Pacu Transformasi Digital Ekosistem Danantara, Transaksi QRIS BRI Melonjak 76 Persen pada Triwulan I 2026

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15 WIB
Volume transaksi QRIS mengalami lonjakan hingga 76% yoy menjadi Rp30,5 triliun. (DOK.BRI)
Volume transaksi QRIS mengalami lonjakan hingga 76% yoy menjadi Rp30,5 triliun. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM— PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat langkah transformasi digital sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai (value creation) bersama Danantara.

Melalui pengembangan ekosistem merchant dan QRIS, BRI berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan sekaligus memperkuat basis dana murah berbasis transaksi serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Kinerja positif tersebut tercermin dari capaian pertumbuhan bisnis merchant dan QRIS hingga Triwulan I 2026.

Baca Juga: Dari Dapur Rumah hingga Tembus Ekspor: Kisah Lince Sulastri Kembangkan Camilan Sehat Sahate Lewat LinkUMKM BRI

Jumlah merchant BRI tercatat meningkat menjadi 323,7 ribu dengan volume transaksi tumbuh 26,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) mencapai Rp67,9 triliun.

Sementara itu, volume transaksi QRIS mengalami lonjakan hingga 76% yoy menjadi Rp30,5 triliun.

Frekuensi atau jumlah transaksi QRIS juga meningkat 86,7% yoy hingga melampaui lebih dari 253 miliar transaksi.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menjelaskan, penguatan ekosistem merchant dan QRIS tidak hanya memperluas ekosistem transaksi.

Tetapi juga memperkokoh penghimpunan dana murah berbasis transaksi serta membuka peluang tumbuh yang lebih besar bagi para pelaku usaha.

Baca Juga: Tekan Emisi Karbon dan Cegah Abrasi, BRI Peduli Gandeng Petani Karawang Tanam Puluhan Ribu Mangrove

Aquarius menegaskan kapabilitas tersebut sejalan dengan komitmen BRI sebagai bagian dari Danantara untuk menghadirkan layanan keuangan yang efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan publik.

“Seiring dengan meningkatnya transaksi digital, BRI terus menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah, dan andal bagi masyarakat," jelasnya. 

"Hingga saat ini, 98,9% transaksi BRI telah dilakukan melalui e-channel. Di saat yang sama, kami juga terus memperkuat literasi keuangan digital, khususnya dalam pemanfaatan QRIS, agar adopsi pembayaran non-tunai semakin luas dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat,” lanjut Aquarius Rudianto.

Melalui dukungan sistem pembayaran terintegrasi serta langkah akseleratif BRIvolution Reignite, BRI memperkuat funding franchise melalui optimalisasi kanal digital.

Strategi ini dijalankan lewat peningkatan akuisisi dan pengelolaan transaksi nasabah, penguatan kemitraan dengan merchant, serta pengembangan ekosistem pembayaran di berbagai lini bisnis.

Penguatan pada sektor transaksi digital dan funding tersebut berbanding lurus dengan kinerja keuangan konsolidasian BRI hingga Triwulan I 2026.

Total aset BRI tercatat menembus Rp2.250 triliun, atau tumbuh sebesar 7,2% yoy.

Dari sisi penghimpunan dana, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga membukukan tren pertumbuhan yang solid dengan topangan porsi dana murah (CASA).

Baca Juga: Tembus Medan Pegunungan Toraja Utara, Mantri BRI Elce Putri Buka Akses Keuangan Warga Desa

Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun DPK sebesar Rp1.555,1 triliun, tumbuh 9,4% secara tahunan.

Dari jumlah tersebut, komposisi CASA konsolidasian mendominasi hingga mencapai Rp1.058,6 triliun atau setara dengan 68,07% dari total DPK—meningkat dibandingkan porsi 65,77% pada periode yang sama di tahun sebelumnya. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : BRI
BRI kinerja keuangan BRIVolution Reignite BBRI merchant