Viral Remaja 15 Tahun di Bandar Lampung Disebut Korban Trafficking, Polisi Temukan Fakta Berbeda

Annas Rohmanda Purbaningrum • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:39 WIB
Klarifikasi KS dan Keluarganya Bersama Polda Lampung. (X: oyossarosohn)
Klarifikasi KS dan Keluarganya Bersama Polda Lampung. (X: oyossarosohn)

RADARSOLO.COM - Media sosial sempat dibuat geger oleh cerita seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang disebut menjadi korban kekerasan, trafficking, hingga kekerasan seksual oleh keluarganya. Cerita itu telanjur menyebar luas dan membuat orang tua sang remaja menjadi sasaran doxing. Namun, setelah Polda Lampung turun tangan, muncul fakta berbeda dari narasi yang ramai di media sosial.

Cerita tersebut awalnya beredar melalui media sosial X dan kemudian menyebar ke berbagai platform. Dalam unggahan yang viral, KS disebut mengalami kekerasan di lingkungan keluarganya hingga diduga menjadi korban perdagangan orang dan kekerasan seksual.

Unggahan itu kemudian mengundang perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial berusaha mencari identitas keluarga KS dan menyebarkan informasi pribadi orang tuanya. Kondisi tersebut membuat keluarga meminta masyarakat menghentikan tindakan doxing dan tidak mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga: Unggah Dugaan Pelecehan Dosen UIN Solo di IG, Mahasiswi Semester 6 Diteror Akun Anonim: Ancam Doxing hingga Nilai Kelulusan

Paman KS, Oyos Saroso, mengatakan kondisi KS saat ini baik dan tengah menjalani proses pemulihan. KS disebut mendapatkan pendampingan dari dokter spesialis serta Yayasan Growing Hope Bandar Lampung.

“Kami mohon kepada siapapun untuk tidak melakukan doxing terhadap orang tuanya. Kami mohon netizen bisa memahami kondisi keluarga KS demi kebaikan dan proses penyembuhan keponakan kami,” kata Oyos dalam keterangannya yang dikonfirmasi Lampung Geh, Minggu (30/8).

Menurut Oyos, orang tua KS merupakan orang tua yang bertanggung jawab dan selama ini berupaya mendampingi proses pengobatan anaknya. Ia juga meminta masyarakat yang ingin mengetahui kondisi KS untuk mengonfirmasi informasi kepada keluarga, dokter yang menangani, maupun Yayasan Growing Hope.

Baca Juga: Ikadin Karanganyar Soroti Kekerasan Seksual, Pers Diingatkan Tak Lakukan Revictimization

Di tengah viralnya kasus tersebut, Polda Lampung melakukan pengecekan langsung ke kediaman keluarga KS. Petugas dari Subdit PPA mendatangi rumah tersebut untuk memastikan kondisi KS sekaligus menelusuri kebenaran informasi yang beredar di media sosial.

Ayah KS, Ari Raka Tama, bersama istrinya, Ramawaty, kemudian memberikan klarifikasi di hadapan pihak Polda Lampung. Ari membantah tuduhan bahwa dirinya dan istrinya melakukan kekerasan terhadap KS, termasuk trafficking dan kekerasan seksual.

“Berita viral tentang putri kami, tentang kekerasan-kekerasan, kami melakukan kekerasan, termasuk trafficking, sex abuse dan sebagainya, itu hoaks, tidak benar,” ujar Ari.

Ari mengatakan kondisi keluarganya saat ini baik-baik saja. Ia juga membenarkan bahwa pihak Polda Lampung, khususnya Subdit PPA, telah datang ke rumah mereka untuk mengecek langsung kondisi KS dan keluarganya.

Baca Juga: Komitmen Cegah Kekerasan Seksual, Mahasiswa Baru UNS Dibekali Edukasi Cyberbullying

Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan kondisi seperti yang digambarkan dalam unggahan viral tersebut. Polisi juga meminta keterangan dari KS dan keluarganya serta mengecek sejumlah informasi yang beredar.

Polisi menemukan bahwa akun media sosial yang digunakan untuk mengunggah cerita tersebut memang berkaitan dengan KS. Namun, akun itu juga diketahui dapat diakses oleh teman daring KS.

Keluarga kemudian meminta masyarakat berhenti menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tidak lagi melakukan doxing. Mereka berharap KS dapat menjalani proses pemulihan dengan tenang tanpa tekanan tambahan akibat ramainya pemberitaan dan perbincangan di media sosial.

“Kami mohon kalau peduli dan sayang KS, jangan membuat KS dan kedua orang tuanya makin menderita. KS dan kedua orang tuanya sudah sangat menderita karena masalah yang dialami KS,” ujar Oyos.

 

 

Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum
kekerasan lampung Fakta doxing trafficking