit.
Identitas keempat orang tersebut hingga kini belum diketahui.
Baca Juga: Leher Terjerat Kabel WiFi yang Menjuntai di Purwosari Wonogiri, Pemotor Terjatuh hingga Hidung Retak
2. Pengakuan Keluarga Soal Ancaman dan Proyek Batu Bara
Pihak keluarga mengungkap bahwa sebelum wafat, Sutrimo sempat bercerita mengenai adanya perselisihan yang berkaitan dengan proyek batu bara di Jambi.
Almarhum juga disebut-sebut sempat mengutarakan rasa takut.
3. Barang Pribadi Korban Belum Diserahkan
Saat jenazah tiba di rumah duka dalam kondisi sudah dimandikan dan dikafani, pihak keluarga mendapati bahwa barang-barang pribadi milik almarhum, seperti ponsel (HP), kartu ATM, dompet, hingga pakaian, belum diserahkan atau diketahui keberadaannya.
Polisi Buka Suara
Menanggapi kehebohan ini, Polda Metro Jaya menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan proses penyelidikan tengah berjalan secara maraton dan profesional.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan, kepolisian saat ini sedang mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) dari berbagai pihak terkait.
Mulai dari keluarga, pengemudi ambulans, hingga petugas RS Muhammadiyah Taman Puring.
“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” ujar Budi Hermanto, Minggu (26/7/2026).
Polisi juga mendalami rekam medis almarhum, riwayat pemesanan ambulans, hingga mengusut status pekerjaan pasti korban di kediaman Febrie Adriansyah.
Polisi mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan spekulasi liar sebelum fakta hukum yang resmi dan terverifikasi diumumkan.
Editor : Syahaamah Fikria