Nama Fatimah Azzahra disebut Denny Indrayana dalam Surat ke Prabowo: Fathimah Harapan, Gibran Tidak

Syahaamah Fikria • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:50 WIB
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra berdebat dengan polisi saat menggelar aksi demonstrasi.
Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra berdebat dengan polisi saat menggelar aksi demonstrasi.

 

RADARSOLO.COM - Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana menuliskan surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto, di mana dia menyebut nama Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra sebagai simbol harapan baru Indonesia, sekaligus membandingkannya dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Dalam suratnya, Denny mengaku terkesan dengan keteguhan dan keberanian Fathimah saat menyuarakan aspirasi rakyat serta bersikap kritis terhadap jalannya roda kekuasaan.

"Fathimah saya tidak mengenalnya. Kami tidak pernah bertemu. Tapi hari-hari ini saya melihat kami bersatu dalam semangat perlawanannya. Dalam sikap kritisnya ketika berhadapan dengan kekuasaan," tulis Denny dalam suratnya.

Baca Juga: Mengingat 23 Tahun Pembangunan Suramadu, Ada Ranjau Perang di Jalurnya

Dalam tulisannya, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM ini menyoroti nasionalisme yang ditunjukkan oleh aksi pergerakan mahasiswa. 

Tanpa ragu, ia membandingkan sosok Fathimah dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Bagi saya Fathimah adalah harapan. Gibran tidak," tegas Denny.

Baca Juga: Dinsos Wonogiri Kebanjiran Keluhan Status Desil DTSEN

Ia menuturkan bahwa pesan moral akan jauh lebih efektif jika disampaikan secara lugas tanpa basa-basi diplomatis. 

Menurutnya, aksi dan pemikiran Fathimah menghadirkan kesegaran dalam gelombang pergerakan antikorupsi.

"Fatimah memperjuangkan Indonesia, Gibran bin Jokowi justru merusaknya. Membaca artikel 'Bangsaku' dari Fathimah memberikan siraman air segar nasionalisme ke dalam tenggorokan kering kami," lanjutnya.

 

Tak berhenti di situ, Denny bahkan menilai orasi singkat yang disampaikan aktivis mahasiswa di jalanan terasa lebih memiliki daya juang emosional ketimbang pidato kenegaraan yang panjang namun terkesan formal.

Soroti Ketulusan Niat, Konsistensi dan Isu Konstitusi

Menghubungkan pandangannya dengan pesan moral soal kebersihan hati dari Ustaz Adi Hidayat yang sempat ditemuinya, Denny menilai kekuatan utama suara mahasiswa terletak pada ketulusan niat. 

Teriakan antikorupsi, tuntutan atas transparansi pemilu, hingga kritikan soal tata kelola fasilitas publik terdengar nyaring karena menyuarakan kepentingan rakyat banyak tanpa agenda terselubung.

Baca Juga: Nekat Berenang di Sungai, Pekerja Migran asal Sragen Tenggelam di Jepang

"Kuncinya adalah pada kejujuran, pada konsistensi, pada kesamaan antara orasi dan aksi. Sedikit saja terlihat ada warna kemunafikan, maka kekuatan dan wibawa pesan itu pasti menghilang," papar Denny.

Ia kemudian mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam penegakan hukum dan konstitusi. 

Denny mengkritik sejumlah arah kebijakan yang dinilainya kontradiktif, mulai dari lambatnya pembahasan RUU Perampasan Aset (Asset Recovery), polemik penempatan personel aktif di jabatan sipil, hingga wacana pemberantasan korupsi yang dianggapnya bakal kehilangan taji jika masih dibayang-bayangi oleh kompromi politik.

Baca Juga: Pabrik Tahu di Ngemplak Boyolali Terbakar Lagi, Damkar Imbau Masyarakat Rutin Cek Instalasi Listrik

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar jajaran pemerintahan tidak memandang sebelah mata kekuatan moral yang dimiliki oleh kelompok mahasiswa dan kaum muda.

"Sebab, jika gagal, maka bersiaplah digulung oleh kekuatan Fathimah, kekuatan mahasiswa, kekuatan rakyat, kekuatan kami yang tidak kaya-raya, tapi mencintai Indonesia apa adanya," tutup Denny dalam suratnya.

 

Sosok Fatimah Azzahra yang Kembali Trending

Nama Fatimah Azzahra sendiri belakangan kembali menjadi perbincangan hangat dan bertengger di jajaran trending topic media sosial. 

Hal ini menyusul keikutsertaannya memimpin gelombang aksi demonstrasi mahasiswa BEM UI di kawasan Sudirman dan Bundaran HI, Jakarta Pusat. 

Momen ketegasannya saat berdebat dengan pihak kepolisian di atas mobil komando demi mengawal jalannya penyampaian aspirasi publik menjadi pemicu utama sosoknya ramai diapresiasi netizen.

Editor : Syahaamah Fikria
aktivis mahasiswa trending topic Gibran Dalang Bocah Fatimah Azzahra prabowo subianto