RADARSOLO.COM -
Kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya, tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan pelecehan berkedok pembuatan konten video menggunakan boneka. Isu tersebut mencuat setelah sejumlah perempuan mengaku mengalami kejadian serupa dan membagikan ceritanya di media sosial.
Cerita awal disampaikan melalui akun Threads @arseniast._. Dalam unggahannya, ia menceritakan modus sekelompok orang yang menghampiri perempuan yang sedang berjalan di kawasan Jalan Tunjungan untuk diajak membuat konten singkat.
"awalnya dicegat kemudian diajak bikin konten yg katanya itu cuma boneka, bilangnya gini "nanti kita tos an biasa kak terus nanti aku kasih boneka aja, abis itu nanti saling lempar sama temennya sambil ketawa-ketawa aja" di situ dia ga bilang kalo bonekanya AMBIGU, sekali lagi AMBIGU, setelah aku stalk, apa ytbnya ternyata banyak banget korbannya, dan masih berkeliaran di JlL. TUNJUNGAN dividio sih diliat-liat nih org cari cewe yg jalan berdua biar bisa buat lempar-lempar bonekanya," unggahnya.
Diawali Ajakan Membuat Konten
Berdasarkan cerita yang beredar, perempuan yang menjadi sasaran awalnya dihampiri dan ditawari ikut membuat video. Durasi yang disebutkan hanya sekitar 20 detik sehingga ajakan tersebut tampak seperti konten sederhana.
Setelah bersedia, mereka kemudian diarahkan melakukan sejumlah adegan dengan boneka beruang. Salah satunya berupa tos sebelum boneka diberikan kepada perempuan tersebut.
Namun, kejanggalan baru dirasakan setelah proses perekaman berlangsung. Bagian tertentu pada boneka dinilai memiliki bentuk yang ambigu dan dianggap mengarah pada hal yang tidak senonoh.
Baca Juga: Perempuan Inisial A Minta CCTV Usai Ditendang di Senayan City, Malah Ditolak
Sejumlah perempuan mengaku baru memahami maksud adegan setelah melihat kembali rekaman atau menemukan video yang telah diunggah ke media sosial. Mereka kemudian menyampaikan pengalaman masing-masing melalui media sosial.
Pengakuan Perempuan Lain Bermunculan
Setelah unggahan tersebut ramai, muncul perempuan lain yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa. Salah satunya berinisial ASN yang menyebut dirinya dihampiri ketika sedang berjalan bersama temannya di Jalan Tunjungan.
ASN mengaku sempat ditawari membuat konten. Setelah temannya bersedia, ia kemudian ikut terlibat dalam pengambilan video. Proses tersebut disebut dilakukan beberapa kali dengan konsep yang hampir sama, seperti tos, menerima boneka, melihat bagian tertentu dari boneka, hingga saling melempar boneka.
Cerita tersebut kemudian berkembang setelah perempuan lain berinisial CR mengaku mengalami kejadian yang diduga serupa bersama temannya.
Baca Juga: Erin Buka Suara, Ungkap Andre Taulany Diduga Selingkuh dengan Sinden OVJ pada 2017
Akun konten kreator yang dikaitkan dengan video tersebut diketahui menggunakan nama @takimaofficial08. Setelah isu tersebut ramai, akun dan sejumlah konten terkait menjadi perhatian warganet.
Polrestabes Surabaya juga telah turun tangan untuk mengecek informasi yang beredar, sementara masyarakat yang merasa menjadi korban diimbau untuk melapor.
Editor : Annas Rohmanda Purbaningrum