RADARSOLO.COM - Fenomena masyarakat berpenghasilan pas-pasan yang mendadak dicatat dalam kelompok Desil 10 (kategori 10 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tertinggi alias paling kaya)memicu gelombang protes di media sosial.
Tak sedikit pekerja bergaji selevel upah minimum provinsi (UMP) atau sekitar Rp3 juta per bulan yang bingung lantaran profil ekonomi keluarganya disetarakan dengan kelompok atas.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah publik, Siapa sebenarnya pihak yang menentukan peringkat desil masyarakat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)?
Baca Juga: Purbaya Bocorkan Waktu Pembatasan Pertalite Desil 10, Bagaimana Nasib Warga Gaji UMR?
Mensos Buka Suara
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa penetapan angka desil suatu keluarga bukan dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), melainkan diukur langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui perhitungan sistematis.
Gus Ipul menjelaskan bahwa penilaian desil tidak semata-mata diukur dari nominal penghasilan bulanan seseorang.
Melainkan melibatkan puluhan variabel indikator yang diisi saat pemutakhiran data.
Baca Juga: NIK KTP Terdaftar di DTSEN? Begini Cara Cek Desil Lewat HP di dtsen-form.bps.go.id
"Jadi kita tidak melihat penghasilan ya. Itu nanti yang bisa menjelaskan lebih detail adalah BPS karena BPS yang mengukur," ujar Gus Ipul.
"Ada 34 atau berapa item itu ketika mau melakukan pemutakhiran,” imbuh dia.
Setelah seluruh indikator diisi oleh petugas lapangan atau masyarakat, sistem algoritma BPS akan menghitung secara otomatis untuk menempatkan profil keluarga ke dalam tingkatan Desil 1 hingga Desil 10.
Apa Saja Indikator Penentu Desil DTSEN?
Penentuan desil dalam basis data DTSEN dibangun dari integrasi sumber data nasional seperti Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), DTKS, P3KE, serta pemadanan data dari PLN, Pertamina, BPJS Kesehatan, dan Administrasi Kependudukan (Adminduk).
Baca Juga: Catat! Pawai Pembangunan 2026, Arus Lalu Lintas Solo Dialihkan Mulai Pukul 14.00
BPS menjelaskan, desil bukan sekadar angka yang menunjukkan besar-kecilnya pendapatan, melainkan posisi relatif suatu keluarga dalam peta distribusi kesejahteraan nasional.
Beberapa indikator utama yang dihitung oleh sistem antara lain:
- Kondisi dan Kualitas Tempat Tinggal: Luas lantai, bahan atap/dinding, akses sanitasi, serta sumber air minum.
Baca Juga: Mondar-mandir hingga Acak Sandal Jamaah, Pemuda Jaten Diamankan di Masjid Shofa
- Kepemilikan Aset dan Usaha: Daya listrik terpasang, kendaraan bermotor, serta aset produktif lainnya.
- Profil Kependudukan dan Ketenagakerjaan: Pendidikan anggota keluarga, status pekerjaan, hingga variabel kesehatan dan disabilitas.
Data Desil Dinamis dan Bisa Diubah
Mensos menegaskan, penetapan status desil masyarakat tidak bersifat permanen.
Karena kondisi finansial dan profil keluarga terus berkembang, data desil dirancang bersifat dinamis dan dapat diperbarui.
Bagi warga berpenghasilan pas-pasan yang mendapati data desilnya tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan, pemerintah menyediakan jalur Usul-Sanggah dan pemutakhiran data secara mandiri melalui Aplikasi Cek Bansos di HP.
Selain itu, masyarakat bisa melapor langsung ke pemerintah desa/kelurahan setempat.
Editor : Syahaamah Fikria