Krisis Air Meluas di Randublatung Blora, Bangun Sumur untuk Kebutuhan Santri

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:52 WIB
Bantuan pembangunan sumur dalam di Blora. (Ist)
Bantuan pembangunan sumur dalam di Blora. (Ist)

RADARSOLO.COM – Krisis air bersih meluas di Kabupaten Blora seiring kemarau panjang yang diperkirakan masih berlangsung hingga November 2026. BPBD mencatat 149 desa/kelurahan di 15 dari 16 kecamatan berpotensi mengalami kekeringan.

Hingga kini, bantuan air bersih baru menjangkau 113 wilayah. Kondisi tersebut membuat keberadaan sumber air permanen menjadi kebutuhan penting, terutama di tengah distribusi air bersih yang masih terbatas.

Baca Juga: 10 Kios di Pasar Klitikan Notoharjo Solo Terbakar, Pedagang Selamatkan Barang yang Masih Bisa Diselamatkan

Salah satu upaya menghadirkan sumber air jangka panjang dilakukan di Pondok Pesantren Darul Arqam, Kecamatan Randublatung. Beramalbersama.com turut membantu pembangunan sumur dalam yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air para santri dan aktivitas pesantren, sekaligus dimanfaatkan masyarakat di lingkungan sekitar.

CEO Beramalbersama.com Faris Khoirurujal mengatakan, pembangunan sumur tersebut merupakan amanah dari ribuan #PejuangAmal melalui pilar UtsmanProject.

Baca Juga: Jenazah Diduga Ahda dan Aldo Ditemukan, Keluarga Tunggu Hasil DNA

“Ini adalah ikhtiar bersama untuk menghadirkan sumber air yang manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Faris.

Sumur dalam di Pondok Pesantren Darul Arqam tersebut menjadi titik ke-140 dalam rangkaian program penanganan krisis air yang dilakukan Beramalbersama.com di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Disanksi Tilang karena Halangi Ambulans Lewat, Ini Alasan Pengemudi BYD

Pembangunan sumber air permanen dinilai menjadi bagian penting dalam menghadapi krisis air yang tidak hanya membutuhkan respons darurat melalui distribusi air bersih. Keberadaan sumur diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap sumber air yang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Di Blora, kebutuhan tersebut semakin mendesak karena ancaman kekeringan masih membayangi sebagian besar wilayah. Dari 16 kecamatan, hanya satu wilayah yang belum masuk dalam daftar potensi kekeringan.

Pembangunan sumur dalam di Randublatung pun menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi jangka panjang di tengah keterbatasan air bersih selama musim kemarau. (alf/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
santri kekeringan blora krisis air bersih sumur