RADARSOLO.COM - Rangkaian aksi demo di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) malam meninggalkan luka mendalam bagi warga Pejompangan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Di tengah bentrokan yang memanas antara massa dan petugas, seorang warga setempat bernama Bambang Setiawan, 60, menjadi korban pengeroyokan brutal hingga merenggut nyawanya.
Tragedi ini memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan publik di media sosial.
Baca Juga: Viral Kronologi Bambang Setiawan Tewas saat Demo Ricuh di Pejompangan, Siapa Pelaku Pengeroyokan?
Banyak masyarakat mempertanyakan sosok korban sebenarnya serta siapa dalang di balik aksi penganiayaan keji tersebut.
Siapa Sosok Bambang Setiawan?
Bambang Setiawan, 60, merupakan warga lokal yang tinggal di lingkungan RT 002/RW 006, Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang.
Sehari-hari, pria lanjut usia ini menggantungkan hidupnya dengan berjualan cermin di kawasan Jalan Pejompongan Raya.
Baca Juga: Bansos PKH-BPNT Tahap 3 Belum Cair Hingga Akhir Agustus 2026, Apa yang Harus Dilakukan KPM?
Bambang meninggalkan seorang istri bernama Sudarsih beserta anak-anaknya.
Tokoh masyarakat setempat, Aban, menegaskan bahwa Bambang sama sekali bukan peserta aksi demonstrasi.
"Warga di sini tidak ada yang ikut-ikutan demo. Korban murni warga lokal yang sedang berada di lingkungan rumahnya," terang Aban.
Selain Bambang, seorang pemuda setempat bernama Faturohman, 18, juga menjadi korban penganiayaan dalam rentetan kericuhan tersebut dan mengalami luka-luka.
Baca Juga: Awan Panas Guguran Merapi Meluncur 2 Kilometer, Warga Diminta Jauhi Daerah Bahaya
Kronologi Penyerangan Diseret dari Dalam Gang Rumah
Nasib naas menghampiri Bambang pada Kamis (27/8/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat itu, bentrokan usai pembubaran aksi di DPR meluas hingga ke area permukiman Pejompongan, sekitar 2 kilometer dari kompleks parlemen.
Berdasarkan kesaksian warga setempat, Bambang awalnya sedang duduk santai di gang dekat kediamannya.
Baca Juga: Cek Pencairan Bansos PKH-BPNT Tahap 3, Masihkah Berlanjut di September 2026? Pantau Jadwal Lengkapny
Tiba-tiba, sekelompok massa tak dikenal mendatangi lokasi dan langsung menyeret korban secara paksa ke jalan raya.
Tanpa alasan jelas, sekelompok orang tersebut menghujani Bambang dengan pukulan menggunakan tongkat kayu dan bambu.
Rekaman video yang memperlihatkan detik-detik korban diseret dan dipukuli secara brutal viral di platform media sosial.
Petugas Biddokkes Polda Metro Jaya sempat mengevakuasi korban yang ditemukan pingsan menuju RS Mintohardjo Benhil begitu situasi mereda.
Namun, akibat luka parah di bagian kepala, nyawa Bambang tidak terselamatkan.
Jenazahnya kemudian dirujuk ke RS Polri Kramat Jati sebelum dimakamkan oleh keluarga di TPU Kemanggisan, Jakarta Barat.
Baca Juga: Kalah Menyakitkan di Dua Uji Coba, Persis Solo Tambah Kekuatan dengan Datangkan Eks Arema FC
Siapa Sebenarnya Pengeroyok Bambang Setiawan?
Pertanyaan besar mengenai identitas para pengeroyok hingga kini masih didalami oleh aparat kepolisian.
Namun, dari kesaksian warga dan narasi yang beredar di media sosial, muncul beberapa poin penting:
Baca Juga: Detik-detik Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 2 Kilometer, Status Masih Siaga
- Bukan Berseragam Polisi
Ketua RT setempat, Aban, mengatakan jika massa yang melakukan pengeroyokan Bambbang tidak memakai seragam polisi.
- Isu Keterlibatan Ormas GRIB Jaya di Medsos
Di platform X, beredar rekaman video yang memperlihatkan sekelompok massa membawa kayu dan bambu di Slipi dan Pejompongan, yang dikaitkan dengan Ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.
“Tampak 5 truk dari GRIB terbakar, 1 diantaranya terguling & hangus, ketika situasi unjuk rasa utama sudah mulai diredam aparat, intervensi ormas GRIB membawa senjata tumpul kayu/bambu justru memicu bentrokan horizontal dengan massa yang merasa terancam & diserang malam 27/8/2026,” tulis akun @net*****.
- Bantahan Resmi GRIB Jaya
Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, secara tegas membantah keterlibatan organisasinya secara kelembagaan.
Baca Juga: Tak Harus Nasi, Ini Alasan Pangan Lokal Kembali Didorong Pemerintah
Pihaknya menegaskan bahwa Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario Marshal, tidak pernah menerbitkan instruksi untuk menurunkan anggota dalam aksi unjuk rasa tersebut dan justru mengimbau menjaga kondusivitas Jakarta.
Perkembangan Kasus di Kepolisian
Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas insiden tewasnya Bambang Setiawan.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyatakan, tim penyidik tengah mengumpulkan seluruh alat bukti dan fakta hukum di lapangan.
Dalam operasi pengamanan kerusuhan di Pejompongan, polisi telah mengamankan sebanyak 315 orang.
Dari jumlah tersebut, 45 orang resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus pengrusakan fasilitas publik dan tindakan penganiayaan.
Meski demikian, penyidik masih terus menggali keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban guna memastikan bukti teknis penyebab kematian Bambang, mengingat pihak keluarga sempat menolak proses autopsi jenazah.
"Yang (korban) meninggal dunia, kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” tutur Iman.
Editor : Syahaamah Fikria