
RADARSOLO.COM – Video oknum pegawai Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Bantul Yogyakarta berinisial GP, 30, mengolok-olok murid korban keracunan makan bergizi gratis viral di media sosial.
Melalui unggahan video itu, GP diduga sengaja menyindir dan mengejek kondisi Febiona Purba, siswi SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang menjadi korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 13 Agustus lalu.
Dalam rekaman video tersebut, Gerard yang mengenakan kacamata tampil sembari memegang sepotong daging ayam yang hendak ia santap.
Baca Juga: Kebobolan 12 Gol dalam Dua Laga, PSBS Biak Babak Belur di Awal Liga 2: Ini Respons Sang Pelatih
"By the way, gua makan chicken katsu masakan kemarin, apakah masih enak?" ujar GP sebelum menyantap daging tersebut, yang dilanjutkan dengan ucapan: "Oh tidak, ingatanku hilang 70 persen."
Pernyataan GP di dalam video langsung dikaitkan publik dengan kasus memprihatinkan yang menimpa Febiona Purba.
Sebelumnya, pihak keluarga mengungkapkan bahwa Febiona sempat mengalami gangguan kesehatan serius, trauma berat, hingga penurunan daya ingat (memori) hingga 70 persen pasca-insiden keracunan MBG di sekolahnya.
Video GP menyedot perhatian Wapres Gibran.
Gibran memberikan teguran seraya mengunggah video yang di Instagram pribadinya.
Baca Juga: Bukan Cuma Cantik, Ini Fakta Unik Lingling Kwong yang Jarang Diketahui
“Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan,” tulis Gibran.
Wapres juga memberikan apresiasi kepada tim Dokter RSCM:
- Prof. Dr. dr. Setyo Handryastuti, Sp.A(K)
- Prof. Dr. dr. Tjhin Wiguna, Sp.KJ(K)
- Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswanto, Sp.A(K),
- dr. Fatima Safira Alatas, Sp.A(K), Dr. dr.
- Kristiana Siste, Sp.KJ(K))
- Kemenkes
- Dinkes Sumut
Serta seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses rujukan, perawatan, hingga pemulihan Agnesia dan Febiona.
Baca Juga: Profil Lingling Kwong, Aktris Thailand yang Dinobatkan sebagai Wanita Tercantik Dunia 2026
Saat ini Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo dan akan masuk sekolah kembali.
Lalu bagaimana dengan nasib GP?
Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil tindakan tegas dengan memecat GP.
Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko menyampaikan bahwa keputusan pemecatan ini diambil sebagai bagian dari komitmen BGN dalam menjaga integritas, etika, dan profesionalitas seluruh jajaran penyelenggara Program MBG.
"Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan," tegas Wirandita, Senin (21/9/2026).
Gagat menekankan bahwa seluruh staf dan pegawai yang terlibat dalam ekosistem Program MBG diwajibkan memiliki kepekaan sosial serta rasa empati tinggi terhadap masyarakat, khususnya anak-anak penerima manfaat program gizi negara.
"Ini menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran bahwa bekerja dalam Program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga memiliki etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi," tegas Gagat. (wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono