RADARSOLO.COM — Media sosial tengah ramai membahas bahan bakar baru bernama Bobibos, singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos.
Produk baru ini disebut sebagai terobosan energi ramah lingkungan yang dibuat dari tanaman lokal dan diklaim punya kualitas setara BBM RON 98.
Bobibos pertama kali diperkenalkan ke publik pada Minggu (2/11/2025) di kawasan Bumi Sultan Jonggol, Bogor, Jawa Barat, oleh PT Inti Sinergi Formula.
Peluncuran dilakukan langsung oleh M Ikhlas Thamrin, penemu sekaligus pendiri Bobibos.
Dari Jerami Jadi BBM Nabati
Yang membuat Bobibos menjadi sorotan adalah bahan bakunya.
Alih-alih minyak fosil, Bobibos dibuat dari tanaman dan limbah pertanian, seperti jerami padi.
Ikhlas mengungkapkan, jerami dipilih bukan hanya karena melimpah, namun juga karena hasil perhitungan menunjukkan biaya produksinya atau HPP paling efisien.
“Kami cari bahan baku yang melimpah. Kita nggak perlu suruh masyarakat untuk tanam,” jelas Ikhlas saat peluncuran.
Jerami tersebut kemudian diproses melalui lima tahap pengolahan menggunakan mesin rancangan khusus.
Serta disuntik serum bio-kimia untuk menghasilkan ekstrak yang bisa diolah menjadi bahan bakar berkinerja tinggi.
Detail prosesnya menjadi rahasia perusahaan.
Ikhlas dan tim sudah melakukan riset sejak tahun 2007, dan sempat menguji berbagai tanaman lain seperti mikroalga, sebelum akhirnya memilih jerami sebagai bahan paling ideal.
Dua Varian Bensin dan Solar
Bobibos hadir dalam dua jenis BBM:
- Warna putih → untuk mesin bensin (oktan mendekati RON 98)
- Warna merah → untuk mesin diesel (solar)
Bahkan, Ikhlas mengklaim, setelah lebih dari 100 kali uji pembakaran, Bobibos menghasilkan emisi mendekati nol.
Untuk performa, BBM ini disebut lebih irit perjalanan dibandingkan solar konvensional.
Selain lebih ramah lingkungan, harga Bobibos diklaim hanya sepertiga dari BBM RON 98 di pasaran.
Berapa Harga Bobibos?
Meski harga resmi belum diumumkan, tim Bobibos mengklaim bahwa harga BBM baru itu sepertiga dari produk milik Pertamina.
Artinya, jika BBM RON 98 saat ini sekitar Rp 16.000–18.000 per liter, maka Bobibos diperkirakan berada di kisaran Rp 5.000–6.000 per liter.
Namun, harga ini masih berupa estimasi dari klaim pengembang. Sebab, belum ada harga resmi yang disampaikan.
Bisa Dibeli di Mana?
Untuk saat ini, Bobibos belum dijual bebas.
Akun Instagram resmi @bobibos menegaskan bahwa mereka masih menjalani proses perizinan dan sertifikasi, meski sudah mengikuti tahapan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Kementerian ESDM).
Bobibos juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah terkait arahan sebelum bahan bakar tersebut diproduksi massal dan dipasarkan secara luas.
Namun, sudah ada calon pengguna pertama dari produk Bobibos. Yakni PT Primajasa Perdanaraya Utama, operator bus yang melayani rute Jawa Barat dan Jabodetabek.
Respons Pemerintah
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia belum memberikan banyak komentar terkait BBM Bobibos.
Dia menyatakan pemerintah masih mendalami teknologi bahan bakar baru ini.
“Kita pelajari dulu ya,” kata Bahlil singkat usai rapat di DPR, Selasa (11/11/2025). (ria)
Editor : Syahaamah Fikria